Welcome to Planet openSUSE

This is a feed aggregator that collects what openSUSE contributors are writing in their respective blogs.

To have your blog added to this aggregator, please read the instructions.


Senin
03 Februari, 2020


face

Bagi yang terbiasa memasang Linux tanpa partisi Swap seperti saya, tetapi ingin memanfaatkan fitur Hibernate/Hibernasi, Anda bisa membuat Swap dalam bentuk file. Saya terbiasa tidak membuat partisi Swap karena biasanya menggunakan Zram untuk kebutuhan Swap. Dengan Zram, komputer tetap responsif tanpa ada lag meskipun Swap terpakai, tapi kekurangannya yang saya rasakan adalah kita tidak bisa memanfaatkan fitur hibernate.

Buat apa fitur Hibernate untuk pengguna SSD, karena boot dari komputer mati biasanya justru lebih cepat daripada resume dari Hibernate? Karena saya kadang-kadang perlu mematikan komputer tanpa harus menyimpan pekerjaan terlebih dahulu. Dan jika menggunakan Sleep, jika laptop ditinggalkan lama karena pekerjaan lain atau karena lupa bisa membuat baterai kehabisan daya sehingga perkerjaan yang tersimpan hilang begitu saja.

Tapi dengan Hibernate, kita bisa memanfaatkan fitur Sleep Then Hibernate yang jika komputer/laptop dibiarkan Sleep dalam waktu tertentu, dia akan berpindah ke Hibernate. Bagi pengguna Plasma 5 fitur ini bisa diaktifkan di System Settings > Power Management > Energy Saving atau bisa langsung menggunakan Systemd.

Membuat Swap file bisa dilakukan dengan proses berikut:

Pertama buat file dengan fallocate. Untuk membuat Swap sebesar 4 GiB, gunakan 4096M atau 4G (sesuaikan dengan kebutuhan):

su -c "fallocate -l 4096M /swapfile"

Jika Anda menggunakan BtrFS dengan snapshot, sebaiknya buat swapfile di partisi lain, jadi ubah /swapfile dengan /path/ke/partisi/lain/swapfile. Dan yang perlu diperhatikan juga, untuk membuat Swapfile di BtrFS, Anda harus menggunakan Kernel 5 ke atas.

Lalu ubah hak akses supaya aman dari modifikasi pengguna lain:

su -c "chown -v 600 /swapfile"

Buat jadi Swap:

su -c "mkswap /swapfile"

Aktifkan Swap:

su -c "swapon /swapfile"

Masukkan ke /etc/fstab supaya Swap aktif saat komputer dinyalakan:

su -c "echo '/swapfile none swap defaults 0 0' >> /etc/fstab"

Supaya komputer bisa Resume dari Hibernate, kita perlu menambahkan kernel parameter resume dan resume_offset ke Grub. Parameter resume diisi dengan partisi di mana letak swapfile berada. Misal jika ada di /dev/sda2, isi dengan resume=/dev/sda2. Sedangkan resume_offset bisa diketahui dengan perintah filefrag, kecuali jika Anda membuat swapfile tersebut di BtrFS.

su -c "filefrag -v /swapfile"

Dari hasil perintah tersebut akan muncul hasil seperti ini:

Filesystem type is: ef53
File size of /swapfile is 4294967296 (1048576 blocks of 4096 bytes)
 ext:     logical_offset:        physical_offset: length:   expected: flags:
   0:        0..       0:   17782784..  17782784:      1:            
   1:        1..    2047:   17782785..  17784831:   2047:             unwritten
   2:     2048..   32767:   18071552..  18102271:  30720:   17784832: unwritten
   3:    32768..   63487:   18102272..  18132991:  30720:             unwritten
   4:    .......   .....:   ..........  ........:  .....:             .........

Parameter resume_offset diisi dengan angka pertama dari physical_offset. Jadi dengan hasil perintah di atas, diisi dengan resume_offset=17782784 (sesuaikan dengan hasil Anda).

Untuk mencari resume_offset di BtrFS bisa menggunakan btrfs_map_physical. Download file tersebut, compile, lalu jalankan.

Masukkan kedua parameter tersebut ke file /etc/default/grub pada opsi GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT. Jika kita memasang openSUSE dengan partisi Swap, parameter resume ini akan berada di antara splash=silent dan quiet. Kita juga bisa memasukkan kedua parameter di atas di tempat yang sama dengan perintah:

su -c "sed -i 's/silent/silent resume=\/dev\/sda2 resume_offset=17782784/g' /etc/default/grub"

Lalu update grub dengan perintah:

su -c


Senin
20 Januari, 2020


face

 

19 Januari 2020, cuaca cukup cerah di bilangan Kuningan Barat, Jakarta. #MozTalk – Open Source Day (openSUSE and Mozilla Firefox Edition) dibuka oleh perwakilan dari Komunitas Mozilla Indonesia, lalu dilanjutkan oleh pembicara pertama dari Komunitas openSUSE Indonesia, yang diwakili oleh mas Kukuh Syafaat yang memperkenalkan kembali openSUSE. Perkenalan kembali dengan openSUSE dimulai dari openSUSE Project, teknologi yang ada di openSUSE, bagaimana cara berkontribusi di proyek FOSS, dan juga tentang Komunitas openSUSE Indonesia.

Pembicara kedua ada mas Herpiko Dwi Aguno dengan “Ngoprek Mozilla Firefox“. Mas Piko menjelaskan bagaimana berkontribusi langsung ke peramban Mozilla Firefox dari mulai mengirimkan kutu ke bugzilla, membangun Mozilla Firefox di lokal, membenahi kutu, dan bagaimana mengirimkan tambalan tersebut hingga akhirnya masuk dalam rilis.

Tidak ketinggalan, openSUSE-ID juga bagi-bagi hadiah untuk beberapa hadirin yang bertanya. Terima kasih kepada Komunitas Mozilla Indonesia yang sudah menyediakan tempat yang kece. Sampai jumpa di acara keren selanjutnya


Sabtu
11 Januari, 2020


face

Komunitas openSUSE Indonesia (openSUSE-ID) mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta pada #KuisLiburan2019 kali ini. Dari 127 jawaban yang masuk, kami harus mengkurasi jawaban yang salah maupun kurang tepat. Tersaring 42 jawaban yang tepat dan kami harus mengundi lagi untuk menentukan siapa peserta yang beruntung. Peserta yang beruntung adalah sebagai berikut.

Peserta yang beruntung untuk mendapatkan new SSD 120 GB adalah Sabilil Maromi.

sementara untuk peserta berikut mendapatkan bingkisan menarik dari openSUSE ID

  • Arif Setyo Nugroho
  • abi permana
  • Heru Juwardi
  • Aji Revaldi
  • Surya Handika Putratama
  • Yaumul Majid
  • Muhammad Rofi
  • Wuri Nugrahadi
  • Arif Dermawan
  • A Mu’ammar Afinas
  • Rizal Amrr
  • abdi weef
  • Kristian Valent
  • Rokib Munawir
  • Satrio Adi Prawiro
  • iqbalfr@nevtik.org
  • gatoti
  • lazuardi senja
  • Muhamad Andhika Prasetya

Diharapkan kepada seluruh pemenang untuk mengirimkan informasi alamat dan nomor handphone di tautan berikut ini selambatnya tanggal 14 Januari 2020, jika sampai waktu tersebut tidak mengisi form pemenang maka hadiah dinyatakan hangus.

Bingkisan menarik akan dikirimkan oleh tim openSUSE-ID secara gratis! Jangan lupa bagi para pemenang untuk memposting bingkisan tersebut ke media sosial dengan tagar #KuisLiburan2019 #openSUSE dan mention ke @openSUSE dan @openSUSEID (di Twitter).

Selamat dan sampai jumpa lagi di Kuis berikutnya!

Salam,


Jumat
10 Januari, 2020


face

TL;DR: Karena cukup panjang tulisan akan dibagi dalam 3 tulisan

  • Bagian 1 : membahas instalasi dan konfigurasi master postgresql
  • Bagian 2 : membahas instalasi dan konfigurasi slave postgresql
  • Bagian 3 : membahas instalasi dan konfigurasi pgpool-II

Tulisan ini adalah Bagian ke-3.

4. Instalasi pgpool

Pgpool-II sudah terdapat di OBS repositori. Versinya sedikit terlambat dari versi rilis di web Pgpool. Saat tulisan ini dibuat versi Pgpool di website Pgpool adalah 4.1. Sementara paket di OBS repositori masih versi 4.0.6.

Tambah repositori, install pgpool dan postgresql. Sebenarnya postgresql di mesin pgpool kita butuhkan hanya clientnya saja, untuk mengakses database (psql) dan backup (pg_dump) misalnya. Tapi untuk memudahkan kita install juga postgresql-server walaupun tidak perlu dijalankan

zypper ar -e -f https://download.opensuse.org/repositories/server:/database:/postgresql/openSUSE_Leap_15.1/ postgresql
zypper in --no-recommends pgpool-II postgresql12-pgpool-II postgresql12 postgresql12-server postgresql12-contrib

Selanjutnya edit file /etc/hosts, misalnya pgsql1 untuk master, pgsql2 untuk slave1, pgsql3 untuk slave2.

127.0.0.1       localhost
10.100.1.5      pgpool
10.100.1.6      pgsql1
10.100.1.7      pgsql2
10.100.1.8      pgsql3

Perhatikan bahwa kita menginstal pula paket postgresql12-pgpool-II, paket ini berisi library dan extension pgpool untuk PostgreSQL, ditandai dengan .sql dan .control. File-filenya tersimpan di direktori /usr/lib/postgresql12/lib64/, /usr/lib/postgresql12/lib64/bitcode/ dan /usr/share/postgresql12/extension/.

Langkah berikutnya kita memasang extension pgpool tersebut pada database postgresql. Kita pasang extension pgpool tersebut pada template1. Lakukan 1 kali saja di master karena nanti akan otomatis tereplikasi di slave.

sudo -i -u postgres
psql template1
CREATE EXTENSION pgpool_recovery;
CREATE EXTENSION pgpool_adm;

Periksa bahwa extension telah terpasang pada template1

\dx

Pada master akan seperti

Pada slave

Pada saatnya nanti kita gunakan template1 sebagai template database yang akan kita buat sehingga otomatis database yang terbentuk akan memiliki extension pgpool. Misalnya gunakan pgadmin, buatlah sebuah database baru dengan dengan menggunakan template1 di master, maka database akan dibuat dengan extension pgpool_adm dan pgpool_recovery. Database dengan kondisi yang sama otomatis akan terbentuk di slave. Kalau berhasil artinya sulapan kita bekerja 🙂

Langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi file /etc/pgpool-II/pcp.conf. File ini berisi user dan password pgpool untuk admnistrasi management pgpool. Password dihash md5 dan formatnya adalah

 username:[md5 encrypted password]

Buat password dalam format md5 dengan

$ pg_md5 your_password
    1060b7b46a3bd36b3a0d66e0127d0517

Atau jika anda tidak ingin memperlihatkan password anda dengan cara:

 $ pg_md5 -p
    password: your_password

Isi file pcp.conf dengan menggunakan hasil md5 tersebut misal

admin:97bf34d31a8710e6b1649fd33357f783

Walaupun tidak wajib kita bisa mengisikan username dan password yang sama dengan user PostgreSQL agar mempermudah dalam mengakses dan mengingatnya.

Jangan lupa lengkapi file /etc/pgpool-II/pool_hba.conf dengan ip address dari masing-masing server PostgreSQL (sesuaikan dengan ip mesin master dan slave), misalnya

# "local" is for Unix domain socket connections only
local   all         all                               trust
# IPv4 local connections:
host    all         all         127.0.0.1/32          trust
host    all         all         ::1/128               trust
host    all         all         10.100.1.6/32         md5
host    all         all         10.100.1.7/32         md5
host    all         all         10.100.1.8/32         md5

Selanjutnya kita harus


face

Apakah kamu salah satu pengguna software open source yang ingin berkontribusi kembali ke proyeknya?

Pada kesempatan MozTalk kali ini kami akan membahas tentang cara berkontribusi ke proyek open source seperti openSUSE dan Mozilla Firefox. Akan ada 2 pembicara pada acara ini:

  • Kukuh Syafaat
    “Berkenalan (lagi) dengan openSUSE”
    Ngobrol mengenai teknologi, komunitas dan kontribusi di openSUSE
  • Herpiko Dwi Aguno
    “Ngoprek Mozilla Firefox”
    Siklus kontribusi kode di Mozilla Firefox dari ujung ke ujung

MozTalk adalah salah satu program Mozilla Indonesia berupa sesi diskusi bertemakan teknologi dan perkembangannya. Untuk mengikuti acara ini, peserta diharapkan untuk memiliki ketertarikan untuk berkontribusi ke proyek open source

Simpan tanggal berikut untuk ikut acara ini ya:

Hari / Tanggal: Minggu / 19 Januari 2020
Pukul : 14.00 – 17.00
Tempat: Mozilla Community Space Jakarta, Gedung TIFA – ANNEX Suite Jl. Kuningan Barat I no.26 Jakarta Selatan (Google Map: https://goo.gl/maps/mjZZGmxdQzC2 )

Perlu kami beritahukan, acara ini gratis dan tidak berbayar, dan kami tidak akan menyediakan makan siang, namun tersedia berbagai minuman dan snack/kue yang dapat dikonsumsi secara gratis oleh peserta secara/free flow/

Pendaftaran: http://bit.ly/OSDayJakarta

Sampai berjumpa!


face

Podman

Apa itu Podman? Podman adalah mesin kontainer tanpa daemon untuk mengembangkan, mengelola, dan menjalankan container OCI di GNU/Linux. Kontainer dapat dijalankan sebagai root atau dalam mode tanpa root.Sederhananya: `alias docker=podman`.

Podman dapat mengelola seluruh ekosistem container yang mencakup pod, container, container image, dan volume menggunakan pustaka libpod. Podman dapat menjalankan semua perintah dan fungsi yang membantu memelihara dan memodifikasi container image OCI, seperti menarik dan memberi tag. Ini memungkinkan untuk membuat, menjalankan, dan memelihara container yang dibuat dari image dalam lingkungan produksi.

Memasang Podman

sudo zypper in slirp4netns podman

Menjalankan Podman Tanpa Akses Root

sudo bash -c 'echo 10000 > /proc/sys/user/max_user_namespaces'
sudo bash -c "echo $(whoami):100000:65536 > /etc/subuid"
sudo bash -c "echo $(whoami):100000:65536 > /etc/subgid"

Ujicoba Podman

podman pull nginx:stable
podman run --name nginx nginx:stable
podman rm nginx

Podman Cheat Sheet


podman login docker.io
podman search tuanpembual
podman run docker.io/tuanpembual/hello
podman run --rm --name hello -p 8080:80/tcp docker.io/tuanpembual/hello
podman rm hello

Sampe batas ini, ya memang benar kita bisa dengan entengnya membuat

alias docker=podman

di file .zshrc.

Buildah

Buildah – a tool that facilitates building OCI container images.

Buildah adalah tool buat bikin container images, dengan beberapa fitur yang menawan, diantaranya:

  • Tidak ada Daemon. Jadi kalo mau build image ya tinggal build aja.
  • Buat image dari nol(scratch) atau dari image yang sudah jadi.
  • Merupakan Build tools external, sehingga memiliki karakter;Ukuran image lebih kecil,Membuat lebih aman dengan tidak memasukkan software untuk membuat container (like gcc, make, and dnf), Membutuhkan resource yang lebih kecil untuk mengirim images.

Memasang Buildah

sudo zypper in buildah

Membuat image dengan Buildah dari Dockerfile


# ls
Dockerfile myecho
# cat Dockerfile
FROM registry.access.redhat.com/ubi8/ubi
ADD myecho /usr/local/bin
ENTRYPOINT "/usr/local/bin/myecho"
# cat myecho
echo "This container works!"
# chmod 755 myecho
# ./myecho
This container works!

Build Step


# buildah bud -t tuanpembual/myecho .
STEP 1: FROM registry.redhat.io/ubi8/ubi
STEP 2: ADD myecho /usr/local/bin
STEP 3: ENTRYPOINT "/usr/local/bin/myecho"

Docker Format dan Push Image


buildah bud --format=docker -t docker.io/tuanpembual/myecho .
buildah push docker.io/tuanpembual/myecho

Melihat List images


buildah images
podman images

Menjalankan Container dan Memeriksa Container


podman run --rm tuanpembual/myecho
buildah inspect tuanpembual/myecho | less

Dah itu saja dulu. Ngoprek selanjutnya bagaimana menggunakan dua perkakas ini ke Gitlab-CI.

Estu~


Kamis
09 Januari, 2020


face

TL;DR: Karena cukup panjang tulisan akan dibagi dalam 3 bagian

  • Bagian 1 : membahas instalasi dan konfigurasi master postgresql
  • Bagian 2 : membahas instalasi dan konfigurasi slave postgresql
  • Bagian 3 : membahas instalasi dan konfigurasi pgpool-II

Tulisan ini adalah Bagian ke-2.

3. Instalasi PostgreSQL slave node

Instal PostgreSQL di mesin anda (instal di dua mesin slave, jika saat ini anda hanya punya satu mesin slave tidak mengapa)

sudo zypper ar -e -f https://download.opensuse.org/repositories/server:/database:/postgresql/openSUSE_Leap_15.1/ postgresql
sudo zypper in --no-recommends postgresql postgresql-server postgresql-contrib postgresql12-pgpool-II postgresql12 postgresql12-server postgresql12-contrib

Pastikan bahwa instalasi anda bekerja, service postgresql dapat berjalan.

sudo systemctl start postgresql.service
sudo systemctl enable postgresql.service
sudo systemctl status postgresql.servie

Pastikan bahwa tidak ada error. Selanjutnya matikan service postgresql.

sudo systemctl stop postgresql.service

Kemudian masuk ke mesin slave, hapuslah directory /var/lib/pgsql/data

rm -rf /var/lib/pgsql/data

selanjutnya jalankan

pg_basebackup -h ip_address_master -p 5432 -U nama_user_replication -v -D /var/lib/pgsql/data -Fp -Xs -P -R

Kalau sukses maka akan muncul seperti:

Setelah proses di atas selesai maka direktori /var/lib/pgsql/data akan terbentuk dan berisi:

Ada sebuah berkas penting yang terbentuk di direktori data pada slave  setelah menjalankan pg_basebackup yaitu file standby.signal. File ini musti ada dalam direktori tersebut sehingga postgres dapat menentukan bahwa status server adalah slave/standby. File ini terbentuk otomatis saat menjalankan pg_basebackup dengan opsi “-R”. Jika tidak terbentuk maka buatlah file tersebut secara manual

touch standby.signal

Hal ini berhubungan dengan replication slot yang telah dibicarakan di atas. Pada PostgreSQL 12 akan terbentuk 2 file secara otomatis postgresql.auto.conf dan standby.signal. File postgresql.auto.conf secara otomatis berisi

# Do not edit this file manually!
# It will be overwritten by the ALTER SYSTEM command.
primary_conninfo = 'user=nama_user_replikasi password=password_user_replikasi host=ip_address_master port=port_master sslmode=prefer sslcompression=0 gssencmode=prefer krbsrvname=postgres target_session_attrs=any'

Sedangkan penanda bahwa server adalah standby/slave adalah file standby.signal

Untuk PostgreSQL 11 ke bawah maka ada versi di mana postgresql.auto.conf terbentuk tetapi tidak ada isinya. Sehingga secara manual harus dibuat file recovery.conf yang berisi seperti:

standby_mode = 'on'
primary_conninfo = 'user=nama_user-replikasi password=password_user_replikasi host=ip_address_master port=port_master sslmode=prefer sslcompression=0 gssencmode=prefer krbsrvname=postgres target_session_attrs=any'

Sedangkan file standby.signal tidak terbentuk, dan sebagai gantinya diganti dengan baris standby_mode = ‘on’ pada file recovery.conf.

Jika kita yakin bahwa database sudah tereplikasi dan direktori data sudah terbentuk dengan baik maka tambahkan konfigurasi postgresql.conf di slave dengan 2 baris ini:

hot_standby = on
hot_standby_feedback = on

hot_standby berfungsi untuk memberi tahu server bahwa server hanya digunakan untuk query read-only (load balancing).

hot_standby_feedback berfungsi untuk mencegah baris-baris data dihapus terlalu cepat dari sisi slave. Hal ini dilakukan dengan memberi tahu server master ID transaksi yang terlama sehingga proses vacuum menunda penghapusan baris tertentu. Penjelasan mengenai vacuum dapat dibaca di sini.
Selanjutnya aktifkan postgresql di mesin slave:

sudo systemctl start postgresql.service
sudo systemctl enable postgresql.service

Memeriksa status replikasi

Untuik memastikan bahwa replikasi antara master dan slave sudah


Rabu
08 Januari, 2020


face

TL;DR: Karena cukup panjang tulisan akan dibagi dalam 3 bagian

  • Bagian 1 : membahas instalasi dan konfigurasi master postgresql
  • Bagian 2 : membahas instalasi dan konfigurasi slave postgresql
  • Bagian 3 : membahas instalasi dan konfigurasi pgpool-II

Tulisan ini adalah Bagian ke-1.

Sebagai pengguna postgresql kadang kita membutuhkan cluster database baik karena pertimbangan HA maupun karena pertimbangan pembagian beban (load balancing). Sayangnya postgresql hanya memiliki implementasi native untuk replikasi tetapi tidak untuk cluster. Sehingga untuk membangun cluster harus menggunakan aplikasi lain. Ada banyak solusi untuk membuat cluster di postgresql dan yang dijelaskan di sini adalah Pgpool-II.

Tulisan ini membahas konfigurasi postgresql cluster (master-slave load balancing). Penjelasan singkatnya:

  • Postgresql dipasang di 3 mesin, 1 master dan 2 slave
  • Pgpool dipasang di 1 mesin terpisah.
  • Replikasi diserahkan kepada postgresql
  • Pgpool akan mengatur load balancing, proses tulis/write (insert, update, delete, dll) akan dilakukan di master sedangkan proses baca/read (select, dll) akan dibagi 3, ke master dan ke-2 slave.

Desain logikal adalah sbb:

Dalam contoh ini dibutuhkan 4 mesin, walaupun bisa saja pgpool dipasang pada mesin master. Pgpool tidak membutuhkan resource yang besar dan tugasnya adalah mendistribusikan beban ke setiap mesin postgresql. Dengan cara demikian postgresql terasa jauh lebih ringan kerjanya dibanding jika kita memiliki 1 mesin postgresql dengan jumlah CPU dan RAM yang sama dengan gabungan 3 mesin postgresql yang bekerja secara load balance.

 

1. Instalasi openSUSE

Siapkan mesin. Untuk implementasi server biasanya saya menggunakan openSUSE Jeos dari http://download.opensuse.org/distribution/leap/15.1/jeos/ atau openstack image dari http://download.opensuse.org/repositories/Cloud:/Images:/Leap_15.1/images/

Tentu saja anda tetap bisa menggunakan image DVD seperti biasa dan menginstall minimum server. Silakan dipilih yang sesuai dengan kondisi anda. Dalam implementasi tulisan ini digunakan 1 mesin untuk pgpool dan 3 mesin untuk postgresql.

Sebagai catatan postgresql bekerja mengandalkan CPU karena itu tuninglah instalasi kernel openSUSE dan konfigurasi postgresql anda. Postgresql.conf harus dituning sesuai dengan kondisi mesin dan implementasinya. Untuk implementasi standar seperti untuk blog, website sederhana atau aplikasi kecil yang transaksinya tidak besar, menggunakan konfigurasi bawaan postgresql.conf sudah memadai, tetapi untuk aplikasi yang membutuhkan kinerja database yang optimum, konfigurasi postgresql.conf harus disesuaikan. Bagaimana melakukan tuning postgresql dan kernel silakan dibaca di sini. Pgpool karena hanya bekerja sebagai proxy cukup hemat dalam penggunaan CPU dan RAM. Sebagai gambaran saya menggunakan postgresql yang saat ini besaran datanya sekitar 15 juta baris, dengan penambahan data sekitar 100 ribu baris perhari. Data kami di-backup per hari, dan setiap sebulan sekali data berumur di atas 6 bulan diarsip. Masing-masing VM postgresql memiliki 4 vCPU dan 4GB RAM. Kondisi beban 100% sekitar 50% dari waktu sisanya dibawah 70%.

2. Instalasi PostgreSQL master node

Tambah repositori, install postgresql

sudo zypper ar -e -f https://download.opensuse.org/repositories/server:/database:/postgresql/openSUSE_Leap_15.1/ postgresql
sudo zypper in --no-recommends postgresql12-pgpool-II postgresql12 postgresql12-server postgresql12-contrib

Di contoh ini saya menggunakan postgresql12, sekiranya anda ingin menggunakan versi yang lain silakan diganti. Di repo postgresql tersedia versi 9.4, 9.5, 9.6, 10, 11 dan 12.

Selanjutnya jalankan


face

Bagi yang terbiasa mengunduh file menggunakan download manager, mungkin banyak pilihan download manager yang dapat digunakan baik melalui ekstensi browser maupun melalui tools di konsole/terminal linux, beberapa alasan saya menggunakan download manager adalah agar dapat melakukan pause dan resume pada file yang di unduh.

pada tulisan ini saya akan memberikan sedikit panduan untuk memasang download manager berbaskasih komentar dan saranyais desktop yaitu JDownlader. JDownloader sendiri adalah tools download manager berbasis open source yang dapat di pasang di banyak platform salah satunya di Linux openSUSE, oke langsung saja buka konsole/terminal dan ketik perintah berikut

wget -c http://installer.jdownloader.org/JD2Setup_x64.sh

kemudian berikan executable pada file

chmod +x JD2Setup_x64.sh

lanjutkan proses pemasangan dengan mengetik perintah berikut

sh JD2Setup_x64.sh

dan lanjutkan intruksi yang tertera di layar

setelah selsai dapat langsung digunakan, jangan lupa untuk di integerasikan dengan ekstensi browser yang di pakai.

apabila ada kendala silahkan berikan komentar dan sarannya, sekian dan terimakasih.

 

 


Senin
06 Januari, 2020


face

Ini cuma ulasan pendek di sela-sela kegalauan turing nyepeda.

Masih mengingat beberapa pe-er komunitas, bareng Ish Sookun untuk mengerjakan beberapa tulisan terkait Kubic, dan turunannya. Belum sempat nyolek lagi. Saya mencoba menulis catatan kecil tentang mainan di akhir tahun. Ini sebenarnya merupakan catatan lama, namun tersisih di mesin berbeda.

Balik ke tema, saya sedang coba-coba menggunakan container daemon selain docker.

Podman

What is Podman? Podman is a daemonless container engine for developing, managing, and running OCI Containers on your Linux System. Containers can either be run as root or in rootless mode. Simply put: alias docker=podman.

Containers under the control of Podman can either be run by root or by a non-privileged user. Podman manages the entire container ecosystem which includes pods, containers, container images, and container volumes using the libpod library. Podman specializes in all of the commands and functions that help you to maintain and modify OCI container images, such as pulling and tagging. It allows you to create, run, and maintain those containers created from those images in a production environment.

podman.io

Kira-kira begitu pengertiannya.

Persiapan Lab

Saya mencoba podman di minipc saya dan di laptop dalam vagrant. Step-step berikut saya lakukan dalam vagrant. Berikut Vagrantfile saya:

Vagrant.configure("2") do |config|
  config.vm.box = "opensuse/Tumbleweed.x86_64"
  config.vm.box_version = "1.0.20191231"

  config.vm.define :podman do |podman|
    podman.vm.host_name="podman"
    podman.vm.network "private_network", ip: "192.168.33.99", bridge: "wlan0"
    podman.vm.provider "virtualbox" do |vb|
      vb.memory = "1024"
    end
  end
end

Lanjut dengan vagrant up dan vagrant ssh. Akan login sebagai user vagrant

Bacaan Podman

Memasang Podman

sudo zypper in slirp4netns podman

Rootless

sudo bash -c 'echo 10000 > /proc/sys/user/max_user_namespaces'
sudo bash -c "echo $(whoami):100000:65536 > /etc/subuid"
sudo bash -c "echo $(whoami):100000:65536 > /etc/subgid"

Menjalankan Podman

FYI: ubi=Red Hat universal base image

podman pull registry.access.redhat.com/ubi8/ubi
podman run --name redhat registry.access.redhat.com/ubi8/ubi cat /etc/os-release
podman rm redhat

Podman Cheat Sheet

podman login docker.io
podman search tuanpembual
podman run docker.io/tuanpembual/hello
podman run --rm --name hello -p 8080:80/tcp docker.io/tuanpembual/hello
podman rm hello

Sampe batas ini, ya memang benar kita bisa dengan entengnya membuat alias docker=podman.

Buildah

Bacaan Buildah

Buildah – a tool that facilitates building OCI container images.

Buildah.io

Buildah adalah tool buat bikin container images, dengan beberapa fitur yang menawan, diantaranya:

  • Tidak ada Daemon. Jadi kalo mau build image ya tinggal build aja.
  • Buat image dari nol(scratch) atau dari image yang sudah jadi.
  • Merupakan Build tools external, sehingga memiliki karakter:
    • Ukuran image lebih kecil
    • Membuat lebih aman dengan tidak memasukkan software untuk membuat container (like gcc, make, and dnf) within the resulting image.
    • Membutuhkan resource yang lebih kecil untuk mengirim images.

Buildah is able to operate without Docker or other container runtimes by storing data separately and by including features that let you


Sabtu
04 Januari, 2020


face

Tuning konfigurasi dilakukan agar instalasi PostgreSQL kita dapat bekerja secara optimal. Sebagian besar kita mungkin menganggap bahwa yang penting adalah CPU dan RAM yang besar, kenyataannya tidak demikian. Seringkali ditemukan instalasi PostgreSQL di mesin-mesin yang memadai secara spesifikasi tapi tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Memang hal ini tidak hanya tergantung dari database saja, tapi juga bagaimana efisiensi aplikasi (baca coding), efisiensi query serta teknik mengolah datanya. Tulisan ini membahas cara untuk men-tuning konfigurasi PostgreSQL server. Walaupun tidak ada aturan baku bagaimana men-tuning PostgreSQL, tulisan ini mudah-mudahan dapat dijadikan acuan.

1. Menggunakan pgtune website

Silakan masukan konfigurasi mesin dan data lain yang dibutuhkan pada website tersebut. Konfigurasi postgresql.conf akan dihasilkan dari masukan informasi yang diberikan.

2. Menggunakan postgresqltuner

Download postgresqltuner script dari halaman github. Salin berkas postgresqqltuner.pl ke direktori /var/lib/pgsql/data dan jalankan dengan

perl postgresqltuner.pl --host=127.0.0.1 --database=nama_database --user=nama_user --password=password_user

Silakan ikuti saran yang dihasilkan oleh script tersebut.

3.Penggunaan shared buffer

Halaman dokumentasi postgresql 12 menyebutkan:

Shared_buffers adalah jumlah memory yang digunakan sebagai shared memory buffers. Nilai defaultnya adalah 128 MB, tetapi bisa saja lebih kecil jika pengaturan kernel tidak mendukung. Ukuran minimum adalah 128 KB, biasanya diset agak lebih tinggi dari nilai minimumnya untuk mencapai unjuk kerja yang lebih baik. Pengubahan nilai membutuhkan restart database. Jika anda memiliki database server dengan 1 GB RAM atau lebih, mulailah dengan menset shared_buffers sebesar 25% dari total RAM. Kemungkinan akan ada beban kerja dimana dibutuhkan shared_buffers yang lebih besar,  tetapi karena PostgreSQL juga bergantung kepada cache sistem operasi maka alokasi yang lebih besar dari 40% untuk shared_buffers tidak meningkatkan unjuk kerja PostgreSQL. Biasanya pengalokasian yang besar untuk shared_buffers dibutuhkan ketika kita meningkatkan ukuran max_wal_size, untuk kebutuhan menjalankan beberapa proses tulis data yang besar dalam periode yang lama (sumber: https://www.postgresql.org/docs/12/runtime-config-resource.html).

Beberapa poin penting dari dokumentasi di atas:

  • gunakan shared_buffers dengan ukuran 25% dari total RAM
  • jika ukuran max_wal_size diperbesar (default=1GB) kemungkinan dibutuhkan memperbesar ukuran shared_buffers, tetapi perhatikan pula kebutuhan memori untuk sistem operasi
  • PostgreSQL juga bergantung kepada cache sistem operasi, jadi peningkatan shared_buffers tidak dianjurkan karena bisa diganti dengan pemanfaatan cache sistem operasi

Sebelum kita melangkah lebih jauh, perhatikan kalimat dari dokumentasi PostgreSQL di atas “… PostgreSQL juga bergantung kepada cache sistem operasi …” . Saatnya  kita ulang sedikit pengetahuan kita tentang konsep sistem operasi.

a. Aplikasi dan sistem operasi berjalan dalam virtual memory

Setiap proses memiliki impresi bahwa proses bekerja dengan bagian memori yang besar dan berurutan (contigous) (https://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_memory).

b. Sistem operasi mengelola sebuah page table untuk memetakan virtual memory ke dalam memori fisik (lihat http://courses.teresco.org/cs432_f02/lectures/12-memory/12-memory.html)

c. Address translation logic diimplementasikan oleh memory management unit (MMU) (baca https://en.wikipedia.org/wiki/Memory_management_unit)

d. MMU menggunakan cache pages yang sering digunakan ulang dikenal sebagai Translation Lookaside Buffer (TLB) (baca https://en.wikipedia.org/wiki/Memory_management_unit)

e. Aplikasi akan memanfaatkan TLB, yang pertama dilakukan adalah mencari di TLB:

  • jika alamat address mapping yang

Minggu
20 Oktober, 2019


face

Akhirnya perhelatan ini selesai. Berlokasi di Fakultas Teknik, Universitas Udayana Bali, 4-6 Oktober 2019. Saya berkesempatan berkontribusi sebagai panitia remote. Iya remote. Acara di Pulau Bali, tetapi panitianya di Blok M.

Hari 0, Jumat

Saya mendarat ke Bali, Jumat dini hari dengan Air Asia. Sepertinya merupakan penerbangan terakhir AA dari JKT ke DPS. Keluar gate, kemudian pesan gojek ke Nirmala Hotel. Lanjut bersih-bersih dan tidur. Saya termasuk tim yang telat sampe Bali. Kukuh dan Rifki sudah dari hari Rabu beredar di Denpasar

Jumat pagi, start pukul 7 pagi, saya beredar ke kampus. Briefing volunteer sebentar. Kemudian memastikan acara kuliah umum pagi lancar, meski ada kendala sedikit. Menghitung jumlah konsumsi Sabtu dan Minggu, menu konsumsi Jumat siang dan makan malam, transfer-transfer. Hari Jumat punya beberapa agenda, pagi kuliah umum, siang community meeting dan makan malam bersama di Pantai Jimbaran.

Konferensi kali ini menghadirkan 53 pembicara, 22 dari luar negeri, 31 dari indonesia. 180 peserta, 11 luar negeri, 40 volunteer, 15 panitia. Cukup banyak. Dan bocorannya ada 91 proposal yang masuk namun hanya 52 proposal yang diterima.

Setelah selesai briefing dengan volunteer, Kukuh dan saya bergeser ke Pizza Hut memesan 2 pizza sedang, sekalian menjemput Ish Sookun dan Xabier Arbulu. Lanjut menuju GoWork park 23. Meeting dihadiri perwakilan beberapa negara, board member dan direktur opensuse.

Meeting dibuka dengan makan besar sejak pukul 13.30. Selanjutnya merapatkan beberapa isu yang sedang hangat dan beberapa saran untuk beberapa hal. Meeting ditutup pukul 16.30. Beberapa catatan meeting bisa diakses di milis.

Pukul 16.30 kita bergeser ke New Furama Jimbaran Bali untuk dinner di pantai sambil menikmati sunset dengan menu seafood sembari ombrolan-obrolan singkat. Saya cuma ikut hingga pukul set 8 malam. Kemudian bergeser ke kampus dengan Kukuh. Karena ada beberapa bagian yang butuh rundingan Kukuh dan saya.

Sampai di kampus, saya berbagi tugas dengan Kukuh. Kukuh mengatur rundown, gladiresik. Saya menuju persiapan daftar ulang peserta besok pagi, mengatur lokasi daftar ulang, pembagian kaos, kemudian lanjut sweeping lokasi makan dan snack dari lantai 4 hingga turun ke bawah. Breafing lagi dan croscek persiapan pameran dan tim video. Pukul 11 malam saya balik ke hotel.

Hari 1, Sabtu

Pukul 7 saya sudah di kampus, sembari menyusun pembagian kaos. Pukul set 8 breafing panitia, kemudian saya bergeser ke pendaftaran peserta, ngurus sesuai abjad. Setelah peserta aman, saya bergeser ke lantai 4. Ternyata acara agak molor kemudian memutuskan untuk menghapus beberapa slot agar jadwal tetap tepat waktu.

Jam 9 acara kita mulai. Pembukaan diawali dengan Tarian Sekar Jagad, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambutan dari Civitas Akademis. Lanjut keynote speaker Simon Lee dan Dr. Axel Braun dari board openSUSE dan Keynote dari Simplify 8 Inc – Attila Pinter. Sesi keynote ditutup dengan foto bareng dan rehat kopi. Setelah itu saya ikut beberapa kelas hingga jeda makan siang.

Saya berkesempatan hadir di kelas workshop Ibu Sunny “We are openSUSE Asia Community”. Workshop ini membahas hal menarik bagi saya. Bagaimana kegiatan rutin di masih-masing negara, Bagaimana panitia Asia menyiapkan Summit, persiapan apa yang dilakukan dalam tenggat waktu tertentu.

photo6106885437382568251

IMG_0583

Jam 4


Jumat
18 Oktober, 2019


face

It’s been my sixth GNOME Asia Summit that I attend. My first time was in Beijing, at Beihang University. Then every year I help to organize and collaborate with local organizer. I only skipped not attending when it was in Chongqing.

After last year, me and Sammy Fung become Leader/Co-Leader of Asia Committee. Asia Committee is not formal department or suborganization in GNOME Foundation. It contained few people who active at promoting GNOME in Asia. Mostly from people who become local organizer and people who always attend in several years. And personally I knew and meet them in few conference. Probably I will ask board to make this Asia Committee to become formal one.

This conference held in Gresik City, East Java. This city is supporting city for Surabaya (capital of East Java province). It’s small city with growing community right now. One of community is Gresik Dev who become local organizer. FOSS generaly and GNOME in specialy is not recognized by common people. This point of view that lead me to ask Gresik Dev to promoting FOSS and GNOME. Local organizer contain Gresik Dev Community and student from UISI and UMG (both of them the most popural university in Gresik).

This conference, I helping local organizer as steering committee (consultant). One of my reason to proactive in this event is I was born in this city near four decades ago. Probably they see me as dictator because I wanna make this conference as good as possible with limited resource.

I’m driving my car to go to Gresik City. It’s near 800 km from Bogor (city which I live). I arrived on Wednesday afternoon. In Thursday I helping to pickup few speaker from airport. One of my duty is to manage transportation for foreigner from airport to hotel, hotel to venue, vice versa. Since also me that know most of foreigner speaker. So on Friday my duty is become driver and introduce several speaker to each other.

Friday is workshop day, mostly I spent my time to chit chat with all speaker that already arrive and introduce to each other, also make sure tomorrow everything is going well. In this day, I know theres few newcomers that also become speaker. Mostly they got nervous because first time experience. So little bit lack on preparing and predicting the audience. At night we have welcome party and I have long talk with Gaurav and Andre Klapper.

Saturday is first day of conference. I see many participant that not familiar with GNOME but they willing to join this conference. Also I realized that long time bonded friends who often going to GNOME Asia Summit is me, Bin Li and Andre Klapper. English is become little bit problem because this not native language. But the master of ceremony is doing their job amazingly. The person who in charge of slide and projector need to use GNOME and Linux more often. 🙂

Goodiebag and it’s content. Photos taken by Neil

Kamis
10 Oktober, 2019


face

The openSUSE community concluded its sixth openSUSE.Asia Summit this weekend at the Fakultas Teknik of the Universitas Udayana in Bali, Indonesia. I join as speaker, and remotely committee.

This summit start form 4-6 October 2019. At first day, Friday. We held community meeting at Go Work Park 23 with attend around 18 delegation from country around Asia. The meeting notes has been sent to mailing list by Douglas.

Day 1 Summit, Saturday

The Summit started off with a ceremonial dance, Tari Sekar Jagad and opening remarks from the university’s staff. After that, keynote speaker, Simon Lee and Dr. Axel Braun from the openSUSE Board provided attendees with a status update about the openSUSE Project and then Keynote from Simplify 8 Inc – Attila Pinter.

Before coffee break, we take group photo with all participant and speakers. After that we continue with parallel class. 6 speakers at 6 rooms. After lunch, I join Sunny’s Workshop “We are openSUSE Asia Community”, talk about all things at Asia, How committee prepare for summit and many things. Day 1 closing by choosing who win door prize from sponsor.

And for day 1 we have dinner with all speakers, committee and volunteer at Mak Jo Resto, Jimbaran.

Day 2 Summit, Sunday

Opening by Kukuh Syafaat. He talk about number of statistic about this year conference. And after that play video Highlight openSUSE Asia Summit 2019 – Day 1. Announce the winner logo competitions. Sunny bring mysterious box to Winner and last, handover openSUSE Asia Album from last year committee, Sakana from Taiwan Team to Kukuh, this year team. After that, Keynote from openSUSE, introduced Gerald Pfeifer as the new chairperson for openSUSE. GNOME‘s Executive Director Neil McGovern gave a keynote after that. Before coffee break, we take photo again.

Handover Album

After lunch, I start my workshop “Reliable Deployments with Kubernetes and Istio” at rooms 203B. You can find my material at http://github.com/tuanpembual/bali. Then take photo.

After 2nd coffee break, I join aula swastika, prepare winner for door prize again. At 4 pm, we start Lightning Talk Session with Gong sound. :D. First speaker is Ariez Vachha, then Herpiko, Ish Sookun and Sobha Tyagi. After LT Session, Kukuh take over podium. We play Highlight openSUSE Asia Summit 2019 – Day 2.

After that we call all volunteer to stand front of podium. Thank you very much to volunteer, for help committee prepare and doing summit. See you next year!!

Prepare Summit

Thank you to sponsors who helped to maked the summit a success. SUSE, Simplify8, Radiant Utama Interinsco TBK, MyCoop, PT Boer Technology, Excellent, Bogorwebhost, Linksys, Fans.co.id, Coly Li.

And thanks to openSUSE who sponsor my travel.

Button-filled-colour

Estu~


Selasa
13 Agustus, 2019


face

Setelah seluruh berkas dokumen legal dan administrasi yayasan selesai diproses, sejak bulan lalu yayasan Ultima Insani Madania mulai beroperasional.

Acara pertama adalah pemberian hadiah untuk siswa/siswi/santri berprestasi : https://www.insanimadania.id/acara-di-yayasan-ultima-insan…/

Secara operasional kegiatan, setiap bulan yayasan Ultima Insani Madania mendapat donasi dana CSR dari PT. Excellent Infotama Kreasindosebesar Rp. 1.500.000,-. ditambah dengan pemasukan lain berasal dari donasi pribadi/perorangan.

Untuk pengeluaran rutin bulanan, saat ini beberapa item pengeluaran adalah sebagai berikut :

1. Biaya untuk operasional pengajian bulanan. Ditetapkan sebesar Rp. 500.000,- untuk keperluan pembayaran listrik, penambahan/penggantian kelengkapan buku dan lain-lain

2. Pemberian santunan rutin bulanan berupa beras sebanyak 5 liter per orang sebanyak 16 orang. Total sebanyak 80 liter beras. Santunan diutamakan pada lansia yang tidak bekerja/tidak memiliki penghasilan tetap. Pembelian dilakukan sebanyak 2 karung beras @60 liter, jadi total beras sebanyak 120 liter.

Dari 40 liter beras (120 liter – 80 liter), dibagikan kepada pengajar pengajian sebanyak masing-masing 10 liter/orang. Sisa 10 liter dijadikan sebagai cadangan darurat jika ada yang membutuhkan

1 karung beras berisi 60 liter harganya sekitar 450 s/d 500 ribu rupiah, tergantung dari kualitas berasnya.

3. Ada donasi langganan majalah Bobo dan National Geographic untuk keperluan tambahan koleksi di Taman Bacaan Excellent. Mulai berjalan mulai bulan Agustus 2019 ini

Saat didirikan, modal dasar yayasan sebesar Rp. 15 juta rupiah. Dari donasi tetap CSR Excellent 1.5 juta rupiah per bulan, ada pengeluaran tetap dengan nilai sejumlah itu juga. Jadi tambahan asset yayasan berasal dari donasi personal lainnya.

Saya berpikir-pikir, kira-kira upaya apa yang elegan, normal dan masuk akal yang bisa dilakukan untuk menambah asset modal yayasan sehingga bisa meningkatkan jumlah santunan sekaligus membuat yayasan lebih mandiri.

Saya paham, namanya juga yayasan baru berdiri, yang penting sabar dan stabil agar jalannya tidak oleng. Meski demikian, jika ada tambahan pemasukan yang baik dan berkah, mengapa tidak kan ya 🙂

Jadi saya mengambil langkah pertama, yaitu menginformasikan ke group keluarga besar, jika mau beramal, berapapun nilainya, bisa ditujukan ke rekening yayasan. Alhamdulillah ada tambahan yang masuk.

Saya juga mengalihkan hasil penjualan buku untuk dijadikan sebagai donasi yayasan (tanpa mengubah/mengurangi hak royalti penulis)

Kemudian ada piutang personal yang pembayarannya dilakukan secara bulanan, atas kesepakatan, prosesnya bisa dialihkan juga untuk penambah modal dan asset yayasan.

Yang berikutnya adalah hasil kolam ikan dan kebun, rencananya sebagian pendapatannya bisa dijadikan sebagai tambahan donasi meski nilainya tidak terlalu besar.

Harapan saya, diakhir tahun ini asset yayasan bisa mencapai Rp. 50 juta. Ini adalah target terdekat agar yayasan bisa mulai belajar menata diri dan memulai awal menghidupi dirinya sendiri.

Website yayasan : https://www.insanimadania.id

Catatan : Bagi rekan-rekan yang tertarik berdonasi baik berupa uang, buku bacaan, majalah, buku iqro, buku yasin, al-quran dan lain-lain silakan menggunakan halaman kontak pada website yayasan.


Senin
29 Juli, 2019


face

Beberapa waktu yang lalu ada acara Zimbra partner di Jakarta. Namanya Zimbra Activ8, mengenai partner briefing terkait pengembangan produk Zimbra dimasa depan. Acaranya diadakan di The Westin Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Acara ini juga diselenggarakan bersamaan dengan acara Customer Appreciation Lunch, undangan makan siang untuk beberapa customer Zimbra sebagai bentuk apresiasi Zimbra terhadap customer yang sudah menggunakan Zimbra Network Edition untuk keperluan messaging mereka.

Team Excellent hadir mendampingi karena ada beberapa customer Excellent yang diundang. Ini juga sebagai bentuk apresiasi Excellent untuk customer yang memilih Excellent sebagai partner professional services terkait implementasi dan maintenance infrastruktur Zimbra di kantor klien.

Thanks untuk team Zimbra untuk acara yang menarik dan berkesan ini dan thanks untuk semua customer maupun rekanan yang berkenan hadir. Appreciate!


Minggu
07 Juli, 2019


face

“Assalamu’alaikum, dengan Rifki PTIK dari UNS?”, begitulah chat yang datang kepada saya ketika bulan ramadan, balasan dari saya cuma singkat “Ya, ini dengan siapa?”, dia pun menjelaskan nama dan maksud dia menghubungi saya, sempat terkejut ketika dia menyebutkan kalau dia mendapatkan rekomendasi dari temannya untuk mendatangkan say a di acara yang akan digelar di kampusnya. Saya agak ragu untuk meng-iyakan tawaran tersebut. Karena acara akan diadakan dua atau tiga minggu setelah lebaran. Saya ragu karena lebaran saya tidak cukup satu minggu selesai begitu saja, saudara banyak dan masih banyak hal lain yang membuat saya terhenti di kota kelahiran saya, Jakarta. Dengan berbagai keputusan, saya pun menjawab tawaran tersebut dengan “Oke, saya bersedia”. Saya diundang untuk menjadi narasumber terkait dengan diskusi bareng seputar Linux, dan Open Source, dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki di bidang tersebut. Dan karena saya masih muda juga, kapan lagi saya dapat kesempatan seperti itu.

Mendongeng

H-1 acara, saya balik ke Solo. sampai di kost, kostan saya sudah bersih berkat Ibu kost yang baik hati (Terima Kasih Bu!). Tidur sebentar dan bersiap pergi. Acara diadakan di UMS (Universitas Muhammadiyyah Surakarta), tepat di belakang gedung Siti Walidah. Ternyata saya sudah ditunggu oleh peserta yang hadir. Acara pun berlangsung dengan khidmat, karena merupakan kampus Islam, jadi diawali dengan salam dan pembacaan Alquran. Saya pun maju dan mulai berdongeng, hal yang menjadikan saya kaget adalah ternyata banyak sekali orang – orang yang pakai Open Source di Solo Raya.

Pembacaan Alquran

openSUSE.Asia Summit

 

 

 

 

 

 

 

Panitia memberikan saya waktu berdongeng 30 menit. ya waktu yang sangat lama untuk membicarakan OpenSource. dengan ajakan “Masa anak UMS pakai software bajakan, emang Islam ngajarin kita buat dosa?” Saya berani berkata seperti itu ya karena mereka semua mayoritas Islam, setelah perkenalan tentang Open Source lebih jauh, saya mengenalkan mereka dengan distro favorit saya,openSUSE. Distro yang menjadi perantara saya menjadi orang yang “halal” seperti sekarang. Ajakan yang dimulai dengan “Open Source bisa membahagiakan tapi tidak membuat sengsara” Hal yang membuat pemakai Open Source tertarik adalah tantangan, jika pandai maka akan beruntung, jika bosan maka ya gak betah, seperti perasaan manusia ke manusia lain pada umumnya. Tak lupa saya mengajak mereka untuk mengikuti acara yang akan diselenggarakan oleh openSUSE, yakni openSUSE.Asia Summit 2019 pada tanggal 5-6 Oktober di Bali, Indonesia. Suatu hal yang membanggakan bagi Indonesia karena diberikan kesempatan kedua kalinya untuk mengadakan acara Open Source yang bergengsi di Indonesia.

Para pembaca jangan lupa datang ya!.

Acara yang dadakan tapi tetap menarik. Kalian keren FOSTI UMS!.

Me in Action

Next Summit


Minggu
24 Februari, 2019


face

Setelah disiapkan beberapa lama, akhirnya buku dan ebook Active Directory Berbasis Linux Samba 4 secara resmi dirilis dan sudah bisa didapatkan via Google Play maupun melalui Tokopedia dan Bukalapak.

Active Directory Berbasis Linux Samba 4 ini merupakan versi update dari rilis sebelumnya, dengan perbaikan-perbaikan materi dan penyesuaiannya dengan perkembangan terkini.

Apa itu Linux Samba 4?

Samba provides file and print services for various Microsoft Windows clients and can integrate with a Microsoft Windows Server domain, either as a Domain Controller (DC) or as a domain member. As of version 4, it supports Active Directory and Microsoft Windows NT domains.

Jadi Samba 4 adalah software yang berjalan pada sistem Linux yang menyediakan layanan Active Directory, Domain Controller, File dan Print Sharing dan dapat diintegrasikan dengan sistem berbasis Windows, baik dengan Windows Server maupun Windows Client. Meski memiliki basis Linux, saat klien Windows berkomunikasi dengan Samba 4, si Windows tidak merasa jika ia berhubungan dengan Linux, karena Samba 4 mimicry sifat-sifat Windows server, sehingga klien Windows maupun Windows Server akan merasa berhubungan dengan sesama sistem operasi Windows.

Ebook dan buku Active Directory Berbasis Samba 4 ini cocok bagi perusahaan yang ingin tetap memberikan layanan Active Directory dan PDC/BDC berbasis Windows namun ingin menggunakan kapabilitas Linux, selain tentunya bisa menghilangkan kebutuhan lisensi Windows Server.

Disusun dalam bentuk tutorial tahap demi tahap, buku dan ebook ini merupakan buku panduan yang digunakan untuk training dengan judul yang sama pada layanan training Excellent.

Link

Catatan

Status untuk buku cetak tertulis “Preorder” namun karena sudah diproses cetak pekan lalu, bukunya sudah bisa dikirim mulai pekan depan.


Selasa
19 Februari, 2019


face

Merujuk pada pemberitaan di https://blog.documentfoundation.org/blog/2019/02/19/first-libreoffice-asia-conference/ tentang acara Konferensi LibreOffice Asia yang pertama kali, berikut terjemahan dari media rilis tersebut:

 

Konferensi LibreOffice Asia yang pertama kali akan diadakan pada 25-26 Mei 2019 di Nihonbashi, Tokyo, Jepang

Ini adalah konferensi LibreOffice yang pertama menjangkau Asia, area yang memiliki pertumbuhan perangkat lunak berbasis FOSS yang sangat pesat.

Berlin, 18 Februari 2019 – Setelah kesuksesan besar Konferensi LibreOffice Indonesia pada tahun 2018, para anggota dari komunitas Asia memutuskan untuk mengangkat isu ini di 2019 dengan Konferensi LibreOffice Asia yang pertama kali di Nihonbashi – pusat kota Tokyo, Jepang – pada 25-26 Mei 2019.

Sebagai salah satu penyelenggara, Naruhiko Ogasawara, anggota dari komunitas LibreOffice Jepang dan The Document Foundation, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Saat kami mengadakan LibreOffice Mini Conference Japan 2013 sebagai acara lokal, kami hanya sedikit mengetahui tentang komunitas-komunitas di belahan lain Asia,” ucap Naruhiko. “Kemudian tahun ini kami menghadiri LibreOffice Conference dan acara di Asia lainnya seperti openSUSE Asia, COSUP, dan lain sebagainya. Kami menyadari bahwa banyak rekan-rekan kami yang aktif dan bahwa komunitas kami harus belajar banyak dari mereka. Kami bangga dapat mengadakan Konferensi Asia yang pertama dengan rekan-rekan kami untuk lebih memperkuat kemitraan tersebut.

“Ini lompatan takdir yang nyata,” ucap Franklin Weng, salah seorang anggota dari Asia di Dewan Direksi The Document Foundation. “Asia adalah daerah yang perkembangannya sangat pesat dalam mengadopsi ODF dan LibreOffice, tetapi ekosistem kami untuk LibreOffice dan FOSS belum cukup baik. Dalam konferensi ini kami tidak hanya mencoba membuat ekosistem FOSS di Asia lebih baik, tetapi juga untuk mendorong anggota komunitas Asia menunjukkan potensi mereka.”

Beberapa anggota inti dari The Document Foundation akan menghadiri konferensi ini, termasuk Italo Vignoli, pimpinan tim pemasaran dan hubungan masyarakat dan wakil ketua Komite Sertifikasi LibreOffice, dan Lothar Becker, juga wakil ketua Komite Sertifikasi. Selain itu, akan ada anggota komunitas dari Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Jepang dan mungkin China yang hadir.

Poin dari konferensi ini meliputi:

  • Workshop bisnis – yang akan dipandu oleh Lothar Becker dan Italo Vignoli, ketua dan wakil ketua Komite Sertifikasi LibreOffice dari The Document Foundation. Lothar dan Italo akan membahas tentang layanan bisnis – apa yang mendasar dari layanan bisnis LibreOffice, status bisnis LibreOffice saat ini di Eropa, Asia dan wilayah geografis lainnya, dan bagaimana kita dapat saling mendukung, dan lain sebagainya.

  • CJK Hackfest – yang akan dipimpin oleh Mark Hung, seorang Pengembang LibreOffice Tersertifikasi di Taiwan, untuk membahas dan meretas masalah CJK di LibreOffice.

  • Wawancara Sertifikasi – Wawancara Sertifikasi LibreOffice kedua di Asia akan diadakan selama LibreOffice Asia Conference, yang dipandu oleh Italo Vignoli dan Lothar Becker, ketua dan wakil ketua Komite Sertifikasi LibreOffice saat ini. Sejauh ini total 4 atau 5 kandidat akan diwawancarai untuk Profesional Migrasi Bersertifikat LibreOffice dan Pelatih Bersertifikat LibreOffice.

  • Sertifikasi Lokal Asia untuk LibreOffice – yang akan dipandu oleh Franklin Weng dan Eric Sun, dua anggota TDF dari Taiwan, yang akan memperkenalkan ide-ide agar memiliki keterampilan LibreOffice dan sertifikasi pelatih di Asia.

Call for proposal akan segera diluncurkan pada bulan Februari. Selain topik di atas, topik terkait LibreOffice dan ODF lainnya juga diterima.


Senin
07 Januari, 2019


face

Excellent memiliki beberapa markas. Ada markas Excellent DJ yang merupakan rumah saya sekaligus menjadi awal lokasi “kantor” Excellent pertama kali, ada markas Excellent Premier Serenity yang menjadi kantor operasional saat ini, ada juga markas Taman Bacaan Excellent berupa kebun buah dan kolam ikan (Excellent Farm).

Markas Excellent DJ dan markas Excellent Premier Serenity merupakan lokasi data center kecil-kecilan, ditambah dengan data center kecil juga di Gedung Tifa Jakarta. Untuk melakukan pengelolaan sistem di lokasi berbeda ini, saya kerap menggunakan aplikasi SSH, Remote Desktop (RDP), Team Viewer atau AnyDesk.

Karena koneksinya timbul tenggelam, pengalaman remote berbasis desktop ini kurang menyenangkan. Saya lebih memilih untuk mengaktfikan akses VPN.

Kebetulan di masing-masing markas Excellent ada Synology yang digunakan sebagai shared storage, media penyimpanan file sekaligus backup data. Synology memiliki feature yang cukup komplit dan konfigurasinya relatif mudah.

AKTIVASI VPN SERVER

Untuk mengaktifkan VPN pada Synology, berikut adalah prosesnya :

  • Login ke Synology
  • Masuk ke menu Package Center dan search VPN
  • Aplikasi VPN ada pada group Utilities. Klik Install untuk melakukan instalasi package-nya
  • Setelah package terinstall, pilih menu Open
  • Aktifkan salah satu atau beberapa pilihan VPN server. Ada VPN server berbasis PPTP, OpenVPN dan L2TP. Sebagai contoh, saya menggunakan OpenVPN. Lakukan setting terkait OpenVPN termasuk maksimum koneksi, authentikasi, port dan lain-lain
Dashboard tampilan konfigurasi VPN Server
  • Setelah selesai, klik Apply
  • Pastikan port 1194 UDP disisi firewall sudah diopen
  • Scroll ke bagian bawah konfigurasi dan pilih menu Export Configuration. File konfigurasi dalam format .zip ini berisi file konfigurasi OpenVPN, readme dan file SSL Certificate dan bisa dipergunakan sebagai media import konfigurasi koneksi menggunakan VPN Client

KONEKSI KE VPN SERVER

  • Download aplikasi OpenVPN Client sesuai dengan sistem operasi yang dipergunakan. Jika menggunakan Windows bisa menggunakan aplikasi VPN dari website OpenVPN sedangkan jika menggunakan Linux bisa melakukan instalasi paket OpenVPN melalui repo Linux masing-masing. Karena saya menggunakan Mac, saya memilih aplikasi TunnelBlick.
  • Pada aplikasi yang digunakan, pilih menu import file .opvn yang ada dalam file .zip. Jangan lupa sesuaikan alamat server pada file konfigurasi tersebut. Jika menggunakan Linux, bisa menggunakan perintah : openvpn –config client.ovpn
  • Jika sudah terkoneksi, test akses IP lokal disisi VPN server, seharusnya sudah bisa diakses
Tampilan koneksi VPN menggunakan Tunnelblick

Contoh diatas saya menggunakan OpenVPN namun aktivasi PPTP dan L2TP secara prosedur hampir sama. Sedikit perbedaan hanya disisi klien saja.

Dengan menggunakan VPN, saya bisa bekerja dengan mudah dan memiliki banyak pilihan akses terhadap server yang ada disisi remote. Karena server disisi data center Tifa memiliki spesifikasi yang cukup tinggi, saya bisa menggunakannya sebagai server simulasi untuk keperluan penulisan update buku VMware vSphere 6.7.

Disisi lain, saya juga tidak perlu selalu melakukan remote GUI, baik ke data center Tifa maupun ke markas Excellent lainnya karena bisa melakukannya dengan mekanisme SSH atau akses via Web tanpa perlu melakukan setting port forwarding berbagai macam port.

CATATAN

  • Dalam beberapa kasus, segmen IP lokal disisi VPN server tetap tidak bisa diakses/ping meski sudah memilih menu “Allow clients to access servers LAN”. Jika ini yang terjadi, jangan berputus asa atau mutung 🙂 melainkan cari solusinya, hehehe… Solusinya, edit

Jumat
04 Januari, 2019


face

Hari Sabtu, 29 Desember 2018 yang baru lalu, saya bersama 2 orang engineer team Excellent, Ahmad Imanudin dan Rizky Pratama, melakukan upgrade sistem mail server. Upgrade sistem mail server bagi kami bukan sesuatu yang baru, namun persiapan untuk kali ini membuat saya dan team under pressure karena data yang terlibat cukup besar, sebagian data berada di lokasi geografis dan protokol terpisah, upgrade yang dilakukan bersifat semi major dan ada perubahan plugins dari awalnya plugins terpisah menjadi plugin internal.

Rencana awal, upgrade dilakukan pada pertengahan bulan Desember 2018, namun atas pertimbangan fleksibilitas waktu dan mengingat ada kegiatan stock opname akhir tahun, akhirnya proses upgrade diundur menjelang akhir tahun.

Dengan mempertimbangkan skala upgrade dan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, saya meminta engineer senior untuk mengawalnya. Itu sebabnya Ahmad Imanudin dan Rizky Pratama yang diset sebagai Person In Charge (PIC) dengan pertimbangan kapabilitas, jam terbang dan pengalaman mereka melakukan hal yang mirip di klien lain.

Beberapa minggu sebelum pelaksanaan upgrade, kami melakukan meeting bersama mengenai skenario dan strategi upgrade, termasuk berdiskusi mengenai preliminary check dan kemungkinan implikasi dari proses upgrade. Setelah skenario dan strategi disepakati, kami membuat sandbox server, yaitu salinan server production untuk dijadikan sebagai media simulasi upgrade.

Masalah yang muncul saat simulasi langsung dicarikan solusinya. Kami juga berdiskusi dengan pihak prinsipal untuk beberapa masalah yang tidak bisa langsung dieskalasikan. Persiapan dan simulasi yang dilakukan membuat kami bisa mencegah kemungkinan adanya masalah saat upgrade.

Meski hati berdebar-debar, dengan persiapan yang dilakukan sebaik mungkin, akhirnya schedule waktu definitif untuk upgrade ditentukan.

Seminggu menjelang proses upgrade, saya bersama keluarga melakukan perjalanan liburan sekaligus kondangan ke Brebes-Kebumen-Salatiga-Semarang. Perjalanan ini sebagai bagian dari liburan keluarga, namun sebagian pikiran saya masih tertuju pada rencana upgrade dan kemungkinan resikonya.

Karena sudah disiapkan sebaik-baiknya, saya pikir apa yang terjadi, terjadilah. Jadi di Sabtu selepas maghrib, saya meluncur ke kawasan Sudirman, bergabung dengan Ahmad dan Rizky yang terlebih dahulu meluncur kesana.


Sampai di kantor klien, kami shalat Isya terlebih dahulu, kemudian mengecek persiapan upgrade yang sudah direncanakan. Proses kick off upgrade akan dilaksanakan tepat pukul 23.00 WIB, namun beberapa jam sebelumnya ada schedule proses snapshot dan finalisasi backup.

Tepat pada pukul 23.00 WIB proses upgrade dilaksanakan, dimulai dengan mematikan seluruh services cluster server, melakukan snapshot akhir dan kemudian menjalankan proses upgrade sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan. Rizky bertindak sebagai eksekutor dan Ahmad sebagai supervisor. Saya sebagai team hore yang mengawasi proses upgrade sambil berbincang dengan IT pihak klien.

Meski sudah disiapkan sebaik-baiknya, masih ada beberapa hal diluar dugaan yang muncul. Meski demikian, dengan latar belakang pengalaman yang mumpuni, Rizky bisa mengatasinya dengan baik. Ahmad hanya sesekali memberikan arahan sementara saya mulai mengantuk dan mencoba berjalan-jalan sambil sesekali mengecek pekerjaan Rizky.

Beberapa jam sebelum waktu yang disediakan habis, Rizky sudah berhasil melakukan upgrade. Tahap selanjutnya adalah melakukan sampling pengecekan sesuai dengan timeline dan ujicoba akses menggunakan beberapa account. Ada beberapa hal yang perlu disesuaikan namun secara umum proses upgrade dapat dengan mulus dilakukan.

Setelah proses upgrade selesai dan pengecekan dinyatakan OK oleh pihak klien, kami bisa berpamitan untuk


Senin
24 Desember, 2018


face

GNOME merupakan DE (Desktop Environment) terbaik pilihan saya setelah KDE, walaupun agak berat untuk ukuran DE yang ketika idle memakan banyak RAM dan terkenal bahwa GNOME 3 adalah DE yang berat, tapi saya santai saja karena RAM saya gede jadi ya santai :D. GNOME memiliki tampilan yang bisa dibilang asik dan indah,tapi asik dan indah itu menurut saya tidak akan muncul jika user GNOME tidak menambahkan beberapa extension GNOME yang keren – keren, karena tanpa extension ini GNOME adalah DE yang sedikit membosankan.

GNOME pada laptop saya versi 3.26.2 yang berjalan di openSUSE

Oke kita lanjut ke extension rekomendasi saya beberapa bulan terakhir ini, oiya sekedar info disini saya menggunakan openSUSE Leap 15.0 yang berjalan di atas mesin ThinkPad T460. Oke kita lanjut ke beberapa extension terbaik pilihan saya yang bisa diunduh pada halam berikut

  1. Dash to Dock 
    Dash to Dock, ya itulah namanya, dimana extension ini berguna agar dapat memindahkan Dock yang biasanya ketika kita menginstall DE GNOME 3 itu terdapat Dock disebalah kanan, ketika kita menginstall Dash to Dock ke extension GNOME kita maka dock dapat dipindahkan sesuka hati.  

  2. User Themes
    User Themes, GNOME tanpa User Themes tentu seperti nasi yang tidak ditambahkan apa – apa di nasi tersebut. Ya User Themes ini berfungsi agar tema di GNOME bisa diterapkan dengan mudah diterapkan, dan untuk temanya dapat diunduh di alamat berikut

    User Themes

  3. No Topleft Hot Corner
    Ini juga merupakan salah satu extension yang cukup membantu, karena di GNOME yang ter-install default pada openSUSE ini sendiri, jika arah pointer mouse diarahkan kearah pojok kiri maka akan langsung masuk kearah efek yang sedikit mengganggu, karena saya sendiri sering tidak sengaja mengarahkan pointer ke arah tersebut. Dan tentu saja extension ini sangat membantu menghilangkan efek tersebut :D.

    No Left Hot Corner

  4. Extensions
    Tanpa extensions ini mungkin kita akan bolak – balik ke pengaturan untuk menontaktifkan extension yang kadang belum terlalu kita perlukan. Ya fungsi extension ini adalah untuk menjadi jalan pintas agar kita dapat mengaktifkan atau menonaktifkan extension yang kita mau.

    extension yang sudah terinstall

  5. Refresh Wifi Connections
    Default-nya pada GNOME tida terdapat tombol untuk me-refresh Wifi, dengan extension ini hal tersebut dapat diwujudkan dengan menampilkan tombol refresh yang akan muncul ketika kita melihat jaringan yang tersedia. 

    Tampilan Refresh Wifi

  6. TopIcons 
    GNOME yang terdapat pada openSUSE Leap 15.0 ini adalah versi 3.26.2, yang mana system tray tidak akan mucul yang tempatnya biasanya terdapat di pojok kanan, itu sedikit meresahkan bagi saya, karena saya adalah pengguna aktif Telegram yang memakai Telegram Desktop di Laptop saya. Extension ini sangat berguna karena akan memunculkan system tray pada tempat semestinya.

    TopIcons

  7. Sound Input & Output Device Chooser
    Pada GNOME ketika konek dengan Bluetooth, memindahkan sumber suara di pengaturan itu memakan waktu yang cukup, maka extension ini membantu untuk cepat memilih input dan output suara yang akan keluar pada GNOME.
  8.  Simple Name
    Sesuai namanya, Simple Name akan menampilkan nama user pada panel GNOME di sebelah pojok kanan dengan nama user tersebut. Simpel tapi keren :D. Kayak MAC kan 😀 .

    Simple Name


Kamis
08 November, 2018


face

LATAR BELAKANG

Salah satu layanan utama di Excellent adalah layanan SMTP Relay. Layanan ini berfungsi sebagai server relay/penerus email dari klien yang ditujukan pada pihak eksternal. Pengguna layanan ini terdiri dari berbagai latar belakang, antara lain :

  1. Pengguna layanan Excellent Managed Services Mail Server. Untuk meningkatkan kualitas dan performa sistem, kami memisahkan layanan SMTP routing ke eksternal termasuk layanan anti spam agar spesifikasi sistem secara penuh digunakan untuk layanan email
  2. Klien yang IP public-nya terkena blacklist pihak tujuan
  3. Klien yang hanya punya IP dynamic
  4. Klien yang terkena limit pengiriman email oleh pihak ISP
  5. Klien yang capek karena email terkadang tidak sampai ditujuan dan tidak diketahui penyebabnya
  6. Klien yang sebel karena email yang dikirim malah masuk ke folder spam di pihak tujuan
  7. Klien yang ingin menyembunyikan posisi server mereka atas pertimbangan keamanan sistem. Port-port yang dibuka dibatasi hanya untuk IP tertentu, misalnya port incoming hanya diperbolehkan untuk email yang berasal dari layanan anti spam Excellent, port 25 outgoing diblock dan koneksi ke server SMTP Excellent diset menggunakan port yang tidak umum

Layanan SMTP Relay ini awalnya dimulai dari 1-2 server. Menggunakan server yang ditempatkan di co-location server. Awal-awal diimplementasikan, domain Excellent sendiri yang menjadi kelinci percobaan. Sebelum menjadi produk untuk dijual, kami harus memastikannya bisa berjalan sesuai harapan. Bagaimana mungkin kami menjual produk terkait email kalau email kami sendiri kerap bermasalah.

Layanan yang awalnya ditujukan untuk kepentingan internal ini terus dimonitor stabilitas dan performanya. Setelah cukup percaya diri, layanan ini kemudian mulai diimplementasikan disisi server managed services. Perlu berbagai langkah preventif dan korektif untuk memastikan bahwa IP public server selalu terjaga aman tanpa mengurangi fleksibilitas sistem. Jumlah server terus ditambah seiring dengan penambahan jumlah klien. Kami juga menyiapkan server pada posisi lokasi geografis berbeda sebagai antisipasi jika ada gangguan di lokasi tertentu.

INISIASI AWAL

Setelah berjalan beberapa lama, pada sesi brainstorming internal ada usulan untuk membuat dashboard smtp relay, dengan beberapa latar belakang pertimbangan, antara lain :

  1. Dengan dashboard smtp relay, klien bisa melakukan tracking log pengiriman email secara mandiri, tidak perlu melakukan request ke team support Excellent. Klien terpenuhi kebutuhannya dan disisi lain team support Excellent terlepas dari pekerjaan yang tidak memberikan nilai tambah
  2. Lebih mudah mengecek perkembangan kualitas layanan. Data-data klien tercatat lebih rapi, dilengkapi dengan detail nama perusahaan,  contact person, no kontak/HP/telp, alamat email dan lain-lain. Mudah juga melakukan broadcast pemberitahuan ke seluruh klien
  3. Pembuatan laporan bisa lebih mudah dilakukan. Mengetahui klien mana yang over usage, klien mana yang terkena lock karena melakukan spamming maupun klien yang terkena suspend karena overdue tagihan lebih mudah dikelompokkan
  4. Bisa membuat skema level layanan, misalnya klien level premium bisa melakukan attachment sekian MB namun klien level silver hanya bisa mengirim attachmen lebih kecil. Demikian juga untuk trafik email, bisa dicheck dengan mudah
  5. Lebih mudah diintegrasikan. Bisa dibuat standard knowledge base untuk proses setup disisi klien, termasuk nantinya dikembangkan untuk API aplikasi. Team juga bisa membuat script auto install untuk mempermudah setting disisi klien
  6. Klien bisa mengecek status pengiriman email per jam, per hari, per minggu hingga per bulan. Berapa email yang

Selasa
09 Oktober, 2018


face

August one of the best months of 2018 for me, because for the first time I was accepted as a speaker at the 2018 OpenSUSE Asia Summit held in Taiwan, precisely in Taipei, one of the countries that I have never visited.

Before departh

on this departure I departed with several groups from their openSUSE Indonesia: Pak Kukuh, Pak Yan Arief and Pak Didiet. we went to taiwan boarding a China Airlines plane at 14:10 and arrived in Taiwan at 20:40 Taiwan time, and this was my first experience using international aircraft.

43161815435_2354b182f6_o this is when we take photos at Taiwan MRT

and after we arrived in Taiwan we bought the MRT card to use the MRT there, after that at around 11:00 p.m. we arrived at the First Hostel, here I was roomed with several people, including Gus Aftian, Pak Darian, Pak Joko, Pak Kukuh and Kakek Yan Arief.

Day 0

on Friday, we all plan to take part in the openSUSE meeting, which is in the Micro Focus SUSE office in Taiwan, and we went there after we prayed Friday at the Taiwan Grand mosque. because we waited for a very long bus, finally we all decided to walk to the SUSE office after Friday prayers, WOW!

After we arrived there, we were placed in a different room because the main room was full

photo_2018-08-22_06-56-42 here we are at the SUSE Taiwan officephoto_2018-08-22_07-06-57 Me at SUSE Office Taiwan

and in the night, there was a party speaker invitation, there I met a lot of cool people whom I haven’t memorized until now

before party speaker, Libre Office Taiwan invited us for dinner

photo_2018-08-22_07-51-42 Dinner with Libre Office Asia

photo_2018-08-22_07-51-46.jpg

photo_2018-08-22_07-53-30 the great place for speaker party

21.00 we back to hostel for tomorrow

Day 1

and the Event began, this year the OpenSUSE Asia Summit event was joined by several other major events, namely GNOME Asia Summit, and COSCUP

in this day i join to class 304

after that, on the night I attended the BoF openSUSE session, where we determined some things for next year, the openSUSE Asia Summit 2019

Day 2

Today is the day that most excited me, because on the second day I will present my paper in class 304, and also because this is the first time for me. My class started at 11.30 and it turned out that there were quite a lot, and after I talked about it, Igawa, one of the openStack and openSUSE Japanese contributors, asked about the differences between Nextcloud and Owncloud, and I was really nervousphoto_2018-08-22_09-07-25 this is mephoto_2018-08-22_09-07-18 with Masayuki Igawa

after the summit, the Indonesian contingent travels to the ximending night market and buys some souvenirs

No items found.

Day 3 – one day tour

After that event, many speaker join to one day tour at Taiwan, some of the places we visited were the National Palace Museum and Taipei 101, we went there by bus from Taipei Main Station. yes, before going to


Rabu
26 September, 2018


face

2018-08-09 11.41.35

Bukan perjalanan pertama saya melalui rute ini, namun tak salah menuliskan catatan ini.

Pesawat saya berangkat Kamis pagi jam 8.15 dengan Catay Pacific CX-718. Saya sudah melakukan checkin online sebelumnya melalui website dan memilih nomor kursi. Catay Airways hanya mengijinkan melakukan checkin online mulai dari 48 jam sebelum keberangkatan. Kemudian saya memilih Muslim Food dari menu checkin Catay. Pilihan Muslim Food hanya tersedia di Penerbangan HK-TPE, sedangkan dari CGK-HK semua makanan adalah Halal. Untuk penerbangan pulang, pilihan Muslim Food hanya tersedia dalam penerbangan TPE-HK, sedangkan HK-CGK semua makanan dinyatakan halal, sehingga tidak perlu memilih lagi. Selalu bawa botol minum isi ulang.

Di bandara Terminal 2F, saya segera melakukan checkin dan drop bagasi. Meski berangkat bertiga, urusan ini mending diselesaikan sendiri tanpa harus tunggu-tungguan. Lanjut imigrasi karena bagian ini cukup memakan waktu. Sampai di loket imigrasi, tebakan saya benar, antrian mengular. Butuh 15 menit dari awal antri hingga pemerikasaan saya selesai. Huft. Sampai di bagian Gate baru mencari Pak Edwin dan Pak Haris yang ternyata sudah duduk ngopi dan sarapan di Old Town Coffee. Oh iya, dalam penerbangan internasional terdapat banyak catatan dalam barang bawaan yang biasanya rewel juga, diantaranya:

  1. Aturan benda cair dalam botol, maksimal 100ml dan dimasukkan ke kantong zipper bening.
  2. Sebelum x-ray terakhir, pastikan botol minum dikosongkan. Nanti bisa diisi kembali di water refil setelah x-ray tersebut.

Boarding 40 menit sebelum jam keberangkatan. Penerbangan ditempuh dalam kurun waktu 5 jam 10 menit. Terdapat perbedaan waktu antara Jakarta dan Hongkong, yaitu lebih cepat 1 jam. HK GMT+8. Saya langsung mengatur jam tangan dan jam di HP agar ikut berganti. Perjalanan saya habiskan dengan tidur, membaca novel dan mendengarkan musik. Terdapat layanan hiburan yang memadai di dalam kabin pesawat.

Oh iya, saya lupa penerbangan Catay menggunakan pesawat jenis berapa, namun di kedua pesawat itu terdapat colokan universal yang bisa digunakan untuk mencharge HP. Ada dua kemungkinan lokasi colokan itu berada. Pilihan pertama ada di lipatan meja makan. Yang kedua pilihannya di bawah kursi, di bagian pertemuan kursi. Silahkan diraba perlahan. Oh iya, ada indikasi lampu hijau yang hidup menandakan charger bisa digunakan karena jika lampu tidak hidup, berarti tidak ada arus yang berjalan. Lampu beberapa kali mati, biasanya ketika akan lepas landas, ada goncangan dan ketika akan mendarat.

Saya sedikit rewel jika berada dalam ruangan AC cukup lama. Apalagi jika di dalam pesawat. Ini menyebabkan hidung saya iritasi kemudian mimisan. Makanya saya selalu menggunakan masker dalam pesawat jika lama penerbangan lebih dari 2 jam. Tak lupa jaket tebal bertudung kepala.

Mendarat di HK pukul 14.20 waktu setempat. Setelah membawa bagasi kabin, kemudian menuju couter checkin transit. Nyari tempat isi ulang air minum, minum secukupnya. Lanjut menuju gate transit. Butuh naik 1 lantai dan kemudian dilakukan pemeriksaan ulang, x-ray bagasi kabin dan screening. Pastikan sebelum masuk pemeriksaan, kosongkan botol minum agar mempercepat proses scanning.

Koneksi internet di Bandara HK saya acungi jempol. Cukup aktifkan Wi-Fi kemudian pilih nama access point untuk bandara HK, setujui persyaratan dan peraturan. Setelah itu bisa berinternet ria tanpa pembatasan durasi berinternet. Untuk kecepatan


Selasa
21 Agustus, 2018


face

 

When you’re planning a trip to Asia, Taipei probably isn’t be the first destination that comes to mind, as it’s often ignored in favor of more popular tourist spots like Tokyo or Hong Kong. But don’t ignore a trip to Taiwan’s big city — it’s an inexpensive, quirky metropolis with some of the best night markets in all of Asia. This is the second time i’ve visited Taipei for openSUSE Asia Summit.

FYI, The last openSUSE.Asia Summit was held in Tokyo, Japan.

Here we go. Me and the famous Mr. gecko!!

Thursday 9 Aug, Day -1 (Travel to Taiwan)

This time, 14 people came from Indonesia to join openSUSE Asia Summit 2018 in Taipei. We divided to 3 groups. One group flight from Juanda Surabaya (Darian, Aftian, Joko, Rania). One group at morning flight from CGK (Haris, Edwin, Estu). Last group with afternoon flight from CGK (Kukuh, Didiet, Rifki, Yan Arief) And 3 others people; Tonny, Iwan Tahari, Siska join a separate flight.

My group is the first team landing in Taiyuan Airport. At international arrival gate, Franklin Weng pick us up to hostel, but we decided to visited Frank office before going to Hostel. We meet Eric Sun and their team. Artistic team who create video for opening ODF Reader on Android. The video created using Blender Software.

22.00 we arrive at hostel. Many thanks to Frank for deliver us. :D. A few hours later, 2 more groups arrived at hostel. We are stay at same hostel. A comfort dormitory with share room. First Hostel, not far from Daan Park. Let call it a day and sleep all the night.

Friday 10 Aug, Day 0 (openSUSE Board and Community Meetup)

Today we plan join meetup at Taiwan SUSE Office after Friday Prayer. We visited Taiwan Grand Mosque, not far from Daan Park and our hostel. Before Friday Prayer, we take breakfast at Sakura Canteen (with Indonesian Food), next to Taiwan Grand Mosque. After praying, we going to SUSE office by walk. We came late to SUSE office, after lost direction. What a day!

Main discussion on SUSE Office

We meet openSUSE boards, SUSE Beijing and SUSE Taiwan, openSUSE Japan, openSUSE Taiwan; Ana Martinez and Simon, Sunny and team, Alcho and team, Takeyama and team, Sakana etc. You can watch meetup video from Sakana here.

Our discussion focus on some point:

  • How to prepare for next summit. We start create guideline for better preparation
  • How to engage more student to join GSOC for openSUSE Project. We plan to choose local coordinator each country to break gap between GSOC/Mentor Team from openSUSE and students from various county, especially Asia.
  • openSUSE Asia Summit album. Takeyama as part of Japan openSUSE team hand over album to Sakana, as local committee for current summit.

Lets finish foods and take photos!! After that, we moved to near building for tonight’s party. COSCUP Welcome Party at Zhangmen Brewing — Breeze Songgao Store. Before party, Libre Office Taiwan


Minggu
19 Agustus, 2018


face

GNOME Asia Summit 2018 this time happen in Taipei – Taiwan, at National Taiwan University of Science and Technology, August 11 – 12, 2018. This summit is co-host between openSUSE Asia Summit and COSCUP, so the summit title is COSCUP 2018 x openSUSE Asia Summit 2018 x GNOME Asia Summit 2018.

I arrived at Taipei at Thursday – August 9. Franklin Weng from LibreOffice Taiwan pickup me at airport and go stright to A+A Workshop. A+A Workshop was place that FOSS Community from Taiwan used for meetup every Thursday. Franklin introduce me to others. Then go to First Hostel to meet other friends from Indonesia who also attend this conference. Most of them from openSUSE Indonesia.

#0 day

On Friday, me and others have free time. We go to Taipei Grand Mosque to Jum’ah (Friday) Praying, then I meet my High School Friends who live in Taipei. Then I go to Microfocus office to meet other Indonesian and openSUSE Community. At night, have dinner with LibreOffice Community around Asia, LibreOffice Taiwan (Franklin Weng) paid for our food.

Then we go to welcome party for speaker and staff. My role for this event was part of international staff, so I have invitation for this with others. It’s good time to see each others and good night few. Few openSUSE and SUSE member discuss with me about potential held openSUSE Asia Summit and GNOME Asia Summit together next year.

Taipei 101 from roof top

#1 day

This summit was very crowd comparing to COSCUP 2016 (I became speaker at that time). On first day attended by 1364 participant and on second day attended by 784 participant. It has 15 parallel classes. Few of them are in English, especially from openSUSE and GNOME.

In this summit, I help to manage coordinating for web content, design, and also material design such as logo. Many friends from Taiwan and Indonesia contribute in this. I’m not become speaker this time, but I bring few students and they become speaker.

Empty Class

On first day, I’m joining Benjamin Berg class, he’s talking about “Supporting Miracast on the GNOME Desktop” which is very interesting for me comparing to others. Then “Desktop applications: life inside a sandbox” by David King then The Year of the GNOME by Nuritzi Sanchez. I spent few hours for discussion with other participant. Sharing mine and their activity about contributing to FOSS. And also I try to find praying room, and found it next conference building. So comfortable. The organizer also give me food that compatible with Halal Food, and I see Sobha and her student got vegetarian food. It’s prepared well.

At evening, we have official two official BoF (openSUSE and GNOME) and one unofficial BoF (LibreOffice). I was realy confuse which one that I must join. But I made decission, because I bring 3 students that contribute in LibreOffice this year, so I will help them to join LibreOffice BoF. Before we go, I told Kukuh to


Kamis
16 Agustus, 2018


face

openSUSE Asia Summit 2018 selesai digelar kemarin. Rangkaian acara total digelar sejak 8-13 Agustus di National Taiwan University of Science and Technology, Taipei. Tulisan saya dalam Bahasa Inggris dapat dibaca pada tautan ini.

Sebagai Summit kedua di Taiwan, openSUSE Asia Summit 2018 berlangsung sangat ramai, banyak kawan-kawan lama dari beberapa summit lainnya ikut hadir. Acara Summit kali ini lebih spesial karena merupakan kolaborasi tiga acara COSCUP X GNOME.Asia Summit X openSUSE Asia Summit.

Saya kebagian sesi hari pertama, Sabtu 11 Agustus pukul 14.30. Materi yang saya bawakan berjudul: How Jogja Become City of GNU/Linux User Friendly. Slide presentasi saya dapat diakses di tautan ini.

Dalam sesi ini, saya menceritakan sejarah komunitas GNU/Linux di Jogja ketika awal-awal saya berkenalan dengan GNU/Linux dalam rentang tahun 2009-2015 bahkan era sebelum saya datang ke Jogja.

Era komunitas GNU/Linux di Jogja mulai pudar sejak periode Startup mulai menggeliat di Jogja, sekitaran tahun 2015. Dalam catatan ini saya melihat bahwa teknologi berkode sumber terbuka tidak lagi dalam tatanan bagaimana berkenalan. Namun sudah menuju bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Di bagian akhir cerita, saya menceritakan Apa itu Binar Academy dan bagaimana Binar Academy memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya dalam proses akademi. Beberapa hal malah merupakan keharusan menggunakan teknologi tersebut dalam proses akademi.

Beberapa teknologi yang kita gunakan di Binar Academy:

  • Sistem operasi, Ervien, salah satu mentor dan saya menggunakan opensuse 42.3 dalam keseharian, beberapa mentor lainnya menggunakan Ubuntu 16.04 dan Linux Mint.
  • Bahasa pemograman, Ruby on Rails, Vue JS, Kontlin,
  • Metabase, Mattermost
  • Database, mysql, postgresql
  • Webserver, NGINX
  • AWS Platform, Heroku
  • Gitlab dan Gitlab-CI

Harapannya adalah semakin banyak orang, lembaga, perusahaan yang memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya.

Terimakasih untuk openSUSE dan Binar Academy yang menjadi sponsor perjalanan saya.

Estu


Selasa
07 Agustus, 2018


face

Perhelatan openSUSE Asia Summit 2018 tinggal menghitung hari. Perhelatan ini akan berlangsung pada 10 – 12 Agustus di National Taiwan University of Science and Technology, Taipei. Acaranya akan cukup wah sekali karena merupakan kolaborasi tiga acara. COSCUP X GNOME.Asia Summit X openSUSE Asia Summit.

Tahun ini kembali openSUSE.ID mengirim kontingen untuk memeriahkan acara. Ada 9 Pembicara dari Indonesia di openSUSE Asia Summit. Dan ada beberapa pembicara lain yang hadir untuk GNOME.Asia Summit 2018.

Daftar kontingen openSUSE Asia Summit beserta materi yang akan dibawakan adalah:

  • Mohammad Edwin | Maintaining the Good Spirit – openSUSE Indonesia Community Experience
  • Kukuh Syafaat | openSUSE Leap & Flatpak
  • Yan Arief Purwanto | Having fun with KDE: create a Plasmoid
  • Estu Fardani | How Jogja Become City of GNU/Linux User Friendly
  • Didiet Agus Pambudiono | Deployment of multi node web server, database server and storage session server with Ansible
  • Ahmad Romadhon Hidayatullah | Working and Contributing to Open Source Project via Graphic Design in openSUSE Tumbleweed
  • Rahman Yusri Aftian | Nusantara Metode Input at openSUSE
  • Tonny Adhi Sabastian | Single Sign On Services with Free/Open Source Software at Universitas Indonesia – Updating to CAS 5
  • Mohammad Rifki Affandi Z | Build your cloud file hosting using Nextcloud on openSUSE Leap 15.0
  • Darian Rizaludin
  • Joko Susilo
  • Ahmad Haris
  • Siska Iskandar
  • Iwan S Tahari

Tiket pesawat udah dibeli, Visa udah diurus, penginepan juga sudah dipesan. Tapi materi salindia masih draft semua. :D. Sampai bertemu di Taipei.

Terimakasih untuk openSUSE dan Binar Academy yang menjadi sponsor perjalanan saya.

Estu


Jumat
29 Juni, 2018


face

release party.jpg

Sumber : https://www.facebook.com/opensuse.indonesia/?ref=br_rs

Awal Cerita

jadi ceritanya dulu itu saya masih anak bawang banget, lulus sekolah di Manaratul Islam dan pondok pesantren di Miftahul Ulum. coba keberuntungan saya SNMPTN dan Alhamdulillah Allah mengizinkan saya untuk kuliah di salah satu kampus di Surakarta yaitu Universitas Sebelas Maret dengan Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer di FKIP. Setelah masuk kampus saya yang anak aliyah ini gak ngerti apa – apa, beneran dah wkwkkw, ilmu ala kadarnya, pokoknya semuanya dibawah rata -rata yang lain. Kemudian setelah saya masih sedikit belajar di Solo saya mulai mengenal banyak sistem operasi, salah satu yang menjadi pusat perhatian saya ialah Linux.

Waktu itu sekitar tahun 2016, saya liat postingan teman saya, dia lagi ikut acara openSUSE Asia Summit 2016 di jogja, saya pikir “anjir keren dh”, saya mau ikut tapi ternyata tiket udah abis dan saya juga lagi kere. Disitulah saya berkenalan dengan distro linux yang berlogo bunglon ini, dan anehnya saya tertarik karena logo si bunglon ini wkwkwkw.

Memberanikan diri

Nah disini, saya yang gak kenal siapa – siapa sama sekali dan gak tau apa – apa, mulai coba memberanikan diri saya dengan mencoba “sok kenal”. Saya kadang punya prinsip “Kalo lu mau jadi orang besar ya jadi orang kecil dulu, semua butuh proses”. Singkat cerita saya mencoba iseng membeli buku fundamental linux berbasis openSUSE dari PT Excellent yang ditulis sama Bang Nugi, saya sempet chat si pelapak yaitu pak Bos Vavai, dan saya belum tau ternyata pak Vavai adalah pemilik dari PT Excellent itu sendiri, berhubung di kuliah saya akan ada mata kuliah Praktek Industri saya coba tanya ke Pak Vavai, apakah nerima mahasiswa magang disana. Terus saya coba beli majalah sama Pak Kukuh dan saya ambil langsung di menara Jamsostek dan disana saya ketemu sama Pak Edwin. Terus ikut acara openSUSE Indonesia jalan – jalan ke Bursa Efek Indonesia, ikut menjadi penjaga stand LibreOffice Indonesia di acara LibreOffice Conference Indonesia sama Pak Sokibi dan juga menjadi translator si bunglon ini pun saya hanya memberanikan diri.

Saya memberikan apresiasi yang sangat besar pada Pak Edwin, Pak Kukuh dan Pak Estu yang selalu memberikan semangat untuk anak muda di Indonesia supaya ikut event internasional dan kita dituntut jangan takut akan kegagalan kalau belum dicoba.

Singkat cerita ketika saya magang di Excellent saya sungguh senang liat teman saya, Dhenandi diterima sebagai pembicara di acara openSUSE Asia Summit 2017 di Jepang. WOW! saya pun iri wkwkwkw, secara saya seumuran sama dia, masa saya kalah. Setelah saya mendengar kabar bahwa openSUSE Asia Summit selanjutnya akan diadakan di Taiwan, saya pun bergegas membuat Paper! dengan judul “Build your cloud file hosting using Nextcluod on openSUSE Leap 15.0” dan Alhamdulillah paper saya diterimaa !!!

Permasalahan yang saya hadapi berikutnya adalah

  1. Paspor
  2. Visa
  3. Bahasa

tapi saya sadar semua itu bisa saya lewati dengan usaha dan kerja keras ! intinya coba dulu sebelum ngomong, jangan ngomong doang tapi gak ada bukti ! :p

Older blog entries ->