Skip to main content

a silhouette of a person's head and shoulders, used as a default avatar

Cara Mencapai Kemandirian Finansial dengan Berinvestasi pada Instrumen Investasi Sukuk

Hari Jumat kemarin, selepas briefing terkait pekerjaan, saya menambahkan materi mengenai literasi keuangan untuk para staff di PT Excellent Infotama Kreasindo dan PT Aktiva Kreasi Investama.

Briefing non pekerjaan biasanya dilakukan setiap hari Jumat. Materinya bisa macam-macam, tidak harus selalu terkait pekerjaan. Kami pernah mengundang mas Endy Muhardin untuk bicara mengenai pengalamannya, mengundang mas Wahyu Alam untuk bicara mengenai pentingnya pendidikan dan perjuangannya untuk kuliah dan juga sosok-sosok lain yang saya pandang inspiratif dan bisa mencerahkan mindset staff yang bekerja di Excellent.

Briefing literasi keuangan kemarin fokus pada salah satu instrumen investasi, yaitu Sukuk dan Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Saya mengambil contoh investasi dibidang sukuk (obligasi syariah) ST-009 yang baru diluncurkan Desember 2022 kemarin.

Dengan tingkat kupon 6.15%, investasi sebesar 1 juta rupiah akan memberikan penghasilan sekitar 4.600,- rupiah per bulan. Kecil banget kan, hehehe…

Iya kecil, tapi itu karena nilai investasinya 1 juta rupiah. Nilai itu juga bahkan lebih tinggi dibandingkan jika uangnya disimpan di bank. Coba saja dibandingkan. Penghasilan itu juga didapat tanpa melakukan apa-apa. Ini murni passive income.

Memang ada kerugiannya, yaitu uangnya harus disimpan selama dua atau tiga tahun. Bisa diambil percepat setelah setengah periode tapi anggaplah harus disimpan selama periode itu, dengan tetap mendapatkan penghasilan bulanan.

Jika kita menabung di bank dengan nilai satu juta rupiah, dalam setahun bisa jadi nilainya bukan bertambah melainkan berkurang digerus biaya administrasi.

Sukuk bukan instrumen investasi dengan nilai penghasilan terbesar, namun sukuk juga memiliki resiko yang sangat kecil. Investasi saham bisa memiliki peluang mendapatkan profit besar, namun resiko kerugian juga bisa besar. Membeli saham GOTO pada harga IPO 338 rupiah berpeluang mendapatkan keuntungan besar saat harganya naik hampir 400 rupiah, namun jadi rugi besar saat seperti sekarang sahamnya di harga 90 rupiah. High risk high return.

Selain membahas sukuk, saya juga membahas mengenai Financial Independence, terutama kaitan dengan rule 4%. Penjelasan rule 4% ada disini :

Secara prinsip, posisi financial independence bisa dicapai jika kita sudah mencapai angka dimana nilai investasi kita jika diambil 4% pertahun hasilnya tidak akan berkurang dan malah bisa bertambah.

Cara mendapatkan nilainya adalah dengan menentukan biaya bulanan dijadikan setahun kemudian dikalikan 25.

Misalnya jika pengeluaran bulanan kita satu juta rupiah, disetahunkan jadi 12 juta rupiah. Dikalikan 25 mendapat angka 300 juta rupiah.

Dengan 300 juta rupiah diinvestasikan di instrumen investasi dengan penghasilan 4% maka kita bisa mendapatkan penghasilan passive sebesar satu juta rupiah per bulan.

Jika instrumen investasinya memberikan penghasilan lebih dari 4% (misalnya sukuk ST-009 memberikan penghasilan hingga 6.15%, maka nilai pendapatannya bahkan melebihi biaya bulanan. Ini berarti bahwa kita sudah financial independence karena pendapatan passive melebihi biaya hidup bulanan.

Jika biaya hidup bulanan lebih dari satu juta rupiah, angka financial independence-nya tetap bisa dihitung dengan rumus yang sama.

Kadang ada yang skeptis bahwa perhitungan diatas tidak memperhitungkan turbulensi politik, perubahan kebijakan, iklim ekonomi dan lain-lain, namun bagi saya perhitungan diatas cukup memadai sebagai literasi keuangan dan persiapan untuk pensiun.

Saya sudah mulai merintis upaya financial independence sejak 2014 dan lebih serius di 2019. Saya bisa katakan bahwa mekanisme perhitungan diatas berjalan dengan baik bahkan meski saya pernah mengalami beberapa market crash atau kondisi ekonomi yang naik turun, termasuk saat pandemi kemarin.

Gimana, tertarik cari tahu mengenai mekanisme investasi sukuk dan konsep financial independence?

Contoh perhitungan bisa didownload disini

a silhouette of a person's head and shoulders, used as a default avatar

#openSUSE Tumbleweed revisión de la semana 1 de 2023

Tumbleweed es una distribución de GNU/Linux «Rolling Release» o de actualización contínua. Aquí puedes estar al tanto de las últimas novedades.

Tumbleweed

openSUSE Tumbleweed es la versión «rolling release» o de actualización continua de la distribución de GNU/Linux openSUSE.

Hagamos un repaso a las novedades que han llegado hasta los repositorios esta semana.

El anuncio original lo puedes leer en el blog de Dominique Leuenberger, publicado bajo licencia CC-by-sa, en este este enlace:

En esta primera semana de 2023 sigue la tendencia que continúa desde el años pasado y se han publicado 7 nuevas snapshots desde la pasada revisión (1230, 1231, 20230101…20230105).

Los cambios más importantes que han llegado a los repositorios de openSUSE Tumbleweed:

  • Qt5 qtwebengine 5.15.12
  • Mesa 22.3.2
  • xorg-x11-server 22.1.6
  • Linux kernel 6.1.2
  • Poppler 23.01.0
  • xz 5.4.0
  • ImageMagic 7.1.0.57

Y entre las actualizaciones que pronto llegarán a lo repositorios, podremos destacar:

  • Python pytest 7.2.0
  • Meson 1.0.0
  • KDE Plasma 5.26.5
  • Linux kernel 6.1.3
  • GnuPG 2.4
  • Libzypp 17.31.7
  • Python Sphinx 6.1
  • Boost 1.81.0
  • Ruby 3.2
  • Cambio a openSSL 3

Si quieres estar a la última con software actualizado y probado utiliza openSUSE Tumbleweed la opción rolling release de la distribución de GNU/Linux openSUSE.

Mantente actualizado y ya sabes: Have a lot of fun!!

Enlaces de interés

Geeko_ascii

——————————–

a silhouette of a person's head and shoulders, used as a default avatar

Primera actualización de KDE Gear 22.12

La Comunidad KDE es una comunidad responsable y no solo se preocupa en lanzar novedades sino que también en mejorarlas. Me complace presentar la primera actualización de KDE Gear 22.12 que apareció hace casi un mes. Más estabilidad, mejores traducciones y pequeñas mejoras para las aplicaciones de nuestro entornos de trabajo.

Primera actualización de KDE Gear 22.12

A pesar de lo que puedan pensar muchas personas, las aplicaciones no son perfectas. Entre las líneas de código se pueden colar errores de tipografía o que el usuario realice alguna opción que en un principio no estaba prevista por los desarrollador, por poner solo un par de ejemplos de imperfecciones.

Este no es un problema del Software Libre ya que el Software actual funciona de esta manera ya que no se piensa en él como un producto final que se encierra en una caja y se olvida. En la actualidad se sabe que el Software está vivo y sería estúpido ir guardando las mejoras sin dejarlas a disposición del gran público.

Con esto se gana en rapidez y evolución pero puede aumentar el número de errores (por norma general) leves, los cuales son subsanables con pequeñas actualizaciones.

La Comunidad KDE lo tiene claro: grandes lanzamientos cada cuatro meses y actualizaciones mensuales para subsanar errores.

Primera actualización de KDE Gear 22.12

Por ello me congratula compartir con vosotros la primera actualización de KDE Gear 22.12 que nos ofrece más de 120 errores resueltos 13entre aplicaciones, librerías y widgets, algo que mejora el rendimiento del sistema.

Aquí podéis encontrar la lista completa de cambios de KDE Gear 22.12.1, pero por poner unos cuantos ejemplos de los errores que sea han resuelto tenemos:

  • Kitinerary ahora maneja más variantes de confirmación de reserva de NH y soporta billetes internacionales de Trenitialia.
  • Konsole puede guardar nuevos perfiles.
  • Los desarrolladores de KDE PIM han corregido el error que bloqueaba Kontact al iniciarse.

      Más información: KDE Gear 22.12.1

      La entrada Primera actualización de KDE Gear 22.12 se publicó primero en KDE Blog.

      a silhouette of a person's head and shoulders, used as a default avatar

      openSUSE Tumbleweed – Review of the week 2023/01

      Dear Tumbleweed users and hackers,

      Almost 2% of 2023 is already behind us. Week 1 is, from experience, always a still rather quiet week. Many contributors are still with their families or are just stretching some vacation. But, of course, only ‘many’ and by far not all. Tumbleweed managed to release 7 snapshots since the last review (1230, 1231, 20230101…20230105).

      The main changes shipped were:

      • Qt5 qtwebengine 5.15.12
      • Mesa 22.3.2
      • xorg-x11-server 22.1.6
      • Linux kernel 6.1.2
      • Poppler 23.01.0
      • xz 5.4.0
      • ImageMagic 7.1.0.57

      Staging projects start to be more filled up again, mostly with a lot of python-* updates (too many to list). The main updates sticking out are:

      • Python pytest 7.2.0
      • Meson 1.0.0
      • KDE Plasma 5.26.5
      • Linux kernel 6.1.3
      • GnuPG 2.4: breaks gpgme:qt and seahorse (fix for seahorse in the queue)
      • Libzypp 17.31.7: PackageKit fix arrived
      • Python Sphinx 6.1
      • Boost 1.81.0: breaks libetonyek and LibreOffice
      • Ruby 3.2 is being tested to become the default ruby version: YaST is failing
      • Switch to openSSL 3: tracked in Staging:N
      a silhouette of a person's head and shoulders, used as a default avatar

      Puasa Daud, Intermittent Fasting dan Tantangannya

      Ada beberapa rekan yang bertanya pada saya, apakah puasa Daud itu diawali dengan makan sahur atau tidak?

      Saya belum tahu jawaban dari pak Kyai atau ustadz, tapi karena puasa Daud itu puasa juga sama halnya puasa Senin Kamis atau puasa Ramadhan, asumsi saya adalah bahwa makan sahur itu disunahkan. Silakan koreksi ya jika salah.

      Kemudian ada yang bertanya lagi, puasa Daud itu berat nggak?

      Ya berat kalau puasanya sambil manggul beras satu karung, kwkwkwk

      Pada prinsipnya apa-apa itu sesuai niatnya. Kalau niatnya berpuasa, insya Allah biasa saja kok. Nggak merasa terbebani nggak merasa menderita. Ini bagian dari lifestyle. Kan ada juga macam-macam model intermittent fasting jadi puasa Daud inipun salah satu bentuk dari intermittent fasting.

      Ada yang bilang, puasa Senin Kamis saja sudah terasa berat gimana jadinya jika puasa Daud sehari puasa sehari tidak. Kalau yang saya alami, puasa Senin Kamis justru terasa lebih berat karena ada jarak tidak puasa beberapa hari. Beda dengan puasa Daud yang selang seling sehari sekali. Jadi badan seperti dikondisikan untuk tahu prosesnya dan otomatis menyesuaikan.

      Berdasarkan pengalaman sekitar satu bulan berpuasa Daud, fokus utama memang di niatan. Kalau niatan kuat, kita nggak melulu mikir makanan atau minuman. Kita menjalani kegiatan juga normal saja sebagaimana mestinya.

      Yang kedua, puasa Daud itu bukan tujuan melainkan proses. Bisa saja prosesnya berkelanjutan hingga bertahun-tahun atau sampai akhir hayat. Ini bagian dari lifestyle atau gaya hidup, jadi bukan tujuan akhir.

      Gimana kalau saat berpuasa terus ada makanan enak, kan sayang tuh nggak dinikmati. Ya kan bisa menunggu besok untuk menikmatinya. Kita juga jadi mengajari badan bahwa kita punya kendali atas keinginan, tidak sekedar mengikuti hawa nafsu semata. Itu niatannya seperti itu.

      Terus, apa sih benefitnya puasa Daud itu? Berikut adalah beberapa benefit yang saya rasakan langsung:

      1. Penurunan berat badan. Sebelum puasa Daud, berat badan saya antara 81-82 kg. Tadi pagi saya timbang, berat badan saya di 75an kg.
      2. Normalisasi tensi. Sebelum puasa Daud, tensi saya antara 145/90 sampai dengan >150/100. Sudah taraf membahayakan. Tadi pagi tensinya saya ukur kisaran 130/70. Kemarin-marin malah 120/70an
      3. Tidur lebih nyenyak. Saya jadi terbiasa tidur jam 10an dan bangun jam 3an. Tidurnya nyaman dan bisa beraktivitas seharian tanpa ngantuk berlebihan
      4. Bisa olah raga teratur. Saya bisa berolahraga di waktu Shubuh atau selepas Ashar dan prosesnya menyenangkan. Menyenangkan dalam arti saya bisa rutin melakukannya dan pelan-pelan meningkatkan porsi latihan
      5. Merasa diri agak ramping dikit, hehehe… Iya ini beneran. Saya kan tahu dulu gendutnya kayak apa. Sekarangpun masih bisa cubit lemak di perut dan pinggang namun ukurannya sudah lebih berkurang, karena celana yang sama terasa lebih longgar sekarang dibanding sebelumnya.
      6. Bisa menghemat pengeluaran karena saya jadi lapar tepat waktu. Maksudnya begini. Dulu saya kerap makan bukan karena lapar melainkan karena waktunya jam makan. Akibatnya makanan bisa menumpuk diperut dan butuh waktu untuk mencerna. Sekarang saya makan hanya diwaktu sahur dan berbuka atau saat tidak berpuasa, sehingga makanan jadi terasa lebih enak karena kondisinya lapar (tidak lapar banget sih, namun lapar dalam pengertian makannya jadi terasa enak maksimal)
      7. Lebih aktif dan lebih mudah konsentrasi

      Ada yang bilang kalau perut lapar dan tenggorokan haus jadi nggak bisa mikir. Kalau terlalu lapar dan terlalu haus mungkin iya, tapi kalau sekedar lapar dan haus karena berpuasa, sepertinya malah bisa konsentrasi ke pekerjaan dan juga ke pembelajaran.

      Saya jadi punya banyak waktu buat menulis seperti ini, belajar hal baru atau lihat film dokumenter yang bagus-bagus. Tidak melulu memikirkan makanan.

      Sudah beberapa hari ini saya melakukan test makan tanpa nasi. Kata orang, orang Indonesia belum makan kalau belum bertemu dengan nasi. Belum kenyang kalau belum makan nasi. Ternyata ya soal mindset dan kebiasaan juga. Saya makan sahur tadi pagi pakai sayur bayam dan ikan gurame dan minum air kelapa muda tetap cukup kok. Kemarin juga makan pisang dan ayam tanpa nasi. Memang sih baru percobaan beberapa hari, namun sebagai data awal bisa jadi pegangan buat saya.

      Bagi rekan-rekan yang ingin mencoba puasa Daud, coba saja dulu. Saya tidak katakan bahwa hasilnya akan sangat-sangat menyenangkan. Saya juga pernah kok merasa lapaaaar banget sehingga saat tidak berpuasa, saya makan beberapa kali. Ya bagian dari up and down lah.

      Jika niat berpuasa Daud karena alasan kesehatan atau alasan lain yang kuat, insya Allah bisa dijalani tanpa banyak kendala.

      the avatar of Alessandro de Oliveira Faria

      You.com pode ameaçar o Google


      O You.com está adotando uma estratégia diferente para avançar no mercado de busca do Google. O diferencial da startup, é a busca na web contar com recursos baseados em aplicativos, que podem em forma de widgets interativos ou informativos. Ao procurar por gerador de imagem, um chat/linha de comando será disponibilizado utilizando Stable Diffusion.

      Após um ano construindo mais de 200 desses aplicativos, o You.com agora está permitindo inserção de aplicativos de terceiro no mecanismo de pesquisa. Richard Socher, fundador e CEO da You.com, diz que o objetivo é criar um rival do Google mas aberto para os desenvolvedores e mais customizável para o usuário final.

      O buscador deve decidir se um aplicativo é importante baseado na consulta solicitada. A questão semântica dificulta muito esta proposta. Por exemplo, quando o usuário digita uma consulta com a palavra“banco”, não pode garantir o resultado ideal. Pois determinar Banco como instituição financeira e banco como assento, não é uma tarefa tão trivial.

      Existe também tem um tipo de loja de aplicativos, que aparece na parte inferior de cada página após os resultados. Este recurso nem sempre funciona da maneira adequada. Com o tempo, os algoritmos aprenderão com o comportamento dos usuários, e o site ficará melhor ao indicar e exibir os aplicativos ideais para uma determinada consulta. Assim os desenvolvedores que criarem os aplicativos mais úteis que agregam valor, serão recompensados.

      O You.com não esta no estado da arte, o tempo de consulta é lento comparado ao Google. Mas existe um recurso muito atraente na ideia, ser um mecanismo de pesquisa expansível, que devolver resultados avançados baseados em aplicativos e serviços de que você realmente considera útil. Se o You.com conseguir trazer a atenção dos desenvolvedores, poderá existir uma alternativa do Google que valha a pena usar por outros motivos além da privacidade.

      the avatar of Zoltán Balogh

      Build system statistics

      From time to time we should ask ourselves how are we doing. Are we successful, are we on the right track, are we heading to the right direction, are we fast enough, are we accelerating or slowing down?

      This time I am talking about the openSUSE Linux Distribution and about the SUSE Linux Enterprise Server.

      And here I quickly would like to note an important disclaimer with a short story.

      the avatar of Just Another Tech Blog

      Group Policy on Linux

      I’ve completed the first version of a book of instructions to use Samba’s client Group Policy. You can download a pdf or ebook here, purchase a print copy from Amazon, or you can read the web version. I’m only charging printing cost for the physical book (in accordance with the license). Digital copies are all free.

      The purpose of the book is to provide detailed instructions to get folks up and running using Samba’s client Group Policy. I’ve received numerous requests for help on the mailing lists, and many of the questions are simple ones. Previously none of this information was documented well anywhere.

      If you encounter problems getting setup, or find errors in the book, please contact me. You can also contribute to the book if you wish.

      a silhouette of a person's head and shoulders, used as a default avatar

      Lanzado Tokodon 23.01, el cliente de Mastodon de KDE

      Hoy, víspera de reyes me complace anunciar que ha sido lanzado Tokodon 23.01, el cliente de Mastodon de KDE por ponerle algo que casi todo el mundo conozca ya que esta aplicación también es cliente de Nextcloud Social y de Pleroma.

      Lanzado Tokodon 23.01, el cliente de Mastodon de KDE

      Aunque ya he hablado de Tokodon en el blog siempre lo he hecho dentro de la serie de novedades de Plasma Mobile Gear. Así que ya era hora de dedicarle una entrada entera a este proyecto.

      Para los que no lo conozcan, Tokodon es un cliente de Mastodon, de Nextcloud Social y de Pleroma construido con Kirigami que inició su andadura en la primavera de 2021.

      Como casi todos los nuevos proyectos de las Comunidad KDE, Tokodon tiene una gran integración con KDE Plasma y Plasma Mobile, pero también funciona en otros entornos de escritorio e incluso Windows y macOS.

      Lanzado Tokodon 23.01, el cliente de Mastodon de KDE

      Hace un par de días fue anunciado que estaba disponible Tokodon 23.01.0, una nueva versión principal para Tokodon y aunque sólo han pasado 2 semanas desde la última versión principal, viene cargado de nuevas características y mejoras, las cuales destacamos:

      • Nuevo diseño de la línea de tiempo, que siguemás de cerca el diseño de la interfaz web de Mastodon.
      • Añadida la función de búsqueda de publicaciones, cuentas y etiquetas.
      • Gestión de etiquetas: ahora se pueden maneja mejor los etiquetas (hashtag)
      • Añadida la Vista de conversación, esta muestra la lista de tus últimas conversaciones directas y permite ver tu conversación de una forma mucho más agradable que con la vista de últimas menciones.
      • Soporte para encuestas: ahora es posible ver encuestas e interactuar con ellas.
      • Añadido un editor de cuentas.
      • Mejorada la gestión los nuevos mensajes entrantes y los añadirá a la línea de tiempo, así como ahora borrará mensajes tan pronto como el servidor pida que se borren.

      En definitiva, un gran trabajo de Carl Schwan. Podéis leer todos los detalles en su blog.

      La entrada Lanzado Tokodon 23.01, el cliente de Mastodon de KDE se publicó primero en KDE Blog.

      a silhouette of a person's head and shoulders, used as a default avatar