Welcome to Planet openSUSE

This is a feed aggregator that collects what openSUSE contributors are writing in their respective blogs.

To have your blog added to this aggregator, please read the instructions.


Senin
17 Juni, 2019


face

Karena sejak kecil banyak membaca buku dan majalah apa saja, banyak istilah-istilah yang kerap saya gunakan di Excellent yang sumbernya dari bacaan. Salah satunya adalah soal Weruh sak durunge winarah.

Saya kerap bilang ke team Excellent, jika dibilang A harus A, jangan A minus jangan A plus. Mengapa harus demikian, karena apa yang saya minta sudah ada pertimbangan dan forecast-nya. Sudah ada perkiraan hasil akhirnya. Jika ada tawar menawar proses, nanti hasilnya meleset dari perkiraan.

Weruh sak durunge winarah itu arti harfiahnya kira-kira “Tahu sebelum sesuatu terjadi”. Kalau di majalah Misteri ini disebut ilmu linuwih atau ilmu laduni atau sejenisnya. Kira-kira mistis gitu lah, bisa menebak sesuatu akan terjadi.

Image by David Mark from Pixabay

Yang dimaksud dengan Weruh sak durunge winarah versi Excellent adalah kemampuan kita memperkirakan sesuatu dari fakta dan perkiraan yang kita dapatkan. Jika kita membaca email dari klien, atau melakukan presentasi pada pihak klien atau malah menerima komplain dari pihak klien, kita harus punya kemampuan menebak kira-kira ujungnya akan gimana. Kita tidak boleh sekedar menjawab apa adanya tanpa memperkirakan resiko maupun respon susulannya.

Mungkin kesannya jadi berlama-lama, meski sebenarnya tidak juga. Sama seperti Sherlock Holmes yang bisa menganalisa sifat seseorang dari penampilan dan ciri-cirinya, kita juga bisa mengasah kemampuan untuk memperkirakan segala sesuatu berdasarkan fakta yang kita miliki.
Seiring dengan bertambahnya usia sekaligus bertambahnya pengalaman, kita secara bertahap akan mampu dengan cepat mengelola data dan informasi yang dimiliki dan menggunakannya sebagai landasan untuk mengambil keputusan. Nanti lama-lama kita jadi seperti dukun, padahal apa yang kita sampaikan ada nilai ilmiah dan ada proses kalkulasinya terlebih dahulu.

Kadang kalau di Excellent, setelah beberapa hari atau waktu akan terbukti apa yang diperkirakan dan saya cukup bilang, “Ya itu, weruh sak durunge kan”.

Yang jago hal ini kemungkinan para grand master catur, yang bisa memperkirakan sekian banyak langkah-langkah varian kedepan. Saat main Freecel atau Catur, saya senang berusaha memperkirakan skenario dan alternatif yang terjadi dalam beberapa langkah kedepan dan ini bisa menjadi latihan yang baik untuk kemampuan analisa dan forecast di usaha yang kita jalani.


Minggu
16 Juni, 2019


face

The openSUSE.Asia Summit 2019 Logo Competition has ended on June 15, 2019, and we have 18 submissions. The winner announcement will be published on June 25, 2019, after review and voted by openSUSE.Asia Committee. Here are all the submissions.

Name Design (right click and open image in new tab for the best view) Philosophy
Andi Laksana
Anggara Permana Putra
Bayu Aji – Circle shape means sun which represent sunset, the awaited view in Bali’s beaches.
– Silhouette of Bali temple as an iconic building in Bali.
– orange color means happiness, enthusiasm, and creativity.
– Brown color means simplicity, friendliness
– Orange and brown also represent unique colors of most Bali temples.
Budi Setiawan Logo include the indentity of open suse (logo silhouette and color)
add with roof silhouette of traditional house of bali that will held the meeting (region).
Durim Berisha I have no philosophy that I would like to translate into my reflections on Asia and Opensuse.
In the background I have a robot lotus flower, a Japanese Gate and a soft hexagon silhouette to symbolize the stability of Opensuse.
The front logo is classically covered with the original Suse head created with Inkscape
Hammouda ELBEZ The design contains the OpenSUSE Logo on top of the Bali Map and a
representation of a temple which is one of the known things in Bali.
Haruo Yoshino The design was modeled after the Temple of Punataran Agung from among the many temples in Bali.
As it is said to be a temple in the sky, I would be happy if the logo looks like that.
Hege Dalsgaard 1
Hege Dalsgaard 2
Hermansyah N/A
Hervy Qurrotul
Ilham Yusuf Fanani
Ka Chung CHAN -The letter depicted in the shape of a chameleon as well as forming part of the word Bali
climbs on the letter of the word Indonesia. These represents where the summit will be held.
-openSUSE Asia Summit 2019 shown in a cloud points to the summit location, Udayana
University. This signifies there will be talks about information technology such as Cloud.
M AfifFudin N/A
Muhammad Luthfi As Syafii
Rania Amina
Wisnu Adi Santoso -The background of chameleon is the Janger fan, as a characteristic of Bali.
-The typeface that we use in the Asia Summit 2019 Bali is Elsie Swash Caps representing a flexible Indonesian culture.
Yuha Bani Mahardhika On this logo design. I use Bali icons (Pendet and Frangipani Flower).
Because the icon is identical to the island of Bali.

Thank you!


Selasa
28 Mei, 2019


face

Gak terasa ya udah di penghujung Ramadhan aja, saatnya perbanyak lagi berbagi kebaikan nih sebelum hari raya tiba dengan hal-hal yg berguna.

Nah salah satunya sambil menunggu bedug adzan magrib tiba, GLiB dengan program GLiBuburit mau ngajak kalian belajar bareng mengenai Fluentd, yaitu log shipper dari CNCF yang lagi ngetrend saat ini.
# Penasaran? Dateng aja langsung..Info lebih lanjut silahkan lihat detail di poster

Kalem gaes.. acaranya GRATIS kok, gratis takjil juga buat bukber. Buru!! 😊


Selasa
21 Mei, 2019


face

Hai hai, Apakabar sobat Linux Malang? Gimana puasanya ?
Sudah lama ya kita ga kopdar? 😊 kali ini KLiM bekerja sama dengan UKM CLAN486 akan mengadakan acara, yaitu Pesta Rilis openSUSE Leap 15.1 Road to OSAS 2019, Acara ini diadakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 26 Mei 2019
Waktu : Pkl. 15.00
Lokasi : Gazebo Kantin STIMATA (https://goo.gl/maps/QvGn5rXBzdrkGYGY6)
Pembicara : Sabar Soewarsono (SysAdmin UNISMA)

Yuk, acara ini GRATIS! lohh, segera daftarkan dirimu di tautan berikut :
https://s.id/openSUSE151/

Untuk konfirmasi kehadiran dan pertanyaan, kamu bisa menghubungi via telegram ke :
@leonyonz @maknaeafif @ricocwp

#No_Wacana #Ayo_Belajar
#Ayas_Kudud_Bot_Sam


Senin
20 Mei, 2019


face

Hai hai, Gimana puasanya ? Masih semangatkan ? Yuk selagi menunggu buka, kita ngabuburit bareng di acara keren yang diadakan KLAS, pesta rilis openSUSE Leap 15.1& Lokakarya Django Fundamental ! Acara ini diadakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 26 Mei 2019
Waktu : Pkl. 15.00
Lokasi : Ruang Training APJII, Intiland Tower Lt.11
Pembicara :
1. Darian Rizaluddin
2. M. Riza Nafis

Yuk, jangan sampai kehabisan slot, hanya dengan Rp. 25.000, segera daftarkan dirimu di tautan berikut :
s.klas.or.id/cangkrukan-django

Untuk konfirmasi kehadiran dan pertanyaan, kamu bisa menghubungi lewat whatsapp ke :
Imanuel Ronaldo – 0813.3188.7389




Rabu
24 April, 2019


face

Mari kita coba memasang snap pada openSUSE Leap. Berikut langkahnya.

  • Tambahkan repo snap
    sudo zypper addrepo --refresh https://download.opensuse.org/repositories/system:/snappy/openSUSE_Leap_15.0 snappy
    
  • Impor gpg secara otomatis
    sudo zypper --gpg-auto-import-keys refresh
    
  • Pasang snap
    sudo zypper install snapd
    
  • Anda perlu menyalakan ulang komputer atau keluar dan masuk ke user Anda lagi, atau jalankan source /etc/profile untuk menambahkan /snap/bin ke PATH
  • Nyalakan servis snap
    sudo systemctl enable snapd
    sudo systemctl start snapd
    
  • Snap siap digunakan
  • Untuk pengguna Tumbleweed, perbedaannya terdapat pada langkah 1 dan 5.

     

    • Langkah 5, jalankan
      sudo systemctl enable snapd.apparmor
      sudo systemctl start snapd.apparmor
      
    • Langkah 1, reponya adalah
      sudo zypper addrepo --refresh https://download.opensuse.org/repositories/system:/snappy/openSUSE_Tumbleweed snappy
      

Selamat mencoba, have fun!


Kamis
18 April, 2019


face

Apa itu transactional updates?

A “transactional update” is a kind of update that:

  • is atomic – the update does not influence your running system
  • can be rolled back – if the upgrade fails or if the newer software version is not compatible with your infrastructure, you can quickly restore the situation as it was before the upgrade.

(https://github.com/openSUSE/transactional-update)

Dengan kata lain, transactional updates adalah pemutakhiran secara atomic yang tidak akan langsung menyentuh sistem yang sedang berjalan. Transactional update juga dapat di-roll back/kembalikan ke situasi sebelum pemutakhiran apabila setelah pemutakhiran ternyata ada galat.

Pengguna openSUSE tentu sudah akrab dengan kondisi nomor dua, yaitu dengan menggunakan partisi Btrfs dengan snapshot dan snapper. Perbedaannya, dengan transactional updates, pemutakhiran tidak langsung menyentuh sistem yang sedang berjalan, untuk itu diperlukan nyala ulang (reboot), sementara Btrfs dengan snapshot dan snapper tradisional, pemutakhiran menyentuh sistem yang sedang berjalan sehingga tidak diperlukan nyala ulang (reboot). Pada dasarnya, transactional updates ini juga menggunakan Btrfs dengan snapshot dan snapper, hanya saja bersifat atomic. Sebenarnya, transactional updates ini dirancang untuk server. Namun, kali ini penulis mencoba memasang openSUSE dengan destop GNOME pada opsi server dengan transactional updates. Pada cuplikan layar, contoh yang digunakan adalah openSUSE Leap 15.0.

Langkah pertama, boot live DVD/USB instalasi sampai muncul tampilan berikut. Pilih opsi Transactional Server. Lalu tekan next dan jalankan installer sampai pada langkah kedua.

Langkah kedua, ketika sudah sampai pada tampilan berikut, klik Software.

Langkah ketiga, akan muncul tampilan seperti berikut. Beri centang pada GNOME Desktop Environment.

Langkah keempat, pastikan GNOME Desktop Environment sudah tercentang. Pada contoh ini Wayland dan X11 ikut dipasang.

Langkah kelima, pastikan pada Patterns, terdapat GNOME Desktop Environment. Selesaikan proses instalasi.

Setelah instalasi berhasil, pastikan pengguna dapat masuk melalui GDM dan destop GNOME muncul serta dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Karena kita menggunakan sistem transactional updates, maka kita tidak dapat menggunakan perintah zypper untuk memasang/menghapus paket dan memutakhirkannya. Salah satu perintah zypper yang masih dapat digunakan adalah zypper ref.  Perintah yang digunakan adalah transactional-update sebagai pengganti zypper. Berikut ini adalah padanan perintah yang dapat digunakan pada sistem transactional updates.

Tradisional Transactional Updates
Memutakhirkan sistem pada openSUSE Leap zypper up transactional-update up
Memutakhirkan sistem pada openSUSE Tumbleweed zypper dup transactional-update dup
Memasang Paket zypper in

Contoh: zypper in vim

transactional-update pkg in

Contoh: transactional-update pkg in vim

Menghapus Paket zypper rm

Contoh: zypper in rm

transactional-update pkg rm

Contoh: transactional-update pkg rm vim

Setelah menjalankan perintah pada transactional updates, jangan lupa untuk menyalakan ulang (reboot) sistem. Apabila setelah menyalakan ulang (reboot) terdapat galat, pengguna dapat kembali pada snapshot sebelumnya dengan perintah transactional-update rollback.

Berikut ini merupakan contoh cuplikan layar ketika menjalankan perintah transactional-update up.

Sistem transactional updates memiliki pemutakhiran otomatis yang akan berjalan dan menyalakan ulang sistem pada pukul 03.30 dan 05.00 apabila pemutakhiran sebelumnya tertunda.

  • Pemutakhiran otomatis
    • Untuk pemutakhiran otomatis, dapat disetel dengan menggunakan perintah systemctl enable --now transactional-update.timer
    • Untuk mengecek statusnya, dapat menggunakan perintah systemctl status transactional-update.timer
    • Untuk menonaktifkan pemutakhiran otomatis, dapat disetel dengan menggunakan perintah systemctl stop transactional-update

Selasa
19 Maret, 2019


face

Secara baku, ketika kita memasang paket dari repositori, semua berkas .rpm akan diunduh ke /var/cache/zypp/packages, lalu akan dihapus setelah proses instalasi selesai. Tapi adakalanya kita ingin menyimpan berkas-berkas .rpm tersebut untuk dipasang di komputer lain. Atau ketika kita memasang paket pembaruan, kita ingin menyimpannya supaya ketika paket pembaruan tersebut ternyata membawa bug, kita bisa memasang-ulang berkas .rpm lama untuk downgrade.

Supaya kita bisa menyimpan berkas-berkas .rpm hasil instalasi, kita bisa mengubah konfigurasinya melalui YaST atau dengan perintah zypper.

Untuk mengubahnya melalui YaST, kita bisa membuka modul Software Repositories. Lalu pilih salah satu repositori, kemudian centang opsi Keep packages di bagian bawah. Ulangi proses tersebut untuk repositori-repositori lainnya.

Jika melalui perintah zypper, bisa dilakukan dengan perintah su -c "zypper modifyrepo --keep-packages <nama-repo>“. Nama repositori bisa dicari dengan perintah zypper repos, lalu lihat pada kolom Alias. Perintah zypper repos bisa dilakukan dengan akun pengguna biasa, tidak harus root atau menggunakan sudo.

Setelah konfigurasi diubah, semua berkas .rpm akan tersimpan di /var/cache/zypp/packages/<nama-repo>/<arsitektur>.

Yang perlu diperhatikan bagi Anda yang membuat konfigurasi Snapper untuk subvolume /var seperti yang ditulis di sini adalah semua berkas tersebut akan dimasukkan ke dalam snapshot yang dibuat. Jadi kita perlu memindahkannya ke partisi lain dengan cara mengubah konfigurasi di /etc/zypp/zypp.conf. Cari opsi # cachedir = /var/cache/zypp, lalu hilangkan tanda pagar (#) dan ubah arahnya ke sebuah direktori di partisi lain yang akan digunakan untuk menyimpan berkas-berkas .rpm tersebut.


Kamis
14 Maret, 2019


face

GNOME 3.32 dengan codename Taipei rilis hari ini. Berita rilis ada disini, sedangkan catatan rilis ada disini. Sampai tulisan ini ditulis, GNOME 3.32 baru dapat dicoba pada openSUSE Tumbleweed dengan repo GNOME Next. Penasaran ingin mencobanya? Silakan unduh berkas .iso disini (sha256).


Selasa
12 Maret, 2019


face

Meski bukan ASN/PNS, lumayan dapat gaji dari pemerintah. Default yield coupon Sukuk ST-002 adalah 8.3% namun karena sifatnya mengambang, bisa saja nilainya lebih besar, misalnya di bulan ini dapat 8.55%. Lebih besar dari deposito.

Informasi Imbalan Sukuk ST-002

Karena yield sukuk sifatnya mengambang namun ada nilai minimal, sukuk tabungan bisa menjadi salah satu instrumen investasi syariah yang menarik.

Mengambang, artinya besaran imbalan Sukuk Tabungan akan disesuaikan dengan perubahan BI 7 Days Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali.

Imbalan Minimal, artinya tingkat imbalan pertama yang ditetapkan akan menjadi imbalan minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo.

Saat pertama kali berinvestasi di sukuk, ide awalnya sederhana saja. Saya ingin membuat variasi investasi selain saham dan reksadana atau P2P lending, sifatnya syariah, nilainya bisa dimulai dari nilai yang tidak terlalu besar dan prosesnya mudah.

Saya dulu hanya pernah mendengar istilah sukuk tapi tidak pernah tahu apa itu sukuk. Karena prinsip utama di Excellent adalah “Kalau tidak tahu cukup sekali” maka saya coba cari tahu detail penjelasannya, baik dari dokumen Kemenkeu (brosur sukuk) maupun dari informasi website lainnya.

Dengan pengetahuan yang didapat, saya bisa mulai berinvestasi sukuk melalui Investree dan Bareksa. Mulainya dari nilai kecil sesuai dengan kemampuan. Karena pemerintah cq Kemenkeu beberapa kali merilis sukuk atau SBR (Saving Bond Ritel), saya bisa berusaha agar nilai investasi sukuk seri berikutnya lebih besar dibandingkan sebelumnya. Mungkin kalau sudah sampai sukuk ST-012 saya bisa investasi lebih besar lagi hitung-hitung menghargai band yang musiknya sering saya denger di Youtube, hehehe…

Setelah berjalan beberapa lama, wah seneng juga ya dapat gaji bulanan. Karena saya berinvestasi di Sukuk ST-002, Sukuk ST-003 dan SBR-004 maupun SBR-005 dengan tanggal pembayaran coupon yang berbeda-beda, serasa gajian beberapa kali dalam sebulan. Karena rutin diberikan tiap bulan, meski kondisi saham sedang menurun paling tidak tetap ada nilai positif yang didapat dari varian investasi lainnya.

Bagi yang telat investasi Sukuk Tabungan, jangan khawatir karena di tahun 2019 ini pemerintah akan menerbitkan sukuk maupun SBR beberapa kali. Saat ini bahkan ada peluang untuk investasi sukuk ritel (SR) seri 011. Meski yieldnya 8.05% dan lebih rendah dibanding ST-002 maupun ST-003, nilainya masih lumayan karena setelah dipotong pajak sekalipun masih lebih besar dibandingkan dengan imbalan deposito, apalagi dibandingkan dengan benefit tabungan.
Informasi mengenai Sukuk Ritel :
https://www.kemenkeu.go.id/sukukritel

Sebagai catatan tambahan, ini bukan endorse ya. Tetap pelajari seluk beluknya agar tidak salah ambil keputusan.


Selasa
05 Maret, 2019


face

Beberapa hari ini saya beredar di Warung Asem, Sumber Jaya, Tambun, kampung kelahiran saya. Karena orang tua sedang sakit, saya menginap beberapa malam disana.

Melihat perkembangan kampung yang sekarang ramai, saya jadi ingat perkembangan dan perubahan kehidupan penduduknya. Ada yang dulunya termasuk orang terkaya di kampung (malah mungkin 1 desa/kelurahan) dan punya toko lengkap satu-satunya sekarang menurun drastis dan menjadi rata-rata orang kebanyakan.

Ada yang dulunya tajir melintir sekarang biasa saja. Yang dulunya punya tanah dan sawah dimana-mana, ibaratnya kalau kita lempar uang logam pakai helikopter atau pesawat, uangnya akan jatuh antara di sawah dia, di kebun dia atau di rumah dan gedung yang ia bangun. Sedemikian luas sampai-sampai uang logam tidak jatuh ke tempat lain 😛

Ada yang dulunya termasuk orang berpangkat kini biasa saja. Ada yang dulunya memiliki jangkauan dan kenalan luas kini biasa saja.

Ada yang karena spekulasi usaha yang kurang berhasil, ada yang karena meninggal dunia, ada yang anak keturunannya kurang bisa mengelola harta warisan dan ada lagi sebagian besar yang tergerus perubahan jaman.

Disisi lain ada banyak orang-orang biasa yang dulu hidupnya dibawah garis kemiskinan namun kini sudah cukup lumayan. Yang dulunya sering dibully sekarang memiliki posisi yang cukup mapan. Yang dulunya memiliki rumah gedek bolong-bolong dengan lantai tanah kini memiliki rumah yang lebih dari sekedar bagus. Yang dulu sekolahnya perlu perjuangan namun kini sudah mendapat pekerjaan atau jabatan yang bagus.

Saat pulang dari rumah orang tua di Jumat malam, saya sempat mampir makan nasi uduk di salah satu warung. Saya kenal baik pemiliknya. Juga anak-anaknya. Jika dilihat sekilas, omset dan pendapatan dari warung nasi uduk itu jauh lebih besar daripada pendapatan pegawai kebanyakan, bahkan untuk level yang cukup tinggi sekalipun. Kalau dulu ibunya yang mengelola, sekarang anak-anaknya yang mengelola. Dengan segala perbaikan, ide peningkatan kualitas dan variasi layanan. Saya yakin kalau mereka mau beli motor tiap bulan atau mau berangkat umroh tiap tahun bisa saja kesampaian.

Image by esiul on Pixabay

Apa pelajaran yang bisa dipetik dari hal tersebut? Yang pertama adalah adanya perubahan. Hanya yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang akan bisa bertahan. Ini hukum alam. Sukses dimasa lalu belum tentu akan pasti sukses dimasa mendatang. Jaya di masa lalu belum tentu jaya juga dimasa mendatang.

Yang kedua, pendidikan. Anak keturunan yang bersekolah belum tentu menjamin mereka akan sukses dan senang hidupnya, namun pendidikan bisa meningkatkan peluang. Bahwa mungkin tetap gagal itu namanya rezeki dan takdir. Pendidikan tidak menjamin namun bisa menjadi salah satu faktor pembuka jalan. Ada beberapa yang saya kenal yang kemampuannya terbuka berkat pengetahuan di sekolah atau berkat kuliah atau berkat masuk pendidikan tertentu.

Jaman dulu di Bekasi kerap terdengar kabar kalau orang Bekasi asli itu pinter jualan. Cocok jadi sales. Misalnya mau berangkat haji, mereka pinter jual kebun. Mau ada yang menikah, mereka pinter jual sawah. Mau beli motor bukannya menabung atau bekerja tapi minta sama orang tua. Minta orang tua menjual harta warisan lebih dini. Sebagai orang Bekasi asli saya tentu ingin membantah asumsi ini. Sakit hati juga kalau mendengar hal tersebut tapi kan memang banyak kenyataan


Jumat
01 Maret, 2019


face

Bulan Februari 2019 baru saja berlalu. Untuk memudahkan proses pengecekan kinerja apakah menurun atau meningkat, saya berusaha membuatkan semacam review internal untuk keperluan diri saya sendiri. Kinerja yang dimaksud bisa terkait pekerjaan, target maupun rencana-rencana yang akan dilaksanakan ataupun sudah dilaksanakan.

Perjalanan Hidup. Image by marcelkessler on Pixabay

Semestinya tulisan ini dipublikasikan pada hari Jum’at tanggal 1 Maret 2019 namun pada hari tersebut saya tidak sempat menuliskannya. Pada pagi hari saya bertemu dengan seorang rekan, mas Aditya Vhisnu dan beberapa team dari PT Network Data System dan belajar banyak dari mereka. Selepas pertemuan, saya meluncur ke Tambun menjenguk orang tua yang sakit sampai malam dan saat sampai di rumah sudah terlalu lelah untuk menulis blog :-). Tulisan ini tetap saya set untuk dipublish di tanggal 1 Maret 2019 sebagai bentuk kesinambungan penulisan setiap hari.

BLOG

Sesuai dengan target menulis setiap hari, bulan Februari 2019 saya selamat secara penuh menulis artikel setiap hari. Ada beberapa artikel yang bisa saya publikasikan langsung setelah mengendap di draft beberapa lama, misalnya posting-posting terkait Excellent Insight. Sebagian tulisan lain merupakan tulisan baru yang benar-benar saya niatkan untuk ditulis sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kebiasaan positif.

Karena ada beberapa kesibukan seperti mengajar training, saya kadang terlalu lelah untuk bisa membuat draft atau merilis tulisan di pagi hari. Meski demikian, saya tetap berusaha menulis posting setiap hari meski kadang baru bisa dipublish saat siang atau sore atau malah malam hari. Minimal sehari satu tulisan tetap terjaga.

Pada bulan Maret 2019 kebiasaan ini tetap saya lanjutkan karena ada banyak inspirasi yang bisa didapatkan dengan menuliskan artikel setiap hari.

Arsip artikel bulan Februari 2019 bisa dibaca disini : Arsip Artikel Blog Vavai Februari 2019

AKTIVITAS

Bulan ini saya 2x mengajar training dengan materi VMware vSphere 6.7. Dari sisi pendapatan, penghasilan honor mengajar bisa menambah jumlah tabungan untuk investasi. Meski secara hierarki saya memiliki jabatan di Excellent, jika saya mengajar saya tetap mendapat penghasilan professional honor mengajar.

Bulan ini juga saya menyelesaikan revisi buku VMware vSphere 6.7 Edisi 2019 dengan bantuan dari Raihan. Isi buku ini menjadi materi untuk training. Ebooknya bisa didapatkan pada Google Play sedangkan buku cetak bisa didapatkan pada Tokopedia dan Bukalapak.

Buku VMware vSphere 6.7 Edisi 2019

Meskipun tidak terlalu besar, pendapatan dari penjualan buku dan ebook ini juga bisa menambah komposisi tabungan untuk investasi.

PEKERJAAN

Selama bulan Februari 2019, saya rata-rata masuk kantor 2-3x dalam seminggu. Sebagian besar pekerjaan saya lakukan secara remote dari markas Excellent DJ, di lantai 2 kamar puteri bungsu saya, Vivian. Kegiatan ini saya lakukan by design, sebagai bentuk edukasi kemandirian pengelolaan Excellent secara bertahap.

Bulan Maret mendatang Excellent akan mengirimkan salah satu engineernya untuk mengambil sertifikasi internasional di Malaysia. Ini merupakan kegiatan awal yang nantinya akan rutin dilakukan, setelah tahun lalu ada 2 orang staff Excellent yang mengambil sertifikasi VCP (VMware Certified Professional) di Indonesia. Targetnya, pada tahun ini ada lebih dari 3 orang staff yang akan mengambil sertifikasi keahlian internasional, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas team Excellent

KULIAH

Bulan Februari ini saya mulai melanjutkan kuliah yang


Kamis
28 Pebruari, 2019


face

Akhir pekan kemarin, team Excellent berkumpul di markas Taman Bacaan Excellent untuk acara santai. Tujuan utama adalah berolahraga yang biasa dilakukan rutin setiap bulan. Olah raga yang dipilih adalah renang namun karena pagi saat datang ke waterpark banyak anak sekolah, akhirnya kami isi dulu dengan acara futsal.

Menunggu team berkumpul semua
Diskusi nggak jelas 🙂
Isi waktu main futsal sebelum berenang

Dari seluruh team, hanya Colamen (Raihan) yang tidak hadir. Infonya, dia sakit tapi dari sumber terpercaya sepertinya dia nervous karena keesokan harinya harus menjadi penanggung jawab kegiatan special class training VMware vSphere 6.7 dengan peserta dari PT. Pelindo 1 🙂

Kami berenang sudah agak siang, jadi tidak butuh waktu lama kulit kami gosong. Karena khawatir kami tambah gosong, kami berenang tidak selama biasanya. Paling lama hanya 1 jam sedangkan saya sudah kabur setelah berenang 30 menit saja.

Setelah renang, kami semua berangkat ke rumah Qchen, yang di Excellent secara hierarki menjabat sebagai komisaris. Dia sedang merenovasi rumah jadi kami datang kesana untuk melihat-lihat sekaligus perkenalan bagi team Excellent yang belum pernah kesana.

Pulang dari tempat Qchen, semua team mampir ke rumah orang tua saya. Selain untuk bersilaturahmi sekaligus untuk makan siang bersama. Lauk kali ini sederhana namun cukup meriah.

Setelah acara makan siang bersama selesai, seluruh team berpamitan pada orang tua saya. Sebelum pulang, mereka main ke markas Taman Bacaan Excellent alias Excellent Farm untuk melihat-lihat tanaman dan kolam ikan.

Saya biasanya mengacungkan 2 jari sebagai tanda victory (V) tapi karena jumlah angka sensitif saat ini, saya memilih melambaikan tangan saja 🙂

Meski acaranya berlangsung santai dan sederhana, namun acara seperti ini menjadi bagian dari kebiasaan Excellent untuk lebih mempererat rasa kekeluargaan diantara team. Karena kami bekerja di Excellent bukan sekedar untuk mencari nafkah namun juga untuk kebersamaan.


Rabu
27 Pebruari, 2019


face

Beberapa foto training special class VMware vSphere 6.7 di Markas Excellent Premier Serenity, materi hari kedua tentang vCenter dan Manajemen Sistem dan Materi hari ketiga tentang vSphere Networking dan vSphere Storage. Pesertanya dari PT Pelabuhan Indonesia 1 (PT. Pelindo1) yang berkantor pusat di Medan.

Alhamdulillah sampai hari ketiga, proses training berjalan dengan lancar. Proses simulasi juga berjalan tanpa kendala. Ada beberapa sesi saat peserta lab yang memerlukan pengecekan namun secara umum berjalan sesuai harapan.

Besok adalah materi training hari keempat mengenai feature Business Continuity, salah satunya terkait High Availability (HA), Distributed Resources Scheduler (DRS) dan mekanisme backup dan restore. Semoga tetap berjalan lancar tanpa hambatan.


Selasa
19 Pebruari, 2019


face

Merujuk pada pemberitaan di https://blog.documentfoundation.org/blog/2019/02/19/first-libreoffice-asia-conference/ tentang acara Konferensi LibreOffice Asia yang pertama kali, berikut terjemahan dari media rilis tersebut:

 

Konferensi LibreOffice Asia yang pertama kali akan diadakan pada 25-26 Mei 2019 di Nihonbashi, Tokyo, Jepang

Ini adalah konferensi LibreOffice yang pertama menjangkau Asia, area yang memiliki pertumbuhan perangkat lunak berbasis FOSS yang sangat pesat.

Berlin, 18 Februari 2019 – Setelah kesuksesan besar Konferensi LibreOffice Indonesia pada tahun 2018, para anggota dari komunitas Asia memutuskan untuk mengangkat isu ini di 2019 dengan Konferensi LibreOffice Asia yang pertama kali di Nihonbashi – pusat kota Tokyo, Jepang – pada 25-26 Mei 2019.

Sebagai salah satu penyelenggara, Naruhiko Ogasawara, anggota dari komunitas LibreOffice Jepang dan The Document Foundation, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Saat kami mengadakan LibreOffice Mini Conference Japan 2013 sebagai acara lokal, kami hanya sedikit mengetahui tentang komunitas-komunitas di belahan lain Asia,” ucap Naruhiko. “Kemudian tahun ini kami menghadiri LibreOffice Conference dan acara di Asia lainnya seperti openSUSE Asia, COSUP, dan lain sebagainya. Kami menyadari bahwa banyak rekan-rekan kami yang aktif dan bahwa komunitas kami harus belajar banyak dari mereka. Kami bangga dapat mengadakan Konferensi Asia yang pertama dengan rekan-rekan kami untuk lebih memperkuat kemitraan tersebut.

“Ini lompatan takdir yang nyata,” ucap Franklin Weng, salah seorang anggota dari Asia di Dewan Direksi The Document Foundation. “Asia adalah daerah yang perkembangannya sangat pesat dalam mengadopsi ODF dan LibreOffice, tetapi ekosistem kami untuk LibreOffice dan FOSS belum cukup baik. Dalam konferensi ini kami tidak hanya mencoba membuat ekosistem FOSS di Asia lebih baik, tetapi juga untuk mendorong anggota komunitas Asia menunjukkan potensi mereka.”

Beberapa anggota inti dari The Document Foundation akan menghadiri konferensi ini, termasuk Italo Vignoli, pimpinan tim pemasaran dan hubungan masyarakat dan wakil ketua Komite Sertifikasi LibreOffice, dan Lothar Becker, juga wakil ketua Komite Sertifikasi. Selain itu, akan ada anggota komunitas dari Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Jepang dan mungkin China yang hadir.

Poin dari konferensi ini meliputi:

  • Workshop bisnis – yang akan dipandu oleh Lothar Becker dan Italo Vignoli, ketua dan wakil ketua Komite Sertifikasi LibreOffice dari The Document Foundation. Lothar dan Italo akan membahas tentang layanan bisnis – apa yang mendasar dari layanan bisnis LibreOffice, status bisnis LibreOffice saat ini di Eropa, Asia dan wilayah geografis lainnya, dan bagaimana kita dapat saling mendukung, dan lain sebagainya.

  • CJK Hackfest – yang akan dipimpin oleh Mark Hung, seorang Pengembang LibreOffice Tersertifikasi di Taiwan, untuk membahas dan meretas masalah CJK di LibreOffice.

  • Wawancara Sertifikasi – Wawancara Sertifikasi LibreOffice kedua di Asia akan diadakan selama LibreOffice Asia Conference, yang dipandu oleh Italo Vignoli dan Lothar Becker, ketua dan wakil ketua Komite Sertifikasi LibreOffice saat ini. Sejauh ini total 4 atau 5 kandidat akan diwawancarai untuk Profesional Migrasi Bersertifikat LibreOffice dan Pelatih Bersertifikat LibreOffice.

  • Sertifikasi Lokal Asia untuk LibreOffice – yang akan dipandu oleh Franklin Weng dan Eric Sun, dua anggota TDF dari Taiwan, yang akan memperkenalkan ide-ide agar memiliki keterampilan LibreOffice dan sertifikasi pelatih di Asia.

Call for proposal akan segera diluncurkan pada bulan Februari. Selain topik di atas, topik terkait LibreOffice dan ODF lainnya juga diterima.


Senin
24 Desember, 2018


face

GNOME merupakan DE (Desktop Environment) terbaik pilihan saya setelah KDE, walaupun agak berat untuk ukuran DE yang ketika idle memakan banyak RAM dan terkenal bahwa GNOME 3 adalah DE yang berat, tapi saya santai saja karena RAM saya gede jadi ya santai :D. GNOME memiliki tampilan yang bisa dibilang asik dan indah,tapi asik dan indah itu menurut saya tidak akan muncul jika user GNOME tidak menambahkan beberapa extension GNOME yang keren – keren, karena tanpa extension ini GNOME adalah DE yang sedikit membosankan.

GNOME pada laptop saya versi 3.26.2 yang berjalan di openSUSE

Oke kita lanjut ke extension rekomendasi saya beberapa bulan terakhir ini, oiya sekedar info disini saya menggunakan openSUSE Leap 15.0 yang berjalan di atas mesin ThinkPad T460. Oke kita lanjut ke beberapa extension terbaik pilihan saya yang bisa diunduh pada halam berikut

  1. Dash to Dock 
    Dash to Dock, ya itulah namanya, dimana extension ini berguna agar dapat memindahkan Dock yang biasanya ketika kita menginstall DE GNOME 3 itu terdapat Dock disebalah kanan, ketika kita menginstall Dash to Dock ke extension GNOME kita maka dock dapat dipindahkan sesuka hati.  

  2. User Themes
    User Themes, GNOME tanpa User Themes tentu seperti nasi yang tidak ditambahkan apa – apa di nasi tersebut. Ya User Themes ini berfungsi agar tema di GNOME bisa diterapkan dengan mudah diterapkan, dan untuk temanya dapat diunduh di alamat berikut

    User Themes

  3. No Topleft Hot Corner
    Ini juga merupakan salah satu extension yang cukup membantu, karena di GNOME yang ter-install default pada openSUSE ini sendiri, jika arah pointer mouse diarahkan kearah pojok kiri maka akan langsung masuk kearah efek yang sedikit mengganggu, karena saya sendiri sering tidak sengaja mengarahkan pointer ke arah tersebut. Dan tentu saja extension ini sangat membantu menghilangkan efek tersebut :D.

    No Left Hot Corner

  4. Extensions
    Tanpa extensions ini mungkin kita akan bolak – balik ke pengaturan untuk menontaktifkan extension yang kadang belum terlalu kita perlukan. Ya fungsi extension ini adalah untuk menjadi jalan pintas agar kita dapat mengaktifkan atau menonaktifkan extension yang kita mau.

    extension yang sudah terinstall

  5. Refresh Wifi Connections
    Default-nya pada GNOME tida terdapat tombol untuk me-refresh Wifi, dengan extension ini hal tersebut dapat diwujudkan dengan menampilkan tombol refresh yang akan muncul ketika kita melihat jaringan yang tersedia. 

    Tampilan Refresh Wifi

  6. TopIcons 
    GNOME yang terdapat pada openSUSE Leap 15.0 ini adalah versi 3.26.2, yang mana system tray tidak akan mucul yang tempatnya biasanya terdapat di pojok kanan, itu sedikit meresahkan bagi saya, karena saya adalah pengguna aktif Telegram yang memakai Telegram Desktop di Laptop saya. Extension ini sangat berguna karena akan memunculkan system tray pada tempat semestinya.

    TopIcons

  7. Sound Input & Output Device Chooser
    Pada GNOME ketika konek dengan Bluetooth, memindahkan sumber suara di pengaturan itu memakan waktu yang cukup, maka extension ini membantu untuk cepat memilih input dan output suara yang akan keluar pada GNOME.
  8.  Simple Name
    Sesuai namanya, Simple Name akan menampilkan nama user pada panel GNOME di sebelah pojok kanan dengan nama user tersebut. Simpel tapi keren :D. Kayak MAC kan 😀 .

    Simple Name


Selasa
09 Oktober, 2018


face

August one of the best months of 2018 for me, because for the first time I was accepted as a speaker at the 2018 OpenSUSE Asia Summit held in Taiwan, precisely in Taipei, one of the countries that I have never visited.

Before departh

on this departure I departed with several groups from their openSUSE Indonesia: Pak Kukuh, Pak Yan Arief and Pak Didiet. we went to taiwan boarding a China Airlines plane at 14:10 and arrived in Taiwan at 20:40 Taiwan time, and this was my first experience using international aircraft.

43161815435_2354b182f6_o this is when we take photos at Taiwan MRT

and after we arrived in Taiwan we bought the MRT card to use the MRT there, after that at around 11:00 p.m. we arrived at the First Hostel, here I was roomed with several people, including Gus Aftian, Pak Darian, Pak Joko, Pak Kukuh and Kakek Yan Arief.

Day 0

on Friday, we all plan to take part in the openSUSE meeting, which is in the Micro Focus SUSE office in Taiwan, and we went there after we prayed Friday at the Taiwan Grand mosque. because we waited for a very long bus, finally we all decided to walk to the SUSE office after Friday prayers, WOW!

After we arrived there, we were placed in a different room because the main room was full

photo_2018-08-22_06-56-42 here we are at the SUSE Taiwan officephoto_2018-08-22_07-06-57 Me at SUSE Office Taiwan

and in the night, there was a party speaker invitation, there I met a lot of cool people whom I haven’t memorized until now

before party speaker, Libre Office Taiwan invited us for dinner

photo_2018-08-22_07-51-42 Dinner with Libre Office Asia

photo_2018-08-22_07-51-46.jpg

photo_2018-08-22_07-53-30 the great place for speaker party

21.00 we back to hostel for tomorrow

Day 1

and the Event began, this year the OpenSUSE Asia Summit event was joined by several other major events, namely GNOME Asia Summit, and COSCUP

in this day i join to class 304

after that, on the night I attended the BoF openSUSE session, where we determined some things for next year, the openSUSE Asia Summit 2019

Day 2

Today is the day that most excited me, because on the second day I will present my paper in class 304, and also because this is the first time for me. My class started at 11.30 and it turned out that there were quite a lot, and after I talked about it, Igawa, one of the openStack and openSUSE Japanese contributors, asked about the differences between Nextcloud and Owncloud, and I was really nervousphoto_2018-08-22_09-07-25 this is mephoto_2018-08-22_09-07-18 with Masayuki Igawa

after the summit, the Indonesian contingent travels to the ximending night market and buys some souvenirs

No items found.

Day 3 – one day tour

After that event, many speaker join to one day tour at Taiwan, some of the places we visited were the National Palace Museum and Taipei 101, we went there by bus from Taipei Main Station. yes, before going to


Rabu
26 September, 2018


face

2018-08-09 11.41.35

Bukan perjalanan pertama saya melalui rute ini, namun tak salah menuliskan catatan ini.

Pesawat saya berangkat Kamis pagi jam 8.15 dengan Catay Pacific CX-718. Saya sudah melakukan checkin online sebelumnya melalui website dan memilih nomor kursi. Catay Airways hanya mengijinkan melakukan checkin online mulai dari 48 jam sebelum keberangkatan. Kemudian saya memilih Muslim Food dari menu checkin Catay. Pilihan Muslim Food hanya tersedia di Penerbangan HK-TPE, sedangkan dari CGK-HK semua makanan adalah Halal. Untuk penerbangan pulang, pilihan Muslim Food hanya tersedia dalam penerbangan TPE-HK, sedangkan HK-CGK semua makanan dinyatakan halal, sehingga tidak perlu memilih lagi. Selalu bawa botol minum isi ulang.

Di bandara Terminal 2F, saya segera melakukan checkin dan drop bagasi. Meski berangkat bertiga, urusan ini mending diselesaikan sendiri tanpa harus tunggu-tungguan. Lanjut imigrasi karena bagian ini cukup memakan waktu. Sampai di loket imigrasi, tebakan saya benar, antrian mengular. Butuh 15 menit dari awal antri hingga pemerikasaan saya selesai. Huft. Sampai di bagian Gate baru mencari Pak Edwin dan Pak Haris yang ternyata sudah duduk ngopi dan sarapan di Old Town Coffee. Oh iya, dalam penerbangan internasional terdapat banyak catatan dalam barang bawaan yang biasanya rewel juga, diantaranya:

  1. Aturan benda cair dalam botol, maksimal 100ml dan dimasukkan ke kantong zipper bening.
  2. Sebelum x-ray terakhir, pastikan botol minum dikosongkan. Nanti bisa diisi kembali di water refil setelah x-ray tersebut.

Boarding 40 menit sebelum jam keberangkatan. Penerbangan ditempuh dalam kurun waktu 5 jam 10 menit. Terdapat perbedaan waktu antara Jakarta dan Hongkong, yaitu lebih cepat 1 jam. HK GMT+8. Saya langsung mengatur jam tangan dan jam di HP agar ikut berganti. Perjalanan saya habiskan dengan tidur, membaca novel dan mendengarkan musik. Terdapat layanan hiburan yang memadai di dalam kabin pesawat.

Oh iya, saya lupa penerbangan Catay menggunakan pesawat jenis berapa, namun di kedua pesawat itu terdapat colokan universal yang bisa digunakan untuk mencharge HP. Ada dua kemungkinan lokasi colokan itu berada. Pilihan pertama ada di lipatan meja makan. Yang kedua pilihannya di bawah kursi, di bagian pertemuan kursi. Silahkan diraba perlahan. Oh iya, ada indikasi lampu hijau yang hidup menandakan charger bisa digunakan karena jika lampu tidak hidup, berarti tidak ada arus yang berjalan. Lampu beberapa kali mati, biasanya ketika akan lepas landas, ada goncangan dan ketika akan mendarat.

Saya sedikit rewel jika berada dalam ruangan AC cukup lama. Apalagi jika di dalam pesawat. Ini menyebabkan hidung saya iritasi kemudian mimisan. Makanya saya selalu menggunakan masker dalam pesawat jika lama penerbangan lebih dari 2 jam. Tak lupa jaket tebal bertudung kepala.

Mendarat di HK pukul 14.20 waktu setempat. Setelah membawa bagasi kabin, kemudian menuju couter checkin transit. Nyari tempat isi ulang air minum, minum secukupnya. Lanjut menuju gate transit. Butuh naik 1 lantai dan kemudian dilakukan pemeriksaan ulang, x-ray bagasi kabin dan screening. Pastikan sebelum masuk pemeriksaan, kosongkan botol minum agar mempercepat proses scanning.

Koneksi internet di Bandara HK saya acungi jempol. Cukup aktifkan Wi-Fi kemudian pilih nama access point untuk bandara HK, setujui persyaratan dan peraturan. Setelah itu bisa berinternet ria tanpa pembatasan durasi berinternet. Untuk kecepatan


Selasa
21 Agustus, 2018


face

 

When you’re planning a trip to Asia, Taipei probably isn’t be the first destination that comes to mind, as it’s often ignored in favor of more popular tourist spots like Tokyo or Hong Kong. But don’t ignore a trip to Taiwan’s big city — it’s an inexpensive, quirky metropolis with some of the best night markets in all of Asia. This is the second time i’ve visited Taipei for openSUSE Asia Summit.

FYI, The last openSUSE.Asia Summit was held in Tokyo, Japan.

Here we go. Me and the famous Mr. gecko!!

Thursday 9 Aug, Day -1 (Travel to Taiwan)

This time, 14 people came from Indonesia to join openSUSE Asia Summit 2018 in Taipei. We divided to 3 groups. One group flight from Juanda Surabaya (Darian, Aftian, Joko, Rania). One group at morning flight from CGK (Haris, Edwin, Estu). Last group with afternoon flight from CGK (Kukuh, Didiet, Rifki, Yan Arief) And 3 others people; Tonny, Iwan Tahari, Siska join a separate flight.

My group is the first team landing in Taiyuan Airport. At international arrival gate, Franklin Weng pick us up to hostel, but we decided to visited Frank office before going to Hostel. We meet Eric Sun and their team. Artistic team who create video for opening ODF Reader on Android. The video created using Blender Software.

22.00 we arrive at hostel. Many thanks to Frank for deliver us. :D. A few hours later, 2 more groups arrived at hostel. We are stay at same hostel. A comfort dormitory with share room. First Hostel, not far from Daan Park. Let call it a day and sleep all the night.

Friday 10 Aug, Day 0 (openSUSE Board and Community Meetup)

Today we plan join meetup at Taiwan SUSE Office after Friday Prayer. We visited Taiwan Grand Mosque, not far from Daan Park and our hostel. Before Friday Prayer, we take breakfast at Sakura Canteen (with Indonesian Food), next to Taiwan Grand Mosque. After praying, we going to SUSE office by walk. We came late to SUSE office, after lost direction. What a day!

Main discussion on SUSE Office

We meet openSUSE boards, SUSE Beijing and SUSE Taiwan, openSUSE Japan, openSUSE Taiwan; Ana Martinez and Simon, Sunny and team, Alcho and team, Takeyama and team, Sakana etc. You can watch meetup video from Sakana here.

Our discussion focus on some point:

  • How to prepare for next summit. We start create guideline for better preparation
  • How to engage more student to join GSOC for openSUSE Project. We plan to choose local coordinator each country to break gap between GSOC/Mentor Team from openSUSE and students from various county, especially Asia.
  • openSUSE Asia Summit album. Takeyama as part of Japan openSUSE team hand over album to Sakana, as local committee for current summit.

Lets finish foods and take photos!! After that, we moved to near building for tonight’s party. COSCUP Welcome Party at Zhangmen Brewing — Breeze Songgao Store. Before party, Libre Office Taiwan


Minggu
19 Agustus, 2018


face

GNOME Asia Summit 2018 this time happen in Taipei – Taiwan, at National Taiwan University of Science and Technology, August 11 – 12, 2018. This summit is co-host between openSUSE Asia Summit and COSCUP, so the summit title is COSCUP 2018 x openSUSE Asia Summit 2018 x GNOME Asia Summit 2018.

I arrived at Taipei at Thursday – August 9. Franklin Weng from LibreOffice Taiwan pickup me at airport and go stright to A+A Workshop. A+A Workshop was place that FOSS Community from Taiwan used for meetup every Thursday. Franklin introduce me to others. Then go to First Hostel to meet other friends from Indonesia who also attend this conference. Most of them from openSUSE Indonesia.

#0 day

On Friday, me and others have free time. We go to Taipei Grand Mosque to Jum’ah (Friday) Praying, then I meet my High School Friends who live in Taipei. Then I go to Microfocus office to meet other Indonesian and openSUSE Community. At night, have dinner with LibreOffice Community around Asia, LibreOffice Taiwan (Franklin Weng) paid for our food.

Then we go to welcome party for speaker and staff. My role for this event was part of international staff, so I have invitation for this with others. It’s good time to see each others and good night few. Few openSUSE and SUSE member discuss with me about potential held openSUSE Asia Summit and GNOME Asia Summit together next year.

Taipei 101 from roof top

#1 day

This summit was very crowd comparing to COSCUP 2016 (I became speaker at that time). On first day attended by 1364 participant and on second day attended by 784 participant. It has 15 parallel classes. Few of them are in English, especially from openSUSE and GNOME.

In this summit, I help to manage coordinating for web content, design, and also material design such as logo. Many friends from Taiwan and Indonesia contribute in this. I’m not become speaker this time, but I bring few students and they become speaker.

Empty Class

On first day, I’m joining Benjamin Berg class, he’s talking about “Supporting Miracast on the GNOME Desktop” which is very interesting for me comparing to others. Then “Desktop applications: life inside a sandbox” by David King then The Year of the GNOME by Nuritzi Sanchez. I spent few hours for discussion with other participant. Sharing mine and their activity about contributing to FOSS. And also I try to find praying room, and found it next conference building. So comfortable. The organizer also give me food that compatible with Halal Food, and I see Sobha and her student got vegetarian food. It’s prepared well.

At evening, we have official two official BoF (openSUSE and GNOME) and one unofficial BoF (LibreOffice). I was realy confuse which one that I must join. But I made decission, because I bring 3 students that contribute in LibreOffice this year, so I will help them to join LibreOffice BoF. Before we go, I told Kukuh to


Kamis
16 Agustus, 2018


face

openSUSE Asia Summit 2018 selesai digelar kemarin. Rangkaian acara total digelar sejak 8-13 Agustus di National Taiwan University of Science and Technology, Taipei. Tulisan saya dalam Bahasa Inggris dapat dibaca pada tautan ini.

Sebagai Summit kedua di Taiwan, openSUSE Asia Summit 2018 berlangsung sangat ramai, banyak kawan-kawan lama dari beberapa summit lainnya ikut hadir. Acara Summit kali ini lebih spesial karena merupakan kolaborasi tiga acara COSCUP X GNOME.Asia Summit X openSUSE Asia Summit.

Saya kebagian sesi hari pertama, Sabtu 11 Agustus pukul 14.30. Materi yang saya bawakan berjudul: How Jogja Become City of GNU/Linux User Friendly. Slide presentasi saya dapat diakses di tautan ini.

Dalam sesi ini, saya menceritakan sejarah komunitas GNU/Linux di Jogja ketika awal-awal saya berkenalan dengan GNU/Linux dalam rentang tahun 2009-2015 bahkan era sebelum saya datang ke Jogja.

Era komunitas GNU/Linux di Jogja mulai pudar sejak periode Startup mulai menggeliat di Jogja, sekitaran tahun 2015. Dalam catatan ini saya melihat bahwa teknologi berkode sumber terbuka tidak lagi dalam tatanan bagaimana berkenalan. Namun sudah menuju bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Di bagian akhir cerita, saya menceritakan Apa itu Binar Academy dan bagaimana Binar Academy memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya dalam proses akademi. Beberapa hal malah merupakan keharusan menggunakan teknologi tersebut dalam proses akademi.

Beberapa teknologi yang kita gunakan di Binar Academy:

  • Sistem operasi, Ervien, salah satu mentor dan saya menggunakan opensuse 42.3 dalam keseharian, beberapa mentor lainnya menggunakan Ubuntu 16.04 dan Linux Mint.
  • Bahasa pemograman, Ruby on Rails, Vue JS, Kontlin,
  • Metabase, Mattermost
  • Database, mysql, postgresql
  • Webserver, NGINX
  • AWS Platform, Heroku
  • Gitlab dan Gitlab-CI

Harapannya adalah semakin banyak orang, lembaga, perusahaan yang memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya.

Terimakasih untuk openSUSE dan Binar Academy yang menjadi sponsor perjalanan saya.

Estu


Selasa
07 Agustus, 2018


face

Perhelatan openSUSE Asia Summit 2018 tinggal menghitung hari. Perhelatan ini akan berlangsung pada 10 – 12 Agustus di National Taiwan University of Science and Technology, Taipei. Acaranya akan cukup wah sekali karena merupakan kolaborasi tiga acara. COSCUP X GNOME.Asia Summit X openSUSE Asia Summit.

Tahun ini kembali openSUSE.ID mengirim kontingen untuk memeriahkan acara. Ada 9 Pembicara dari Indonesia di openSUSE Asia Summit. Dan ada beberapa pembicara lain yang hadir untuk GNOME.Asia Summit 2018.

Daftar kontingen openSUSE Asia Summit beserta materi yang akan dibawakan adalah:

  • Mohammad Edwin | Maintaining the Good Spirit – openSUSE Indonesia Community Experience
  • Kukuh Syafaat | openSUSE Leap & Flatpak
  • Yan Arief Purwanto | Having fun with KDE: create a Plasmoid
  • Estu Fardani | How Jogja Become City of GNU/Linux User Friendly
  • Didiet Agus Pambudiono | Deployment of multi node web server, database server and storage session server with Ansible
  • Ahmad Romadhon Hidayatullah | Working and Contributing to Open Source Project via Graphic Design in openSUSE Tumbleweed
  • Rahman Yusri Aftian | Nusantara Metode Input at openSUSE
  • Tonny Adhi Sabastian | Single Sign On Services with Free/Open Source Software at Universitas Indonesia – Updating to CAS 5
  • Mohammad Rifki Affandi Z | Build your cloud file hosting using Nextcloud on openSUSE Leap 15.0
  • Darian Rizaludin
  • Joko Susilo
  • Ahmad Haris
  • Siska Iskandar
  • Iwan S Tahari

Tiket pesawat udah dibeli, Visa udah diurus, penginepan juga sudah dipesan. Tapi materi salindia masih draft semua. :D. Sampai bertemu di Taipei.

Terimakasih untuk openSUSE dan Binar Academy yang menjadi sponsor perjalanan saya.

Estu


Jumat
29 Juni, 2018


face

release party.jpg

Sumber : https://www.facebook.com/opensuse.indonesia/?ref=br_rs

Awal Cerita

jadi ceritanya dulu itu saya masih anak bawang banget, lulus sekolah di Manaratul Islam dan pondok pesantren di Miftahul Ulum. coba keberuntungan saya SNMPTN dan Alhamdulillah Allah mengizinkan saya untuk kuliah di salah satu kampus di Surakarta yaitu Universitas Sebelas Maret dengan Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer di FKIP. Setelah masuk kampus saya yang anak aliyah ini gak ngerti apa – apa, beneran dah wkwkkw, ilmu ala kadarnya, pokoknya semuanya dibawah rata -rata yang lain. Kemudian setelah saya masih sedikit belajar di Solo saya mulai mengenal banyak sistem operasi, salah satu yang menjadi pusat perhatian saya ialah Linux.

Waktu itu sekitar tahun 2016, saya liat postingan teman saya, dia lagi ikut acara openSUSE Asia Summit 2016 di jogja, saya pikir “anjir keren dh”, saya mau ikut tapi ternyata tiket udah abis dan saya juga lagi kere. Disitulah saya berkenalan dengan distro linux yang berlogo bunglon ini, dan anehnya saya tertarik karena logo si bunglon ini wkwkwkw.

Memberanikan diri

Nah disini, saya yang gak kenal siapa – siapa sama sekali dan gak tau apa – apa, mulai coba memberanikan diri saya dengan mencoba “sok kenal”. Saya kadang punya prinsip “Kalo lu mau jadi orang besar ya jadi orang kecil dulu, semua butuh proses”. Singkat cerita saya mencoba iseng membeli buku fundamental linux berbasis openSUSE dari PT Excellent yang ditulis sama Bang Nugi, saya sempet chat si pelapak yaitu pak Bos Vavai, dan saya belum tau ternyata pak Vavai adalah pemilik dari PT Excellent itu sendiri, berhubung di kuliah saya akan ada mata kuliah Praktek Industri saya coba tanya ke Pak Vavai, apakah nerima mahasiswa magang disana. Terus saya coba beli majalah sama Pak Kukuh dan saya ambil langsung di menara Jamsostek dan disana saya ketemu sama Pak Edwin. Terus ikut acara openSUSE Indonesia jalan – jalan ke Bursa Efek Indonesia, ikut menjadi penjaga stand LibreOffice Indonesia di acara LibreOffice Conference Indonesia sama Pak Sokibi dan juga menjadi translator si bunglon ini pun saya hanya memberanikan diri.

Saya memberikan apresiasi yang sangat besar pada Pak Edwin, Pak Kukuh dan Pak Estu yang selalu memberikan semangat untuk anak muda di Indonesia supaya ikut event internasional dan kita dituntut jangan takut akan kegagalan kalau belum dicoba.

Singkat cerita ketika saya magang di Excellent saya sungguh senang liat teman saya, Dhenandi diterima sebagai pembicara di acara openSUSE Asia Summit 2017 di Jepang. WOW! saya pun iri wkwkwkw, secara saya seumuran sama dia, masa saya kalah. Setelah saya mendengar kabar bahwa openSUSE Asia Summit selanjutnya akan diadakan di Taiwan, saya pun bergegas membuat Paper! dengan judul “Build your cloud file hosting using Nextcluod on openSUSE Leap 15.0” dan Alhamdulillah paper saya diterimaa !!!

Permasalahan yang saya hadapi berikutnya adalah

  1. Paspor
  2. Visa
  3. Bahasa

tapi saya sadar semua itu bisa saya lewati dengan usaha dan kerja keras ! intinya coba dulu sebelum ngomong, jangan ngomong doang tapi gak ada bukti ! :p


Senin
04 Juni, 2018


face

openSUSE Asia Summit 2015

Setelah memasang Leap 15.0 di x260, ternyata saya tidak bisa memainkan gif ataupun video dari Facebook. Peramban yang saya gunakan adalah Firefox 60.0.1. Di lain sisi, memutar youtube tidak ada masalah. Dari hasil pengecekan https://www.youtube.com/html5 didapat bahwa format MP4/H.264 belum didukung oleh sistem operasi dan peramban.

Membaca wiki openSUSE ditautan https://en.opensuse.org/SDB:Firefox_MP4/H.264_Video_Support, masalah ini dapat diatasi dengan:

  1. Pasang repo packman,
  2. Pasang libav, sekalian memasang VLC
    $ sudo zypper in vlc libavcodec56 libavcodec57 libavformat56 libavformat57 libavdevice56 libavdevice57
    
  3. Restart firefox, dan test kembali dukungan video di https://www.youtube.com/html5

Selesai. Horeee.

Estu~


Minggu
03 Juni, 2018


face

openSUSE Leap 15.0 baru saja dirilis beberapa pekan kemarin yakni tepatnya pada tanggal 25 May, pada openSUSE Leap 15.0 ini memiliki banyak pembaruan diantaranya yang menjadi sorotan dari pembaruan openSUSE Leap 15.0 ini dapat dilihat di situs kabar linux saya sendiri masih sempat bingung bagaimana caranya untuk update ke openSUSE Leap 15.0 ini sendiri, saya sendiri masih memakai openSUSE Leap 42.3 sebelum tulisan ini dirilis dan sekarang telah memakai openSUSE Leap 15.0. Yuk langsung aja kita cari tahu bagaimana cara update ke openSUSE Leap 15.0 ini :D.

Pra upgrade

Sebelum kita upgrade si ijo ini kita terlebih dulu menyiapkan beberapa hal yang harus disiapkan. guna mengantisipasi beberapa hal yang tidak diinginkan terjadi (data hilang)

  1. Backup Data penting anda ke Hardisk eksternal (kalau gk ada pinjem punya temen)
  2.  Siapkan niat
  3. Internet
  4. Repository lokal, ini tentu diperlukan saya sendiri memilih repo dari repo.opensuse.id agar proses update lebih kenceng

Ganti Repository

Setelah sesajen sebelum upgrade disiapkan, kita langsung ke proses upgrade

    zypper mr -da
    zypper ar -f http://repo.opensuse.id/distribution/leap/15.0/repo/oss/ repo-opensuse-id-15-oss
    zypper ar -f http://repo.opensuse.id/distribution/leap/15.0/repo/non-oss/ repo-opensuse-id-15-non-oss
    zypper ar -f http://repo.opensuse.id/update/leap/15.0/oss/ repo-update-opensuse-id-15-oss
    zypper ar -f http://repo.opensuse.id/update/leap/15.0/non-oss/ repo-update-opensuse-id-15-non-oss

Upgrade

Setelah kita mengganti repository, kita lakukan upgrade openSUSE ini berikut perintahnya

  1. Tekan Ctrl + Alt dan F1 secara bersamaan, lalu jalankan perintah dibawah ini
  2. zypper ref
    zypper dup

    Setelah itu kalian bisa ngopi – ngopi atau ngaji juga boleh agar proses upgrade lancar 😀

Note : Semoga bermanfaat


Rabu
23 Mei, 2018


face

I’ve been curious and interested with GPD Pocket since last year, when first time it announced (https://www.indiegogo.com/projects/gpd-pocket-7-0-umpc-laptop-ubuntu-or-win-10-os#/).

I bought this tiny machine 3 weeks ago on aliexpress. Shipping take only a day, but custom clearance takes almost two weeks.

First impression about this laptop was cute and good built quality.

Tiny

Installing It with Linux

This machine preinstalled with Windows 10, I think it’s original but who cares. I need running linux on it.

I try Leap 15 for first time. Screen rotated -1 and wifi not working. Then I tried Ubuntu 18.04 and similar thing happen. I use iso from gpd site, Ubuntu 16.04 that already customized for GPD Pocket but not working (stuck at boot).

Ubuntu 16.04

I read some documentation at https://github.com/stockmind/gpd-pocket-ubuntu-respin to rebuild Ubuntu 18.04 iso, but not working enough. So I use another methode, installing it then use update.sh to reconfigure all. It’s working. But I’m not satisfied in it. I wanna Tumbleweed on this machine.

I download openSUSE-Tumbleweed-DVD-x86_64-Snapshot20180520-Media.iso and dd-ing it to usb flashdisk then install. Of course when installing process, my screen was rotated -1. I choose GNOME Desktop. But after reboot, GNOME works fine except:

  1. wifi not working
  2. no battery applet, and system not recognize battery

Patch

Kukuh Syafaat, President of openSUSE-ID told me that Richard Brown (@sysrich) use GPD Pocket. So I ask Richard on twitter and he gave me clue in https://github.com/sysrich/salt-states/blob/master/opensuse/laptop.sls.

I use few lines from laptop.sls and it’s working well. I translated that salt script into plain bash script at https://github.com/princeofgiri/gpd-pocket-patch.

After reboot, Tumbleweed still not detecting the battery.

Use Another Kernel

I remember that Leap 15 can recognize the battery. So I download the kernel and installing it. Yes it’s work, but there’s new problem, when in charging mode, battery applet seems not know if that time is in charging mode.

So I decide to compile kernel by my self. Got the source from https://github.com/jwrdegoede/linux-sunxi.git and the result was cool. It’s works.

Let’s Work

Notes

  • I write this post using GPD Pocket
  • I will write kernel compilation in another post
  • Plymouth still rotated -1
Plymouth

Jumat
27 April, 2018


face

GNOME 3.28 beberapa waktu lalu baru rilis, cukup memancing banyak komentar. Tanggal 26 April kemarin, Ubuntu 18.04 meluncur dengan menyertakan GNOME 3.28 sebagai Desktop Environment baku. Unity sudah tidak dipergunakan lagi, mungkin tim Ubuntu sudah lelah.

Berawal dari move on-nya si Ubuntu, banyak penggemarnya kecewa, dan merasa GNOME itu jelek, tanpa bisa menunjukkan kejelekannya. Mari kita mundur beberapa waktu lalu.

 

Awal muncul GNOME 3, saya termasuk orang yang tidak suka, antar mukanya aneh. Lebih nyaman dan sederhana GNOME 2. Saya yang saat itu masuk di tim pengembang BlankOn, bersama rekan-rekan membedah kejelekannya sehingga muncullah bibit-bibit pemberontakan dengan dimulainya BlankOn Panel yang berujung pada Manokwari.

Manokwari sendiri perlu dibuat karena kedepannya, semua pustaka GNOME 2 akan ditinggalkan dan beralih ke GNOME 3. Tapi saya dan teman-teman tidak siap untuk sepenuhnya menggunakan GNOME 3 karena beberapa kejelekannya.

2014, saat GNOME Asia di Beijing, saya ngomong sendiri bahwa GNOME jelek ke pimpinan desainer UI/UX, Allan Day, dan berujunglah diskusi panjang. Saya pasti kalah sama mereka dalam hal penjelasan, saya cupunya minta ampun. Tapi saya menang dengan menceritakan bahwa GNOME 3 membutuhkan sumber daya komputer cukup besar (misal RAM 1 GB) di mana masyarakat Indonesia tidak banyak yang bisa memenuhinya. Sedangkan Manokwari, bisa bekerja (waktu itu) pada RAM 256 MB. Toh Manokwari masih menggunakan pustaka GNOME.

Sekitar 2011, Ubuntu merilis Unity, banyak yang komplain dan gak nyaman. Pindah ke KDE juga takut gengsinya turun lantara KDE di masa itu (sampai masa kini sih) mirip MS Windows dan banyak kutu (sekarang udah jauh mendingan).

Kita terbiasa ngedumel dan menjelek-jelekkan tanpa bisa menunjukkan apa yang bisa dilakukan untuk memperbagus hal tersebut. Mental kita lebih banyak sebagai pencela dari pada penebar “Rahmatan Lil Alamin”.

Saya dulu, mantab pindah ke GNOME 3.x saat memiliki layar dengan resolusi di atas FHD (3K) dan layar sentuh. Banyak perabotan GNOME bisa berfungsi dengan baik, seperti:

  • di Yoga 3 Pro, di layar ada logo jendela, saat disentuh, akan bisa menampilkan Activities. Pada DE lain tidak bisa
  • di layar sentuh, on screen keyboard sangat mudah tampil saat kita merasa memerlukannya (atau pada tablet mode). Tentunya hal ini tidak terjadi jika komputer kalian masih konvensional.

Jadi, sebelum mencela GNOME, lebih baik kopdar, ngopi-ngopi dulu dengan teman-teman komunitas GNOME. Saya traktir!

Catatan: saya belum nemu orang komplain dengan DE-nya Endless OS. Kalau komplain terkait tidak bisa booting dan sampai mencela saya tidak beretika sih ada.


Kamis
05 April, 2018


face

2018-03-25 14.47.48

Ini kali kedua konferensi, saya g ikut jadi pembicara. Sebelumnya PyConf ID di PENS 19 Desember silam, hanya cuma submit judul dan tidak lolos (dan memang berharap tidak lolos). Acara di PENS Desember silam termasuk perjalanan ajaib, karena kali pertama saya nyoba bawa sepeda lipat naik pesawat.

Konferensi LibreOffice kemaren saya semacam penyusup, karena sedikit bikin acara dalam acara. Agenda terselubungnya adalah mengumpulkan pengembang-pengembang BlankOn dalam satu lokasi. Semacam BlanKopdar.

Perjalanan ke timur. Rencana awal berangkat naik bus, tapi beberapa jam menjelang berangkat, tiba-tiba malah beli tiket kereta Jayakarta. Dan dapat kabar, kereta jalur selatan asal dan menuju Bandung mengalami terlambat. Karena ada kereta anjlok. Dan Pak Didiet sudah misuh-misuh dari sore.

Untuk penginapan di Surabaya, sebulan sebelumnya saya sudah memesan kamar dormitory di Anjani B&B tidak jauh dari PENS. Memesan 3 kamar dengan total 10 tempat tidur. 2 kamar dengan 4 kasur. 1 kamar untuk tim openSUSE.ID dan 2 kamar untuk BlankOn. Cukup murah.

Saya sampai Surabaya Jumat pagi jam 5, dan langsung ke homestay. Di homestay sudah ada Pak Slamet dan Pak Kuriyanto yang sudah sampai Surabaya sejak Kamis.

Hari Jumat 23 Maret 2018

Setelah mandi dan sarapan, terus langsung ke PENS. Ketemu Pak Edwin. Pak Noor Azam, Pak Eric dan Pak Franklin Weng. Juga ketemu beberapa pendekar yang sebelumnya belum pernah ketemu. Ada Pak Sofyan, Pak Kifli, Pak Syamsul, yang saya baru pertama ketemu. (Maafkan bila ada yg terlupa tidak disebut, keterbatasan memori)

Agenda Jumat adalah Workhop LibreOffice bareng Pak Andika. Break Solat jumat, kemudian dilanjutkan seremonial antara Panitia, Pembicara, Pihak Kampus dan Sponsor sekalian makan siang.

2018-03-23 13.53.04

Setelah Ashar saya balik ke homestay lagi sekalian mengantar Pak Edwin. Sebelum balik, Pak Darian nitip, “Pak ntar malam ada undangan makan di Jenggala Resto”. Siap ndan. Pak Darian makin lemu, mungkin efek stress menjadi koordinator panitia lokal. Selama makan malam, banyak obrolan teknis dan non teknis. Beberapa merupakan temu kangen. Tidak tiap tahun bisa kopdar komunitas seperti ini.

Setelah selesai undangan makan malam, balik homestay. Kita mulai Hackathon di Homestay. Kita bagi tugas tiap-tiap orang, apa aja yang bisa dikerjakan.

BlanKopdar kali ini ada beberapa target yang ingin dikejar:
1. Tambal Paket, terutama terkait Sofware Center dan Appstream Data
2. Nutupin Tiket BlankOn Installer
3. Rilis Manokwari, sekalian mengundang Pak Fadlun buat Hackathon, sebagai kontributor Manokwari paling aktif saat ini.
4. Beberapa konfigurasi infra yang dibutuhkan

Dalam kenyataannya adalah zsync jahitan, install, debug, koding-koding, commit, rilis paket, masuk ke irgsh, jahit dan ulangi dari awal. Jam 1 pada mulai tepar, namun hasilnya produktif. Beberapa bug minor terdeteksi dan dapat ditambal.

Hari Pertama Konferensi, Sabtu 24 Maret 2018.

Tempat acara di Gedung Pasca Sarjana PENS lt. 6. Saya agak telat datang. Pak Slamet dan Tim sudah duluan untuk persiapan Stand Pameran. Saya baru jam 11 sampai PENS. Tak lama dapat telepon dari Pak Aftian. Ya salah satu target utama datang ke Surabaya ini memang untuk ketemu Pak Aftian sebagai supermen di Proyek BlankOn.

Saya banyak menghabiskan di Stand Pameran, ngadep laptop. Jam set 1 ketemu Pak Aftian. Sesi

Older blog entries ->