Thursday

21 May, 2020

Memasang Collabora Office (Snapshot) pada openSUSE Tumbleweed

Apa itu Collabora Office? Collabora Office adalah enterprise office suite dari LibreOffice, office suite Open Source yang paling banyak digunakan di dunia.

Apakah Anda pernah mencoba Collabora Office? Mari kita coba snapshot terbaru. Anda juga dapat mencobanya di openSUSE Leap.

  • Unduh dan impor kunci
    wget https://www.collaboraoffice.com/Collabora-Office-6.2-Snapshot/Linux/yum/repodata/repomd.xml.key && sudo rpm --import repomd.xml.key
    
  • Tanbah repositori
    sudo zypper addrepo 'https://www.collaboraoffice.com/Collabora-Office-6.2-Snapshot/Linux/yum' 'Collabora Office 6.2 Snapshot'
    
  • Segarkan
    sudo zypper ref
    
  • Pasang
    sudo zypper install collaboraoffice
    

Enjoy!

Memasang Katalon Studio Pada openSUSE Leap

  • Daftar di web Katalon. Jika sudah memiliki akun, silakan masuk.
  • Unduh Katalon Studio for Linux.
  • Nama berkas yang diunduh adalah Katalon_Studio_Linux_64-{version}.tar.gz. Ekstrak.
  • Pasang OpenJDK (Gunakan OpenJDK 8)
    sudo zypper in java-1_8_0-openjdk
    
  • Masuk ke direktori Katalon Studio
    cd Katalon_Studio_Linux_64-{version}/
    
  • Jalankan Katalon
    ./katalon
    
  • Masuk dengan akun Anda
  • Selamat, Anda telah berhaasil menjalankan Katalon Studio
  • Pengaturan tambahan untuk Mobile dan Web Services silakan lihat panduan Katalon Studio for Linux.

openSUSE Virtual Summit

openSUSE akan mengadakan openSUSE Virtual Summit pada 1 Mei. Semua waktu pada jadwal adalah Waktu UTC. Acara akan akan berlangsung di opensuse.reqmagic.com. Anda dapat mendaftar di events.opensuse.org pada 30 April.

Simak pembicara dari Indonesia, diantaranya

  1. Anak Agung Bagus Arya WiradarmaIT Risk Management Based on ISO 31000 and OWASP Framework using OSINT (Case Study: Election Commission of X City).
  2. Estu FardaniIntroduction Podman for Beginner.
  3. Kukuh SyafaatTranslating Open Source Apps.

NgabuburIT DevOps – Ngobrolin Otomasi

Hai gaes! ada acara keren nih yang bisa kamu ikutin selama WFH dan nungguin waktu berbuka puasa! Yak, acara keren itu adalah ngabuburIT DevOps. Kita akan banyak berbincang bagaimana melakukan otomasi. Acara keren ini juga dipandu oleh pemateri yang sangat mumpuni dibidangnya yaitu Kak Benediktus Anindito (Dosen Fasilkom Narotama & System Engineer di KlikLabs.com), Kak Samsul Maarif (DevOps Engineer @DOT Indonesia) dan Kak Didiet Pambudiono (DevOps Engineer @GITS Indonesia)

Acara ini didukung oleh KLAS, KLIM, openSUSE ID dan LibreOfficeID serta diadakan pada
Hari/Tanggal : Sabtu, 2 Mei 2020
Waktu : 15.00 – 17.00 WIB
Tempat: Internet

Daftarkan dirimu segera ya di https://s.klas.or.id/devops-otomasi

Untuk informasi lainnya bisa menghubungi:
Darian Rizaluddin – 0857-2510-0763

🐧

Two Factor Authentication (2FA/TFA) untuk Meningkatkan Keamanan Akses Email

LATAR BELAKANG

Berdasarkan pengalaman Excellent dalam menangani mail server di Indonesia, salah satu kendala utama pengamanan account email adalah adanya password compromised atau adanya kebocoran password sehingga account email user bisa diambil alih atau diakses oleh pihak lain yang tidak berhak.

Pengamanan utama berupa adanya ketentuan kombinasi kekuatan password (strong password) belum tentu menjadi solusi, karena password sekuat apapun tidak akan berarti jika user yang bersangkutan menyerahkan sendiri passwordnya karena tertipu email spoofing/phising/spam.

Contoh beberapa email spoofing/phising tersebut ada pada gambar dibawah ini :

SOLUSI PENGAMANAN ACCOUNT

“Better be despised for too anxious apprehensions, than ruined by too confident security.” — Edmund Burke

Mengingat masalah utama ada pada user yang menggunakan email dan pemahaman mereka bervariasi, maka ada dua hal utama yang bisa ditempuh, yaitu :

  1. Edukasi User. Tujuannya adalah agar bisa membedakan email palsu dengan email asli, sekaligus lebih berhati-hati jika mendapat email yang meragukan atau mencurigakan. Meski prosesnya akan butuh waktu dan tingkat keberhasilannya tergantung pada level pemahaman user, hal ini tetap harus dijadikan tindakan awal dan periodik yang bisa ditempuh. Contoh mekanisme edukasi adalah dengan memberikan informasi tentang keamanan sistem secara berkala, mengirimkan brosur atau ilustrasi gambar keamanan sistem dan memberikan training pada user yang rentan menjadi target serangan
  2. Menerapkan 2 atau Lebih Level Pengamanan. Level pengamanan 2 atau lebih umumnya dikenal sebagai 2FA atau TFA, yaitu Two Factor Authentication. Mekanisme 2FA kadang juga dikenal sebagai MFA atau Multi Factor Authentication.

    Disebut dengan istilah 2 Factor karena ada level/factor pengamanan sistem, yaitu memanfaatkan “sesuatu yang mereka ketahui” dalam bentuk akses kredensial biasa berupa nama pengguna dan password dan “sesuatu yang mereka miliki” dalam bentuk kode PIN pada token

    Contoh penggunaan 2FA pada kehidupan sehari-hari adalah penggunaan token untuk menampilkan kode acak yang digunakan untuk melakukan otorisasi transaksi finansial pada rekening bank secara online.

Pada Zimbra Mail Server, fasilitas ini tersedia pada tipe Zimbra Network Edition (NE) mulai versi 8.7 keatas.

LANGKAH AKTIVASI 2FA PADA ZIMBRA

Ada 3 langkah utama yang diperlukan untuk melakukan aktivasi 2FA pada Zimbra, yaitu :

  1. Mengaktifkan feature 2FA melalui Zimbra Admin, pada menu Class of Services | Advanced atau pada User terpilih | Edit | Advanced

    Ada 4 pilihan yang tersedia pada menu ini, yaitu :

    Enable two-factor authentication. Pilihan ini digunakan untuk mengaktifkan feature utama. Jika pilihan ini tidak dipilih, pilihan lain tidak akan aktif
    Require two-step authentication. Pilihan ini digunakan untuk mewajibkan seluruh user dalam Class of Services untuk menggunakan 2FA
    Number of one-time codes to generate. Pilihan ini menentukan berapa jumlah one-time codes atau kode sekali pakai yang bisa digunakan jika kehilangan akses pada aplikasi/perangkat untuk melakukan generate 2FA. Misalnya kehilangan aplikasi atau kehilangan perangkat yang digunakan untuk melakukan 2FA
    Enable application passcodes. Pilihan ini menentukan apakah bisa menggunakan kode pengganti password untuk digunakan pada aplikasi yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan 2FA. Contohnya jika menggunakan email client Microsoft Outlook atau Thunderbird atau ada aplikasi yang digunakan untuk mengirim email, maka application passcode ini dijadikan sebagai pengganti password.
  2. Instalasi aplikasi untuk 2FA. Zimbra merekomendasikan berbagai aplikasi untuk 2FA, antara lain Authy, Google Authenticator, Microsoft Authenticator dan lain-lain. Listnya bisa dilihat pada : https://wiki.zimbra.com/wiki/TOTPApps

    Untuk instalasi aplikasi Authy bisa merujuk pada tutorial ini : https://youtu.be/c8qqJ1sPkNU
  3. Aktivasi pada webmail. Proses ini dilakukan pertama kali setelah 2FA diaktifkan pada Zimbra Admin. Detail langkah-langkahnya dijelaskan pada tahap berikut ini.

AKTIVASI 2FA PADA WEBMAIL

Untuk mengaktifkan 2FA pertama kali, jalankan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Pastikan sudah melakukan instalasi aplikasi 2FA
  2. Login pada webmail dengan menggunakan akses kredensial user yang akan diaktifkan 2FA-nya
  3. Ikuti wizard yang diberikan, seperti contoh pada gambar berikut :



  4. Gunakan aplikasi 2FA (Authy) untuk memasukkan kode diatas, kemudian ikuti langkah selanjutnya sampai mendapatkan 6 digit kode

  5. Masukkan kode yang digenerate dari aplikasi Authy ke isian pada wizard Zimbra 2FA
  6. Setelah diklik Next atau Berikutnya, proses wizard akan diteruskan ke akses webmail. Selamat, ini berarti feature 2FA sudah berhasil diaktifkan.

PENGGUNAAN 2FA

Setelah 2FA berhasil diaktifkan, maka setiap kali melakukan login ke webmail dari perangkat baru atau dari browser baru maka selain user name dan password, webmail akan meminta OTP (One Time Password) atau One Time Code yang digenerate melalui aplikasi 2FA.

Detail pilihan terkait 2FA bisa diakses melalui webmail, pada menu Preferences masing-masing user, kemudian masuk ke tab Account

Jika kita menggunakan komputer atau laptop yang aman, misalnya komputer atau laptop pribadi yang ada di rumah dan tidak pernah dipakai pihak lain, kita bisa memilih pilihan tanda centang Stay Sign In atau Tetap Masuk saat login, agar tidak selalu dimintakan kode saat login. Jika pilihan ini diambil, berarti perangkat atau browser tersebut dianggap sebagai Trusted Devices. Jika ingin kembali menggunakan 2FA setiap kali login, kita bisa menghapusnya dari daftar Trusted Devices.

PENGGUNAAN APPLICATION CODE/PASSCODE

Setelah aktivasi 2FA, secara default password yang dimiliki tidak bisa sepenuhnya digunakan untuk login atau authentikasi ke mailbox, karena akan membutuhkan one time code yang digenerate menggunakan aplikasi. Bagaimana jika aplikasi yang digunakan tidak memiliki kemampuan 2FA? Misalnya coding di aplikasi untuk mengirim email atau aplikasi email client untuk desktop seperti Microsoft Outlook, Thunderbird atau aplikasi sejenis untuk mobile seperti AquaMail, Outlook Mobile dan lain-lain?

Untuk keperluan tersebut, solusinya adalah menggunakan application code. Untuk mendapatkan application code, lakukan langkah sebagai berikut :

  1. Login pada webmail dengan menggunakan akses kredensial user yang sudah aktif 2FA-nya
  2. Masuk ke menu Preferences | Accounts, scroll ke bagian Two Factor Authentication
  3. Klik Add Application Code dan beri nama/label untuk aplikasi yang akan digunakan
  4. Klik Next
  5. Catat application code yang tersedia dan jadikan application code tersebut sebagai pengganti password. Dalam contoh artikel ini, jika digunakan pada Outlook atau aplikasi mobile, nama user adalah : hosokawa..fujitaka@excellent.co.id dan passwordnya adalah YVHFPYSWBPVRMORP. Application passcode tidak bisa diedit atau diquery, jadi sekali klik close, informasi passcode akan hilang. Jika seandainya lupa, yang bisa dilakukan adalah menghapus passcode yang lama dan membuat yang baru
  6. Application passcode hanya menjadi pengganti password bagi aplikasi yang tidak aware pada 2FA, namun password asli+2FA code akan tetap berlaku jika login menggunakan webmail atau menggunakan aplikasi lain yang memiliki kemampuan 2FA

SUMMARY

Berdasarkan proses diatas, aktivasi dan penggunaan 2FA pada Zimbra mail server cukup mudah untuk dilakukan dan tidak memerlukan pemahaman yang rumit. Karena kemampuannya yang penting dalam mencegah adanya pengambilalihan account oleh pihak lain yang tidak berhak sekaligus proteksi terhadap kemungkinan adanya kelalaian, 2FA sebaiknya diimplementasikan sesegera mungkin.

CATATAN

Perusahaan tempat saya bekerja, PT. Excellent Infotama Kreasindo adalah perusahaan Email Services Provider (ESP) yang menyediakan berbagai layanan terkait email, terutama Zimbra Collaboration Suite. Excellent menyediakan layanan instalasi & implementasi sistem, migrasi dari mail server lain, layanan proteksi anti spam & anti virus, layanan smtp relay, mail relay, mail blast dan mail marketing, layanan SSL berbagai merk dan layanan lisensi Zimbra Collaboration Suite Network Edition.

Excellent menyediakan layanan berbasis cloud (on cloud) yang diinstall pada provider cloud dan layanan on-premise yang diinstall pada infrastruktur klien.

MATERI PRESENTASI

Materi presentasi mengenai 2FA dapat didownload pada link berikut : Presentasi Zimbra 2FA

VIDEO PENJELASAN DAN SIMULASI

Bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui penjelasan sekaligus simulasi dalam bentuk video, bisa mengakses channel Youtube berikut ini :

Wednesday

22 April, 2020

Aplikasi Screencopy untuk Screencast Tampilan HP pada PC/Laptop

Saya mendapat informasi mengenai scrcpy dari mas Indra Supriatna terkait posting “Aplikasi Screencast pada Sistem Linux”. Thanks mas Indra.

Aplikasi Screencast pada Sistem LinuxCatatan : Tulisan ini sudah dimuat kemarin pada blog personal Vavai dot com…

Posted by Masim Vavai Sugianto on Wednesday, April 15, 2020

Aplikasi screen copy atau scrcpy dapat digunakan untuk menampilkan tampilan screen HP Android ke PC Desktop atau Laptop.

Aplikasi screencopy ini bermanfaat, terutama jika kita ingin mengambil screenshot atau video untuk konfigurasi tertentu atau terkait penggunaan suatu aplikasi. Misalnya saya ingin menunjukkan cara setting email client disisi mobile device dalam bentuk screenshot tampilan atau dalam bentuk video simulasi.

Screencopy ini bisa diinstall diatas sistem Linux, Windows maupun Mac. Aplikasinya free dan tersedia di Github, jadi sangat menarik untuk diujicoba dan jika perlu dikembangkan lebih lanjut.

Mengecek dan Memperbaiki Performa Web Menggunakan GTMetrix dan Google Pagespeed Insights

Mengecek dan Memperbaiki Performa Web Menggunakan GTMetrix dan Google Pagespeed Insights

Sejak beberapa waktu yang lalu Excellent membuat sebuah project kecil. Setelah projectnya jadi, secara bertahap diujicoba dan disimulasikan. Sudah cukup baik tapi saya merasa kok tampilannya tidak smooth.

Saat diakses, loadingnya agak lambat dan tampilannya seperti tersendat. Padahal itu hanya satu halaman web saja. Saya coba menggunakan browser mobile juga sama saja. Padahal saya membayangkan, saat diketik alamat URL kemudian tekan ENTER, blitz… langsung tampil. Kan saya tekan ENTER, bukan ENTAR. Kalau ENTAR kemudian tampilannya lama sih ya maklum 😀

Saya bilang pada team, saya nggak puas kalau performanya seperti itu. Apakah bisa dicheck nyangkutnya dimana. Apakah bisa diperbaiki? Mereka bilang, “Bisa dong, kan itu memang belum rilis. Masih fase ujicoba jadi memang belum dapat improvement apa-apa karena fokusnya baru ke fungsinya”

Salah seorang team, mas Arif Rahman mereferensikan halaman GTMetrix.

Saat dicoba validasi disana, hasilnya adalah screenshot pertama.

Nilainya F. FARAH. 😛

Performanya 0%. Loading time 11.3 ms dan total page size 6.41 MB. Di bagian bawahnya ada detail apa saja yang menyebabkan score seperti itu termasuk solusi perbaikannya.

Beberapa yang mencolok misalnya tidak pakai cache. Kemudian penggunaan image yang tidak efisien dan ukurannya terlalu besar dibandingkan dengan format yang ditampilkan. Misalnya ingin menampilkan icon tapi ukuran gambar yang diupload malah ukuran gambar yang besar.

Secara bertahap hal tersebut diperbaiki, sampai kemudian waktu loading jauh lebih singkat. Memang score-nya masih belum mencapai nilai A dan nilai YSlow score masih parah, tapi minimal sudah dapat insights mengenai sumber masalah dan tindakan perbaikan yang bisa dilakukan.

Dari awalnya loading sekitar 11.3 ms turun menjadi dibawah 5 ms. Page size juga drop dari 6.41 MB menjadi 1.16 MB. Cukup lumayan meski masih banyak ruang untuk diimprove lagi.

Selain GTMetrix, ada juga Google Pagespeed Insights : https://developers.google.com/speed/pagespeed/insights/

Ini juga bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui sumber masalah dan solusi perbaikannya.

Ada solusi lain yang bisa ditempuh, misalnya menggunakan CDN untuk tambahan lapisan keamanan dan peningkatan kecepatan, namun 2 website diatas bisa dijadikan sebagai titik awal karena layanannya gratis dan saat kita baru memulai hal baru tanpa pendapatan, kita bisa cukup puas dengan yang free namun memberikan nilai manfaat yang besar.

Saat saya ujicoba ke website lain baik website personal maupun website Excellent, hasilnya banyak yang parah, hehehe… Jadi ada tambahan kegiatan nih selama WFH.

Update Script untuk Ubuntu Initial Server Setup

Saya mengubah sedikit kode pada https://github.com/zezevavai/ubuntu-server-initial-setup

dengan menambahkan baris ini :

DIST_CODE=cat /etc/lsb-release | grep -i code | cut -d "=" -f2
sudo sed -i "s/bionic/${DIST_CODE}/g" /etc/apt/sources.list

Perintah diatas akan mengganti tulisan versi di repository (misalnya bionic untuk versi Ubuntu 18.04) menjadi repo yang sesuai dengan versi yang digunakan (misalnya menjadi xenial pada Ubuntu 16.04 atau menjadi focal pada Ubuntu 20.04)

Harapannya, script ini tidak terbatas pada Ubuntu versi 18.04, melainkan dapat juga digunakan pada versi lainnya.

Saya juga menambahkan pengecekan, jika SSH Key dikosongkan/skip, pilihan “Password Authentication di SSH” akan tetap diset “Yes” agar akses remote via SSH tidak terkunci.

Terakhir, tadi pagi saya membuat simulasi penggunaan dalam bentuk video dan menguploadnya ke Youtube.

Catatan : Saya belum sempat mencoba scriptnya pada versi Ubuntu yang lain. Kalau ada yang mau coba, sebaiknya lakukan backup konfigurasi terlebih dahulu.

Instalasi Dasar Ubuntu Server 18.04 64 bit

Proses instalasi Ubuntu server 18.04 64 bit secara prinsip dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memerlukan pengetahuan yang rumit. Saat ini sebagian besar penyedia layanan cloud sudah langsung melakukan by pass proses instalasi, sehingga saat melakukan order sebuah layanan cloud berbasis Ubuntu server, kita dapat langsung diberikan akses SSH atau remote server tanpa harus melakukan instalasi secara manual.

Meski demikian, adakalanya kita memerlukan proses instalasi secara manual, terutama jika ingin membuat sebuah master atau template sistem yang nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan. Proses instalasi manual tersebut bisa mengikuti tahapan sebagai berikut :

I. PERSIAPAN

Sebelum memulai proses instalasi, pastikan beberapa hal berikut ini agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar.

  1. Media Instalasi, apakah menggunakan USB atau DVD install atau menggunakan file ISO (jika instalasi diatas virtualisasi server seperti VMware atau VirtualBox)
  2. File ISO Ubuntu server 18.04 64 bit yang bisa didownload dari sini : https://ubuntu.com/download/server. Untuk server di Indonesia, dapat menggunakan mirror server lokal seperti :
    – Server kambing.ui.ac.id
    – Server repo.ugm.ac.id
    – Server kebo.pens.ac.id
  3. Prosesor minimal Dual Core 2 GHz
  4. Disk minimal 25 GB (bisa kurang jika sekedar untuk test)
  5. Akses Internet untuk update data saat proses instalasi

II MEDIA INSTALASI

Untuk proses instalasi pada server bare metal (fisik), gunakan installer USB flash disk. Meski bisa melakukan instalasi menggunakan CD/DVD, jauh lebih hemat jika menggunakan USB karena dapat dipergunakan kembali untuk keperluan yang lain.

USB installer bisa dibuat dengan menggunakan aplikasi Rufus atau Unetbootin.

Jika menggunakan mekanisme instalasi virtual, sebaiknya gunakan ISO installer karena lebih mudah dilakukan dan lebih cepat proses instalasinya.

III. PROSES INSTALASI

Setelah melakukan booting installer, proses selanjutnya adalah mengikuti panduan instalasi yang diberikan. Berikut adalah detail prosesnya :

Pilih Bahasa
Gunakan bahasa untuk instalasi sesuai keinginan, setelah itu tekan ‘ENTER.’

Layout Keyboard
Selanjutnya, pilih tata letak keyboard yang disukai dan tekan ‘ENTER.’

Ubuntu atau MAAS (Metal As A Service)
Tahap berikutnya adalah pilihan untuk instalasi Ubuntu. Pilih pilihan pertama untuk menginstal Ubuntu secara umum pada PC/Server. Pilihan lain berupa ‘Install MAAS’ biasanya digunakan untuk instalasi basis cloud pada server fisik.

Jika pilihan ini ada, pilih pilihan “Ubuntu” dan tekan ENTER.

Pengaturan Jaringan
Pada tahap ini, prosesnya adalah memilih adaptor jaringan dan menerima penetapan alamat IP otomatis jika sistem dikonfigurasi dalam lingkungan server DHCP. Pilihan lain adalah mengatur alamat IP secara manual. Silakan pilih konfigurasi yang diinginkan sesuai dengan mekanisme setting di lingkungan masing-masing.

Pengaturan Proxy
Tahap selanjutnya akan menanyakan alamat server proxy. Setting ini diperlukan jika koneksi internet membutuhkan akses melalui proxy server. Jika tidak menggunakannya, Tekan ENTER untuk langsung berpindah ke tahap selanjutnya

Mirror Repository
Tahap ini menentukan repository mana yang akan digunakan. Secara default Ubuntu akan memilih repository terdekat sesuai lokasi geografis, namun pilihan tersebut dapat diubah dengan memasukkan alamat repository lokal sesuai keinginan.

Berikut adalah beberapa contoh isian repository untuk mirror server di Indonesia :

Pengaturan Hard Disk
Tahap ini akan memberikan pilihan untuk melakukan konfigurasi hard disk sesuai keinginan. Ada pilihan untuk menggunakan seluruh disk jika tidak ada sistem operasi lain yang diinstal atau dapat memilih konfigurasi secara manual dan membuat beberapa perubahan, terutama jika ada dual/multi boot dengan sistem lain.

Setelah memilih konfigurasi yang diinginkan, lakukan verifikasi apakah semuanya sudah sesuai atau tidak. Jika ada kesalahan atau ada yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut, tekan ‘BACK.’

Jika ingin memulai dari awal dengan pengaturan partisi disk, tekan ‘RESET.’

Jika semua sudah sesuai dengan konfigurasi yang diinginkan, tekan tombol “Continue” atau ‘Lanjutkan’ sebagai konfirmasi.

Akses Login
Berikan akses masuk/login pada server. Akses ini nantinya akan digunakan untuk melakukan konfigurasi lebih lanjut.

OpenSSH Server

Karena proses manajemen selanjutnya akan menggunakan akses remote, sebaiknya aktifkan akses OpenSSH Server saat instalasi.

Server snaps
Tahap ini memungkinkan pemilihan daftar services server yang akan digunakan, misalnya jika Ubuntu server yang diinstall akan digunakan untuk aplikasi Kubernetes, Docker, NextCloud dan lain-lain. Karena ini hanya digunakan sebagai basic atau master server, pilihan snaps server diskip dan tidak ada yang dipilih.

Setelah semua proses diatas, instalasi Ubuntu server akan dimulai. Lamanya proses install bervariasi, tergantung pada RAM, CPU, performa storage dan kecepatan internet server yang digunakan.

Reboot & Login ke Server
Setelah proses instalasi selesai, server bisa direboot untuk mulai digunakan untuk keperluan tertentu. Setelah proses boot selesai, lakukan proses login pada terminal server yang tersedia.

Selamat, setelah proses login berhasil berarti sudah berhasil melakukan instalasi Ubuntu server 18.04 64 bit dengan baik.

IV VIDEO TUTORIAL INSTALASI

Bagi rekan-rekan yang ingin melihat contoh instalasi Ubuntu Server 18.04 64 bit menggunakan VirtualBox, bisa melihat video Youtube dibawah ini :

V SETELAH INSTALASI

Setelah proses instalasi berhasil dilakukan, lakukan proses penyalinan data master atau proses cloning atau jadikan template agar bisa dipergunakan untuk keperluan yang berbeda-beda tanpa harus berulangkali melakukan proses instalasi yang sama.

Note: There is a print link embedded within this post, please visit this post to print it.

Initial Server Setup Script for Ubuntu 18.04

Daripada berulang-ulang melakukan hal yang sama saat melakukan setup server berbasis Ubuntu, lebih baik dibuat script untuk otomatisasinya. Saat ini masih berbasis Ubuntu 18.04 karena kebetulan paling sering pakai versi tersebut. Butuh sedikit tweak lagi agar bisa juga digunakan pada Ubuntu 16.04 atau Ubuntu 20.04 (yang akan rilis menjelang akhir April 2020)

https://github.com/zezevavai/ubuntu-server-initial-setup

Based on https://github.com/jasonheecs/ubuntu-server-setup with minor changes for Indonesian local repositoy

This is a setup script to automate the setup and provisioning of Ubuntu servers. It does the following:

  • Change default repository to Indonesian Ubuntu Mirror
  • Setup the timezone for the server (Default to “Asia/Jakarta”)
  • Update and upgrade server for first time
  • Adds a new user account with sudo access
  • Adds a public ssh key for the new user account
  • Disables password authentication to the server
  • Deny root login to the server
  • Setup Uncomplicated Firewall
  • Create Swap file based on machine’s installed memory
  • Install Network Time Protocol

Installation
SSH into your server and install git if it is not installed:

sudo apt-get update
sudo apt-get install git

Clone this repository into your home directory:

cd ~
git clone https://github.com/zezevavai/ubuntu-server-initial-setup.git

Run the setup script

cd ubuntu-server-initial-setup
./setup.sh

Script diatas bisa disesuaikan lagi agar bisa mendapatkan basis OS siap pakai sesuai kebutuhan masing-masing. Untuk todo list saya sendiri, saya upayakan bisa fleksibel saat menambahkan repository lokal Indonesia, jadi bisa dilengkapi dengan versi Ubuntu yang lain.

Untuk simulasi via video bisa merujuk ke link dibawah ini :