Sun, Oct 23, 2022

Negosiasi : Permintaan Dadakan dan Meeting Offline

Salah satu masalah yang kerap dialami jika kita mengelola perusahaan jasa di Indonesia adalah permintaan dadakan. Sebagai contoh, tiba-tiba ada calon klien yang bilang malam-malam, “Pak Vavai, besok diminta datang presentasi ke kantor ya…”

Dan saya gelagepan harus jawab gimana. Kerapkali yang meminta request dadakan seperti ini dari instansi pemerintah, dimana atasan mereka waktunya terbatas dan perintah pimpinan adalah perintah yang harus dilaksanakan.

Masalah buat Excellent adalah tidak siap jika dadakan. Bukan soal materi presentasinya, melainkan agenda waktu, siapa yang ditunjuk dan apa saja yang harus disiapkan.

Sebagai contoh, agenda pekan depan atau bulan depan biasanya sudah disiapkan dari pekan atau bulan sebelumnya. Karena staff terbatas, otomatis kita harus mengatur waktu, antara memberikan support dan services ke klien yang dimiliki saat ini (existing) dan memberikan presentasi atau penawaran untuk klien baru.

Presentasi itu kadang tidak cukup hanya oleh team sales, karena banyak juga yang butuh penjelasan teknis, misalnya terkait migrasi data, teknik switch sistem dan mekanisme support.

Solusi internal yang dilakukan adalah menambahkan kemampuan teknis dasar ke team sales. Namun hal ini tidak menyelesaikan masalah, terutama jika ada permintaan yang berbarengan waktunya.

Masalah kedua selain soal pendadakan adalah permintaan untuk visit atau datang langsung ke kantor klien. Jika permintaan visit ini dilakukan untuk klien yang sudah deal, itu sebenarnya oke saja. Kendalanya adalah jika permintaan presentasi tatap muka itu dilakukan baru awalan atau overview penawaran. Ada banyak faktor yang harus dipikirkan oleh perusahaan kecil, antara lain terkait biaya transport dan akomodasi, waktu dan tenaga yang harus dialokasikan.

Perjalanan visit di lokasi seputaran Jabotabek saja menguras tenaga dan waktu, selain juga alokasi biaya untuk transportasi dan makan team staff. Perjalanan pergi pulang ke kantor klien di Jakarta bisa menyita waktu setengah hari sendiri. Kelihatannya ini hal sepele, tapi jika tidak dikelola dengan baik, banyak pengeluaran yang terjadi yang bahkan lenyap begitu saja karena projectnya tidak deal.

Orang bisa bilang bahwa ini merupakan resiko pekerjaan, karena kan kita tidak tahu mana opportunity yang akan menjadi pekerjaan dan mana yang gagal. Namun saya pribadi lebih cenderung untuk mengantisipasinya.

Jika klien setuju meeting secara online, ini merupakan pilihan pertama. Meeting online jika dilakukan secara komprehensif malah lebih optimal dibandingkan meeting offline. Hemat biaya, waktu dan tenaga juga. Team yang terbatas juga bisa menyambi kerja.

Meeting offline tidak dinafikan begitu saja, namun meeting offline ini lebih diutamakan untuk tindak lanjut pekerjaan. Misalnya untuk kick-off meeting atau meeting awal membahas pekerjaan. Bukan meeting yang masih ngalor ngidul membahas project mentah yang belum ketahuan ujungnya.

Rekan saya punya pengalaman. Ia punya perusahaan startup dibidang development aplikasi. Calon klien minta ia beberapa kali datang untuk presentasi. Dari Bandung ke Jakarta paling tidak menyita biaya hingga 500 ribu rupiah sekali perjalanan. Klien tidak mau dicharge biaya itu karena kan baru presentasi penawaran. Akhirnya ia memasukkan komponennya kedalam penawaran harga. Namun alokasi biaya itu tidak tergantikan karena projectnya tidak deal.

Jika ada beberapa model project seperti itu, pengeluaran yang tidak perlu jadi semakin banyak. Ini bisa menyebabkan kemacetan disisi cash flow usaha, karena biaya itu pasti sedangkan pemasukan belum tentu pasti.

Jadi jika ada request ke Excellent dan pilihan pertama ditawarkan meeting secara online, itu bukan nggak sopan atau malas, melainkan agar lebih efektif dan efisien bagi kedua belah pihak. Kalau kalian mau langganan ke provider besar seperti AWS atau Azure atau GCP, kan kalian juga tidak bisa sembarangan minta mereka datang kecuali nilai projectnya cukup besar atau ada hal tertentu yang bisa menjadi pertimbangan mereka.

Untuk permintaan dadakan, saya biasanya mengecek apakah secara kesiapan memungkinkan atau tidak. Jika memang memungkinkan dan secara peluang bisnis itu masuk akal (make sense), saya bisa meminta team untuk menyiapkannya. Bisa juga hal tersebut dilakukan dalam menjaga relasi bisnis, bukan semata-mata soal projectnya.

Jika kondisinya tidak memungkinkan, saya akan menyampaikannya baik-baik dan menawarkan opsi lain. Bisa opsi online meeting atau bisa juga reschedule waktu. Ini bukan tanpa resiko, karena ada calon klien yang merasa kurang dihargai jika permintaan mereka tidak diterima apa adanya. Mereka tidak mau meeting online dan juga tidak mau digeser waktu atau harinya. Untuk kondisi seperti ini, ada prinsip dasar yang dipegang di Excellent. Prinsip dasarnya adalah : Tidak semua project harus diambil.

Mungkin, adakalanya, deal untuk tidak deal adalah pilihan terbaik bagi kedua belah pihak. Jika itu yang dilakukan, tidak usah merasa menyesalinya, karena bisa jadi itu cara agar kedua belah pihak tetap memiliki relasi yang baik dan dilain waktu baru bisa bekerja sama.

Kebun Anggur Zeze Zahra

Usia bibit rata-rata 4-5 bulan. Tinggi primer 30-50 cm, Sekunder 2 meter dan Tersier 1.5 sd 3 meter.

Jenis bibit beraneka ragam. Sebagian ada anggur hijau kemerahan (Trans), Anggur hitam (Akademik dan Black Panther), Anggur Merah Kehitaman (Cherny Crystal), Anggur merah Ninel dan Nizina, Anggur hijau Shine Muscat dan beberapa jenis lainnya.

Media tanam campuran tanah, sekam bakar, kohe dan pasir. Ada treatment urin dan kotoran kelinci sebagai pupuk organik karena kebetulan pelihara kelinci Flemish Giant dan Kelinci lokal di sudut kebun.

History persiapan kebun, penanaman bibit dan kondisi awal kebun bisa dilihat di channel Zeze Zahra https://youtube.com/zezevavai

Selain belajar menanam anggur, baca buku dan artikel soal anggur, lihat channel di Youtube dan ikut di komunitas, saya juga jadi sekalian belajar bikin video untuk mendokumentasikan proses penanaman hingga mulai berbuah 😊

Lokasi kebun : Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Iklan : Misalnya mau cari bibit, pupuk, media tanam dan lain-lain 🤭🤗 : Toko Pertanian Zeze Zahra https://goo.gl/maps/tTCA6vzJ1h42MWZM9

Thu, Oct 20, 2022

Benih dan Bibit Pepaya Calina/California

Saat ini sudah mulai masuk musim hujan. Cocok bagi rekan-rekan yang berniat menanam tanaman tertentu di kebun atau pekarangan rumah. Salah satu tanaan buah yang bisa menjadi pilihan untuk ditanam adalah pepaya.

Berbeda dengan pepaya yang dibeli yang kadang rasanya hambar atau malah cenderung pahit karena dipetik sebelum waktunya, kita bisa memilih untuk panen pepaya saat matang di pohon. Rasanya lebih manis dan lebih segar. Kadang ada titik-titik embun didalam buahnya.

Di Zeze Zahra, saya membuktikan langsung menanam pepaya dengan hasil buah yang berlimpah. Padahal awalnya saya hanya menanam 2 bibit pepaya saja. Setelah melihat hasilnya, saya menambah 2 bibit lagi yang juga sudah mulai berbuah dan kemudian mulai menyemai dan menanam hingga belasan bibit di rumah kabin Zeze Zahra.

Hasil yang saya dapatkan membuat saya berpikir, mengapa tidak sekalian menyediakan benih dan bibitnya buat rekan-rekan yang ingin juga mencoba menanam pepaya.

Untuk membantu rekan-rekan yang ingin menanam pepaya tanpa repot, toko pertanian Zeze Zahra menyediakan baik benih maupun bibit pepaya. Benihnya merupakan benih pilihan dan bibitnyapun dari kualitas bibit F1, yaitu dari benih galur pertama dengan kualitas yang maksimal.

Benih Pepaya : https://www.tokopedia.com/zezezahra/bibit-benih-pepaya-unggul-california?extParam=whid%3D10089129

Bibit Pepaya : https://www.tokopedia.com/zezezahra/bibit-tanaman-buah-pepaya-california-f1?extParam=whid%3D10089129

Bibit pepaya yang disediakan di Zeze Zahra ini rata-rata mulai berbunga dalam waktu singkat. Pepaya yang ditanam di rumah kabin Zeze Zahra rata-rata sudah mulai berbuah pada usia 5-6 bulan saja. Tidak sampai 1 tahun sampai mulai menikmati hasilnya.

Untuk sementara pengiriman bibit hanya menggunakan jasa pengiriman same day atau instant, mengingat untuk bibit tanaman hidup perlu kecepatan pengiriman agar bibit tidak layu.

Untuk pengiriman benih (biji pepaya) bisa menggunakan layanan pengiriman normal (JNE, Sicepat dll) dan bisa dikirim hingga ke luar kota atau luar pulau.

Wed, Oct 19, 2022

Toko Pertanian Zeze Zahra : Delegasi Pekerjaan, Deskripsi Produk dan Penentuan Harga Jual

Toko (kios) pertanian Zeze Zahra sudah buka menjelang akhir bulan September 2022. Sudah sekitar 2-3 minggu. Selain toko offline, saya juga berusaha memaksimalkan toko online, https://tokopedia.com/zezezahra.

Proses yang dilakukan saat ini adalah menambahkan dan mengupload foto semua produk dan layanan yang disediakan pada toko offline, karena masih banyak yang belum diupload.

Benih tanaman masih ada sebagian yang belum dimasukkan ke list produk. Belum lagi polybag, pot tanaman, obat tanaman, bibit jambu Madu Deli maupun jambu Dalhari, bibit pepaya California, bibit Cempedak, sekam bakar, media tanam, anakan ayam hingga minuman tradisional.

Proses upload produk jadi terhambat karena saya harus membuat foto, menuliskan judul, deskripsi hingga menentukan harga jual. Ditambah lagi dengan kesibukan pekerjaan di Excellent dan Aktiva serta adanya tugas kuliah yang harus diselesaikan.

Jadi saya harus belajar. Belajar mendelegasikan pekerjaan. Saya sudah belajar hal itu di Excellent dan Aktiva, tapi di Zeze Zahra masih saya lakukan sendiri karena ini masih awalan. Saya khawatir team saya di Zeze Zahra bingung, misalnya dalam menentukan harga.

Saat kuliah materi Machine Learning, saya jadi belajar lagi konsep delegasi. Pada machine learning, kita bukan melakukan segalanya sendiri sampai kecapekan, melainkan mendelegasikan pekerjaan pada si mesin, dengan cara menentukan kriteria dan memberikan contoh. Nanti si mesin akan belajar menentukan sendiri.

Kalau kita sudah training, si mesin bisa kita ujicoba dengan data pembanding (dataset), apakah sudah lulus atau belum.

Mekanisme itu yang akhirnya saya gunakan, supaya pekerjaan bisa selesai dan saya juga tidak kewalahan.

Sebagai contoh, saya minta Satir dan Adul untuk menambahkan produk “Media Tanam”. Saya cukup memberikan kriteria sebagai berikut :

1. Judul produk harus menarik tapi tidak menipu

2. Deskripsi harus sesuai fakta, jangan berlebihan. Misalnya menulis “Media tanam cocok untuk semua jenis tanaman…”

Lho bagaimana kita bisa tahu? Semua jenis tanaman? Banyak sekali jenisnya dan ada kemungkinan tidak cocok. Saya sarankan untuk mengganti kata-katanya menjadi : “Cocok untuk berbagai jenis tanaman”

Berbagai jenis tanaman itu bukan semua, tapi lebih dari satu. Minimal sudah diujicoba pada bibit anggur, pepaya, cempedak, cabe dan lain-lain

3. Foto harus menarik, usahakan foto milik sendiri bukan mengambil dari tempat lain apalagi mengambil dari toko orang lain, hehehe…

Lebih baik lagi jika foto disertakan berbagai jenis, misalnya ada foto benih, bibit dan foto saat tanaman berbuah. Jadi lebih menarik.

Masalahnya, tidak semua benih sudah diujicoba, jadi proses foto ini akan dilengkapi bertahap.

4. Penentuan harga jual. Ini bagian paling sulit. Kalau terlalu murah bisa nombok. Kalau terlalu mahal jarang yang mau beli. Bagaimana tipsya menentukan harga jual?

Tipsnya sama dengan saat saya menentukan harga jual pisang di Aneka Pisang Zeze Zahra atau saat menentukan harga layanan di Excellent dan Aktiva.

Pertama, pastikan harga beli atau modal

Kedua, check apakah ada biaya lain misalnya biaya transport, biaya menurunkan barang dll. Biaya ini bisa per satuan bisa juga bulk atau gabungan.

Misalnya saya membeli benih harga dasar anggaplah 100 rupiah. Saya memesan 1 dus benih berisi 500 kemasan kantong dengan biaya pengiriman 500 rupiah. Berarti biaya HPP atau harga pokok adalah 101 rupiah per kantong, terdiri dari harga benih 100 rupiah dan biaya pengiriman 1 rupiah per benih.

Setelah mendapatkan HPP, tentukan margin. Ini bisa dilakukan dengan cara mengecek harga umum. Biasanya saya mengambil beberapa sample harga dan mengambil nilai rata-rata.

Dari hasil itu baru didapat harga jual yang reasonable atau masuk akal. Apakah itu berarti pasti lebih murah? Belum tentu, karena bisa saja malah lebih tinggi dibanding toko lain, namun masuk akal dan ditambah lagi dengan jaminan kualitas.

Apakah kita selalu membeli mobil termurah di pasaran? Mwmbeli baju termurah, sepatu termurah, makanan termurah? Belum tentu juga kan. Pada banyak situasi, kita pasti mempertimbangkan kualitas produk dan layanan juga.

Telur bebek misalnya, di tempat lain bisa didapat dengan harga dibawah 2500 rupiah. Bisa selisih 50, 100 atau bahkan bisa selisih 500 rupiah. Bisa saja selisih itu karena ada keharusan membeli dalam jumlah minimal quantity tertentu atau ada hal lain.

Saya tidak khawatir soal perbedaan harga karena saya pribadi tidak selalu memilih harga termurah, asal tidak terlalu jauh bedanya. Jangan sampai sudah mahal harga, kualitasnya juga jelek pula 🤭😂

Dengan menentukan kriteria, saya bisa melatih team saya di Zeze Zahra untuk melakukan pekerjaan yang biasa saya lakukan. Saya jadi lebih leluasa dan disisi lain team saya punya kewenangan dan tanggung jawab lebih luas. Saya hanya perlu melakukan pengecekan dan monitoring berkala.

Tertarik pada produk dan layanan Zeze Zahra? Main dong ke :

Toko online : https://tokopedia.com/zezezahra
Toko offline : https://bit.ly/toko-zeze-zahra
Youtube channel : https://youtube.com/zezevavai

Tue, Oct 18, 2022

Rumah Kabin Zeze Zahra, Aerial View Oktober 2022

Suasana rumah kabin Zeze Zahra, periode Oktober 2022, aerial view menggunakan Drone DJI Mini 3 Pro.

Rumah Kabin Zeze Zahra pada bulan Oktober 2022 mulai menghijau, karena tanaman padi di sawah mulai tumbuh besar dan keluar calon bulir padi. Pemandangan hijau ini “ngangeni” karena saat pagi Shubuh atau saat sore suasananya sejuk dan tenteram menyenangkan.

Link : https://youtu.be/BFnvvabGiIQ

Mon, Oct 17, 2022

Bajigur Bandrek Hanjuang

Saat musim penghujan seperti sekarang ini, momen paling pas adalah mengkonsumsi minuman hangat. Salah satu minuman hangat favorit saya adalah Bajigur dan bandrek Hanjuang.

Saat hujan sore hari apalagi di akhir pekan, suasana dingin badan butuh kehangatan, pikiran ingin bersantai, pas banget minum yang hangat dan manis seperti bajigur atau bandrek.

Saya pertama kali mencicipi bajigur Hanjuang dalam bentuk kemasan saat beberapa tahun yang lalu main ke Kampung Sumber Alam Garut. Saya sering minum minuman tradisional seperti Bajigur tapi biasanya beli langsung dalam bentuk minuman dari penjual keliling, tidak dalam bentuk kemasan.

Karena suasana di Kampung Sumber Alam Garut saat itu dingin ditambah lagi suasana santai liburan, akhirnya saya mencoba 1 kemasan kantong yang praktis dan cukup diseduh dengan air panas. Rasanya manis dan agak gurih karena ada rasa santannya.

Kalau bandrek rasanya lebih mirip ke jahe, jadi lebih panas. Pilihan nomor satu saya selalu bajigur tapi adakalanya saya juga konsumsi bandrek, sakoteng atau sari sereh dan jahe.

Bagi rekan-rekan yang ingin mencicipi Bajigur, Bandrek, Sakoteng atau Sari Sereh dan Jahe, kini bisa memesannya di toko Zeze Zahra. Kebetulan karena saya menyukai rasanya, sekalian saja saya sediakan di toko supaya mudah didapatkan saat dibutuhkan.

Klik disini : https://www.tokopedia.com/zezezahra/etalase/minuman-tradisional

Belajar Hal Baru yang Mendorong Pembelajaran Lebih Jauh

Apa jadinya kalau sudah kelamaan kuliah terus melanjutkan kuliah. Yang terjadi ada 2 kemungkinan. Pertama, mabuk pelajaran dan akhirnya menyerah. Kemungkinan kedua, menerima tantangan itu dan belajar lebih banyak lagi.

Itu yang saya alami setelah hampir 2 bulan menjalani perkuliahan. Ada beberapa materi kuliah yang merupakan hal baru bagi saya dan saya harus berkejaran dengan penguasaan materi dasar untuk bisa mengikutinya.

Sebagai contoh adalah mata kuliah Business Intelligence. Ini adalah mata kuliah terkait dengan data dan statistik. Terkait dengan pattern. Dosen saya adalah Dr. Tjong Wan Sen, S. T., M. T.

Pada pertemuan pertama, beliau sudah bicara soal data dan cara membaca pattern. Dan itu sudah menjadi sinyal warning bagi saya bahwa saya harus mengejar banyak hal baru sekaligus mencoba menguasainya dalam waktu singkat.

Dari mata kuliah business intelligence ini saya dapat banyak hal baru. Ada kaitan dengan Jupyter Notebook. Untuk basis ilmunya harus mengejar materi mengenai Machine Learning. Ini kemudian membawa saya ke Google Collab. Ke UCI (UC Irvine) dataset. Kemudian ke Kaggle. Ke Tableau. Ke Rapidminer sampai akhirnya berujung ke introduction to Python Programming.

Bayangkan kuliah untuk business intelligence tapi harus belajar dalam waktu singkat mengenai istilah diatas sekaligus penguasaan materinya. Judulnya adalah serabutan dan berujung pada 2 pilihan diawal tulisan ini, menyerah atau menerima tantangan itu. Dan saya menerima tantangan itu sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dan saya tidak menyesali pilihan itu, karena kehidupan jadi lebih berwarna 😀

Saya jadi belajar Python programming. Saya juga berusaha membuat coding dengan Google Collab. Saya install anaconda berikut dengan kawan-kawannya di komputer di rumah. Saya juga mendaftar lisensi student untuk Tableau dan untuk Rapidminer. Saya membeli buku paket. Mengambil kursus di coursera dan udemy sampai mendengarkan kuliah online Youtube dari mas Muhammad Fachrie disela-sela perjalanan antar jemput Vivian dari sekolah.

Kalau ada yang bertanya, apa yang harus dilakukan kalau kita merasa kehidupan kita membosankan, rutinitas kantor terasa membosankan? Coba saja ambil kuliah atau ambil kursus intensif. Pasti rutinitas membosankan itu akan buyar.

Saya tidak katakan bahwa kuliah menjadi satu-satunya solusi. Yang lebih penting sebenarnya live skill. Survival skill. Kalau selama ini kamu tipe orang yang serius, yang pekerjaannya monoton, mengapa tidak mencoba mengambil kursus yang lain daripada yang lain.

Kalau kita bekerja sebagai karyawan pabrik, memangnya apa yang menghalangi kita untuk kursus menjadi investor saham? Apa yang menghalangi kita untuk kursus mengenai finansial?

Mengapa kita tidak mencoba mencari ide usaha atau ide hobi baru? Memelihara jenis ayam tertentu. Menanam jenis tanaman tertentu? Atau melanjutkan niatan pembelajaran secara online dari luar negeri?

Kalau kita selalu merasa kemampuan bahasa tertinggal, apa yang menghalangi kita untuk mencoba mengambil kursus TOEFL. Kursus live speaking? Kursus apapun yang bisa meningkatkan value kita.

Memang sih semua ada biaya, tapi biaya juga bisa kita ukur. Kalau kita mengeluarkan uang untuk biaya kursus, itu bukan uang yang keluar percuma. Itu biaya untuk investasi kemampuan diri kita. Supaya nanti kedepannya kita bisa menghasilkan value atau pendapatan melebihi investasi yang sudah kita keluarkan.

Diantara mahasiswa kelas saya, mungkin banyak anak-anak lulusan baru yang lebih capable dibandingkan saya. Banyak yang pintar sekali membuat presentasi, bicara diskusi di kelas full bahasa Inggris. Argumentasi dengan dosen. Membuat paper, membuat tugas dan disiplin menyelesaikannya.

Itu sedikit banyak mendorong saya untuk belajar seperti mereka. Belajar memperbaiki diri, belajar menata diri, belajar disiplin dan konsisten menyelesaikan tugas. Pada akhirnya, kesemuanya itu saya harapkan bisa menjadi manfaat bukan hanya untuk pribadi saya dan keluarga, melainkan juga untuk perusahaan tempat saya bekerja dan untuk lingkup yang lebih luas di masyarakat.

Fri, Sep 09, 2022

openSUSE-ID Meet Up

Halo teman-teman.

openSUSE Indonesia ingin mengadakan meetup offline nih di awal bulan Oktober.

Sabtu, 1 Oktober 2022
Indigo Space Jakarta
12.00-17.00 WIB

Segera daftar yuk! ada beberapa hadiah menarik

daftar di http://s.id/openSUSEIDMeetup

Kuota terbatas ya!

Wed, Aug 24, 2022

Mon, Aug 22, 2022